Day 1 Standarisasi Guru Al-Quran Yatim Mandiri dengan Metode Tilawati

Pelatihan dan Upgrading Guru Genius Yatim Mandiri Tahun 2017 di Sekolah Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo
Pelatihan dan Upgrading Guru Genius Yatim Mandiri Tahun 2017 di Sekolah Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo

Salah satu program Yayasan Yatim Mandiri dalam bidang pendidikan adalah Duta Guru. Program ini memberikan kesempatan bagi anak-anak yatim untuk mendapatkan pengajaran Alquran yang lebih baik. Oleh karena itu hari ini, Sabtu 13 Oktober 2018, Yayasan Yatim Mandiri mengadakan standarisasi guru Alquran dengan metode Tilawati. Sekitar 100 orang peserta mengikuti ini dengan antusias. Mereka terpacu untuk belajar menjadi pengajar Quran yang baik dan benar. Kegiatan ini bertujuan untuk mencapai standar pendidikan anak-anak yatim di sanggar genius yang selama ini telah dikelola di berbagai kota cabang Yatim Mandiri.

Sanggar Genius merupakan program pendampingan belajar diluar sekolah untuk anak yatim dan dhuafa. Sanggar genius telah dilaksanakan sejak puluhan tahun silam dan mendampingi anak anak yatim belajar. Mereka bukan hanya belajar matematika dan ilmu sains tetapi juga belajar membaca dan menulis al-qur’an. Oleh karena itu dirasa penting untuk mengadakan kegiatan standarisasi guru pengajar Al Quran. Metode pengajaran Alquran yang dipilih adalah Tilawati. Metode Tilawati merupakan salah satu dari 50 metode belajar membaca Alquran yang ada di Indonesia. Keunggulan program belajar membaca al-quran dengan metode Tilawati adalah kemudahan dalam metode pengajaran dan disertai dengan lagu membaca yang menyenangkan.

Kegiatan hari pertama pelatihan membaca Al-Quran metode Tilawati dibuka dengan sambutan dari para pejabat teras Yatim Mandiri. Acara kemudian dilanjutkan dengan materi lagu Tilawati yang disampaikan oleh para pemateri. Poin utama dalam pengajaran membaca dan menulis Alquran dengan metode Tilawati adalah pengulangan. Setiap pengajar Quran melakukan pengulangan mengajar bacaan dari jilid 1 sampai jilid 5. Pada awal jilid mereka belajar mengenal nama huruf beserta tempat keluarnya huruf atau makhrajnya. Meski demikian setiap pengajar Alquran diwajibkan untuk melakukan penyederhanaan cara mengajar sehingga santri mudah menerima materi yang diajarkan.

Standarisasi guru Quran dengan metode Tilawati dilaksanakan di Gedung B Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan atau LPMP yang berada di Ketintang Wiyata Kota Surabaya. Acara dimulai sejak pukul 09.00 dan terus berlangsung hingga pukul 21.30 WIB. Lokasi pelatihan yang tenang sangat mendukung terciptanya situasi kelas yang kondusif. Kegiatan ini sangat inspiratif karena membantu para guru yang tergabung dalam program Duta Guru untuk mengajarkan baca tulis Alquran lebih mudah kepada peserta didik.

Salah satu masalah penting yang dihadapi guru Al Quran adalah mengatasi ketidaktertiban santri selama proses belajar mengajar. Selain itu, hambatan berikutnya adalah mengatasi ketidaklancaran mengaji. Ujung persoalan tersebut berakibat pada mutu bacaan santri yang semakin merosot dan waktu belajarnya semakin lama makin singkat. Disadari bahwa keberhasilan sebuah pembelajaran tidak berdiri sendiri tetapi juga sangat terkait dengan faktor lain seperti media pembelajaran, guru atau ustadz, dan manajemen pendidikan. Atas dasar itulah kegiatan standarisasi guru Al-qur’an ini dilaksanakan dengan memadukan beberapa konsep pendidikan yang terbukti berhasil.

Pemateri menyatakan bahwa prinsip pembelajaran Tilawati ada empat. Pertama, pembelajaran disampaikan dengan praktis, kedua disampaikan dengan menggunakan lagu rost, ketiga menggunakan pendekatan klasikal dengan peraga, dan keempat menggunakan pendekatan baca simak secara seimbang dengan buku. Jaminan mutu program pendidikan dengan metode Tilawati adalah santri mampu membaca Alquran dengan Tartil kemudian santri mampu membenarkan bacaan Al-Quran yang salah dan yang ketiga adalah ketuntasan belajar individu setidaknya 70% dan ketuntasan belajar secara kelompok paling sedikit 80%.

Hari ini sangat melelahkan tapi menyenangkan. Berjumpa dengan kawan-kawan baru membawa semangat baru dalam hidup. Rasanya saya tak ingin segera pulang dari acara ini. Besok adalah hari kedua sekaligus hari terakhir acara pelatihan. Saya pun tak sabar ingin mendapat pengalaman baru esok hari. Mendidik anak-anak yatim memang menguji kesabaran. Tidak ada yang mudah dalam mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak. Meski demikian, saya selalu optimis bahwa dibalik permasalahan yang ada dalam proses pendidikan sanggar genius pasti ada pelajaran hidup yang terkandung di dalamnya.

Bagikan artikel ini melalui:

21 Replies to “Day 1 Standarisasi Guru Al-Quran Yatim Mandiri dengan Metode Tilawati”

  1. Salam kenal ustadz. Saya juga pengguna Buku Tilawati di Jombang. Mngkin kita bisa bekerjasama utk membuat acara pelatihan di jbg.

  2. Semua metode pembelajaran Alquran sama baiknya tergantung cara penyampaian ke murid. Kalau guru menguasai metode pengajarannya maka santri bisa menerima materi dengan mudah.

  3. Saya belum pernah memakai buku Tilawati. Saya penasaran Bagaimanakah metode pengajarannya. Apakah sama dengan buku Iqro atau ada perbedaannya? kemudian bagaimana cara saya mendapatkan buku tersebut?Apakah buku Tilawati bisa dibeli di toko buku Gramedia?

  4. Apakah saya boleh mengajarkan materi buku Tilawati sementara saya belum pernah mengikuti kegiatan standarisasi guru Quran dari tim penguji Tilawati?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *