Akhir Manis Bukber Mbah Bolong di Parimono pada Penghujung Ramadhan 2016

Semula saya berpikir tidak akan menjumpai acara buka puasa bersama atau bukber lagi di bulan Juli 2016 ini. Acara-acara bukber sudah dilaksanakan dengan padat sepanjang Juni 2016. Namun perkiraan saya meleset. Saya masih berkesempatan mengikuti dua acara bukber lagi. Bukber pertama berlangsung pada Sabtu, 2 Juli 2016 di Sanggar Genius Darun Najah Parimono. Ini adalah acara dadakan karena niat awal saya adalah mencetak banner takbiran. Saat mampir ke rumah Pak Sofyan ternyata saya diajak mengikuti buka puasa bersama anak-anak sanggar genius. Tidak apalah. Hal ini sekaligus menjadi obat kangen saya terhadap kegiatan di sanggar.

Acara bukber yang sebenarnya saya rencanakan dengan matang adalah buka puasa Ramadhan pada Senin, 4 Juli 2016 bersama 130 anak yatim di kediaman Mbak Dini dengan dukungan kawan-kawan Alumni SMA PGRI 1 Jombang Angkatan 2007. Lokasi acara masih di Parimono, namun beda gang. Saya dipercaya Mbak Dini untuk menjadi pembawa acara atau MC pada kegiatan tersebut. Ramadhan Selaksa Cinta memberikan banyak berkah dalam hidup saya. Alhasil, saya sibuk menyiapkan susunan acara beserta file-file audio-video pendukung yang akan mempermudah saya dalam menyajikan acara buka puasa yang menarik dan interaktif bagi anak-anak. Saya memanfaatkan materi presentasi kisah motivasi ilmuwan muslim di event Pesantren Ramadhan Kreatif sebagai salah satu bahan kuis berhadiah untuk anak-anak.

Istimewanya, acara buka puasa bersama anak yatim Parimono ini dihadiri oleh KH. Nur Hadi atau lebih dikenal sebagai Mbah Bolong. Beliau berkenan memberikan tausiyah kepada para peserta bukber yang sebagian besar anak-anak usia PAUD. Kalau biasanya Mbah Bolong berceramah di atas panggung di hadapan jamaah Sholawat Seribu Rebana, baru kali ini ada kejadian Mbah Bolong berceramah dengan membawa balon warna-warni. Ternyata beliau cukup interaktif berdialog dengan anak-anak. Namun keberadaan balon-balon itu cukup merepotkan pemateri acara karena mengalihkan konsentrasi anak. Lain kali kalau membuat acara anak dengan menghadirkan pembicara, lebih baik pembagian balon dilaksanakan di akhir acara.

Acara bukber di Parimono ini berakhir pukul delapan malam karena diselingi acara sholat jamaah tarawih di musholla yang lokasi berdekatan dengan rumah Mbak Dini. Namun sesungguhnya bukber kali ini bikin was-was hati saya. Pelaksanaan bukber pada tanggal 29 Ramadhan 1437 Hijriyah sungguh sangat riskan. Saya khawatir kalau tiba-tiba setelah buka puasa ada pengumuman 1 Syawal 1437 Hijriyah jatuh pada keesokan harinya. Itu bisa jadi buah simalakama karena takbiran akan segera dilaksanakan sedangkan banner takbiran yang saya ambil paksa di Prima Adv tadi siangnya masih saya bawa. Benar-benar akhir Ramadhan yang dramatis dalam hidup saya.

Ngemsi di Acara Buka Puasa Mbah Bolong Bersama Anak Yatim Parimono
Ngemsi di Acara Buka Puasa Mbah Bolong Bersama Anak Yatim Parimono

Alhamdulillah Ramadhan tahun 1437 Hijriyah ini berumur tiga puluh hari. Artinya, masih ada sisa waktu satu hari setelah bukber Parimono ini bagi saya untuk menyiapkan perlengkapan takbir keliling di desa tempat tinggal saya. Overall, saya bersyukur Allah SWT memberikan kesempatan bagi saya untuk memiliki banyak aktifitas selama Ramadhan tahun 2016. Rangkaian kegiatan selama Ramadhan 1437 Hijriyah mampu menjadikan saya manusia yang lebih produktif, kreatif, inovatif, sekaligus memiliki kesadaran untuk berbagi kepada sesama. Semoga tulisan-tulisan saya terkait kegiatan Ramadhan yang saya bagi di blog ini bisa menambah wawasan Anda.

4 Replies to “Akhir Manis Bukber Mbah Bolong di Parimono pada Penghujung Ramadhan 2016”

  1. mbah bolong sekarang sedang ngetop. pantaslah disukai banyak orang. tapi tunggu tiga tahun lagi apa masih laku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *