Oleh: Febri
saya tadi buka Mashable.com. disitu ada artikel yang berisi poling tentang social media yang paling di gandrungi sekarang. pilihannya Facebook, Twitter, sama Google Buzz.
kalo yang dua teratas itu udah bukan rahasia lah yah. kalo nggak tau salah – salah malah kita yang di cap gaptek dan kudet! entah bagaimana sejarahnya, kedua situs itu dengan tema dan fungsi yang hampir sama, sanggup menjelma sebagai salah satu kebutuhan premier warga ibu kota, kota, dan kawasan yang terjangakau oleh ISP coverage! entah apa juga gunanya bagi sebagian orang? bagi saya pribadi gunanya buat nyepam soalnya =))
terlepas apa, kenapa, dan bagaimana twitter dan facebook bisa menjadi begitu lekat dalam keseharian kebanyakan orang, fenomena ini dipandang dari sisi berbeda oleh pemilik traffic terbesar di era web 2.0 ini. yang nggak lain dan nggak bukan adalah Google.com. setalah gagal menggaet facebook, dan Continue Reading »

Perkembangan dunia blogging sudah tidak mengenal batasan usia. Baik pendatang baru maupun yang telah bertahun-tahun rajin update artikel memiliki hak yang sama dalam banyak hal.
Hak dalam bidang apa saja? Banyak. Mereka sama-sama mempunyai kemudahan akses informasi, peluang naik level, ketenaran bahkan kesempatan mendapatkan pundi-pundi dollar ataupun rupiah.
Nah, satu hal yang menjadi sorotan saya adalah kemampuan newbie menjadi guru bagi yang lain. Kok bisa? Apa kalimat saya di atas terkena hiperbola. Tidak!
Banyak saya jumpai. Justru mereka yang baru ngeblog beberapa bulan bisa menasehati seniornya. Continue Reading »
Setelah kemarin ter-interupsi oleh artikel Blogger Sumbu Pendek, hari ini saya melanjutkan pembahasan tentang menaikkan standard pencapaian. Bagi yang terlewat belum baca, silakan baca disini.
Setelah membaca artikel tersebut, saya berharap teman-teman sudah membuat satu keputusan dan motivasi bulat untuk memperbaiki pencapaian saat ini. Continue Reading »
Beberapa hari belakangan ini saya disibukkan dengan aktivitas menjadi penulis tamu di beberapa super blog. Ada kepuasan dan kesenangan yang tidak saya dapat di tempat lain. Walau masih numpang ngetob, serasa di rumah sendiri saat membalas komentar-komentar yang muncul.
Di awal-awal ngeblog, saya cuma bisa menjadi penonton yang ngiler melihat silau pesona blog tersebut. Siapa sangka saat ini saya sudah bisa memberi warna dalam sejarah penulisan mereka. Continue Reading »