Berpacu Dalam Blogging
Oleh: Ahmad Subandono
Disadari atau tidak, aktivitas blogging merupakan aktivitas yang sangat menguras tenaga, waktu dan pikiran. Diakui atau tidak, itulah kenyataannya. Yang terbiasa gak jujur silakan tutup blog ini!
Pernah saya membaca pengakuan seorang IM kondang di jagat maya ini, bahwa Internet Marketing sulit. Sampai dia berkata bahwa perkataannya itu berlawanan dengan kebanyakan perkataan para jagoan IM yang lain sejamannya.
Disaat jagoan IM lain berkata bahwa Internet Marketing itu mudah, gampang, cukup 2 jam sehari, tidak perlu meninggalkan pekerjaan utama, bisa senantiasa berlibur dengan keluarga, dan bla bla bla yang lain, malahan dia menentang arus pendapat saat itu. Read more
4 Alasan Kenapa Saya Jarang Nulis? (Walaupun Kadang Saya Mau Nulis)
Oleh: Febri
di kontes nulis koq malah pamer alasan jarang menulis? pertanyaannya begitu kah? kalo iya, jawaban saya, ini bukan pamer, tapi pengakuan. dan yakinlah kawan, ketika anda melihatnya dari sisi yang berbeda, anda bisa menemukan alsan kenapa anda HARUS segera latihan menulis. blogging atau tidak, menulis atau tidak, semua kembali ke kita masing – masing kan? hidup ini adalah wadah experimen! 2 x 1 = 2! 9 – 7 = 2! 0 + 2 = 2! 10 / 5 = 2!. hasilnya selalu dua, walaupun rumusnya berbeda. rumus apa yang anda, saya, kita, dan mereka pakai? live is your choice man
lagian ini kan kontes menulis atau berpendapat, jadi nggak salah donk saya menuliskan pendapat saya? hahahha… (ngeles.com)
saya blogger? mungkin bukan. karna blogger adalah sebutan bagi pemilik blog. Read more
Menulis Hingga Ke ujung Dunia

Oleh: Hanif Ilham
Menulis. Aktifitas wajib setiap manusia untuk mengenal dunia ini. Dari membaca, mengamati bentuknya, kemudian menuliskannya. Ada yang menarik, ada yang ingin ditunjukkan, mengekspresikan diri, dari sebuah tulisan, yang mungkin akan bangga jika dibacanya sendiri, walau belum tentu begitu bagi orang lain. Aku, belajar menulis.
Pertama, ku bermimpi. Sejak kecil, kapankah ku bisa menulis seperti mereka. Para penyair dari bumi pertiwi. Mereka menulis. Yah, sebuah sajak, puisi, pantun, aku pun mengikutinya. Read more
Budaya Menulis, Riwayatmu Kini

Oleh: Budhi K. Wardhana
Medio Mei 1998. Tak berapa lama sesudah rekan-rekan Mahasiswa Trisakti ditembaki oleh para sniper hingga jatuh korban jiwa, Jakarta dilanda kerusuhan besar-besaran. Suasana sungguh mencekam. Penjarahan, pembakaran, dan konon pemerkosaan etnis merajalela di penjuru ibukota. Sementara itu sang penguasa orde baru sedang tak berada di singgasana. Sang Jenderal Besar yang penuh senyum itu belumlah tiba dari KTT G-15 di Mesir.
Negeri ini berjalan sempoyongan seolah tanpa pemimpin. Demonstrasi mahasiswa hampir mencapai titik kulminasi. Mereka menggugat para pejabat yang kian kehilangan muka. Di mana-mana suara reformasi dan desakan penggantian pemimpin nasional berkumandang. Eforia kebebasan meruap di sudut pelosok negeri. Iklim represif militeristik tak lagi punya taji. Read more




