Evan Nur Hamzah dan Gigih Prakoso Menginspirasi Youth for Change Yatim Mandiri Jombang

Inspirasi kehidupan bisa datang dari siapa saja. Salah satu sumber inspirasi paling hebat berasal dari orang-orang yang telah menjalani asam garam kehidupan. Oleh karena itu komunitas Youth for Change pada hari Minggu, 24 Februari 2019 kemarin menghadirkan dua orang narasumber yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB. Dua orang pemateri kegiatan pertemuan rutin para alumni Super Game 2018 itu adalah Evan Nur Hamzah dan Gigih Prakoso. Keduanya merupakan alumni Mandiri Enterpreneur Center (MEC) yang telah sukses menekuni bidang kewirausahaan tertentu.

Komunitas Youth for Change (YFC) di Jombang terbentuk usai pelaksanaan Super Camp 2018 yang dilaksanakan di Padepokan Wonosalam Lestari pada akhir Desember 2018. Komunitas seperti ini juga telah terbentuk di puluhan kota di Indonesia di bawah binaan Yayasan Yatim Mandiri. Mereka mengadakan pertemuan secara rutin sebanyak dua kali dalam satu bulan. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk mindset yang tepat dalam memulai bisnis maupun bidang kewirausahaan yang beraneka ragam jenisnya.

Sesi pertama pertemuan YFC Jombang diisi dengan diskusi dua arah antara peserta komunitas YFC dengan Mas Evan, demikian ia akrab disapa. Diskusi ini berlangsung dengan seru selama 60 menit. Sebanyak 16 orang anggota YFC Jombang bertanya kepada narasumber yang berasal dari Sidoarjo ini. Ada banyak pengetahuan yang dibagikan kepada mereka. Diantara informasi yang penting untuk diketahui oleh para remaja yang akan memulai kewirausahaan adalah jenis bisnis yang sedang trend saat ini.

Inspirasi 5 Jenis Bisnis Menguntungkan

Menurut Mas Evan, saat ini terdapat lima jenis bisnis yang sedang disukai masyarakat dan berkembang dengan luas. Kelima bisnis ini terbilang sangat menguntungkan karena tidak pernah berkurang peminatnya, yaitu:

1. Bisnis di Bidang Konsumtif

Kewirausahaan yang termasuk dalam bisnis konsumtif adalah produksi gadget dan alat-alat elektronika. Tidak bisa dipungkiri, kehidupan masyarakat modern sangat tergantung pada smartphone. Sebagai generasi muda yang baru memulai usaha, tentu kita tidak bisa langsung mendirikan pabrik elektronik maupun pabrik smartphone canggih. Oleh karena itu jenis bisnis ini lebih baik dilewatkan saja.

2. Bisnis di Bidang Pangan (Agriculture)

Setiap manusia membutuhkan makan setiap hari. Maka tidak mengherankan jika bisnis di bidang pangan merupakan jenis bisnis yang terus berprospek setiap tahun. Hanya saja setiap pengusaha perlu melakukan inovasi produk agar produk yang mereka jual bisa bersaing dan tetap laku di pasaran. Teknik pertanian modern pun terus berkembang semakin canggih.

3. Bisnis di Bidang Pendidikan

Setiap keluarga membutuhkan pendidikan, terutama untuk anggota keluarga muda. Anak-anak selalu membutuhkan pendidikan. Oleh karena itu bisnis di bidang pendidikan tidak akan pernah sepi peminat karena setiap tahun pasti ada murid baru yang masuk sekolah.

4. Bisnis di Bidang Kesehatan

Isu kesehatan menjadi sangat vital saat ini. Masyarakat modern telah memahami arti penting kesehatan bagi hidup mereka. Tidak ada gunanya memiliki harta yang melimpah sementara tubuhnya tidak sehat. Mereka pun rela membayar mahal untuk bisa hidup sehat.

5. Bisnis di Bidang Fashion

Bisnis yang dijalankan di bidang fashion setiap tahun terus tumbuh peminatnya. Selera berpakaian manusia setiap tahun juga berubah. Oleh karena itu bisnis ngetrend seperti fashion saat kini tidak akan pernah ada matinya.

Review Jurnal Manajemen Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Hotel di Malaysia
Review Jurnal Manajemen Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Hotel di Malaysia

Cara Mengatasi Kegagalan

Selanjutnya Mas Evan membahas cara mengatasi kegagalan. Menurutnya, cara mengatasi kegagalan ada dua langkah.

Pertama, ingatlah bahwa ada Tuhan yang Maha Besar.

Sebesar apapun kegagalan yang Anda derita, Tuhan masih menjadi pihak Maha Berkehendak atas nasib Anda. Dekatkah diri kepada Tuhan secara tulus dan ikhlas. Penuhi kewajiban Anda kepada Tuhan, baru Anda boleh minta hak Anda.

Kedua, carilah komponen penyebab kegagalan.

Jika anda sudah memahami penyebab kegagalan Anda maka anda selayaknya memahami cara mengatasinya. Cari tahu komponen penyebab kegagalan. Lalu buat cara mengatasi masalah itu.

Evan dikenal sebagai pebisnis perikanan yang sukses. Evan telah berhasil mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan. Pada kesempatan tatap muka dengan komunitas YFC Jombang pria bertubuh subur ini menyatakan bahwa kadar keimanan menentukan kualitas diri seseorang. Seseorang bisa sukses dan bangkrut tergantung kualitas keimanannya.

Orang yang memiliki iman lemah cenderung menjalankan usahanya dengan setengah-setengah, mudah putus asa, dan akhirnya mengalami kebangkrutan. Sedangkan orang yang memiliki iman kuat akan selalu bersemangat dalam hidup, giat berusaha, banyak berdoa, serta menyandarkan hasilnya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kualitas keimanan sangat menentukan tingkat kesuksesan Anda. Itulah poin utama dari percakapan Evan dan YFC di kantor Yatim Mandiri Jombang kemarin.

Evan Nurrohmansyah juga membahas perilaku malas yang sering menghinggapi pengusaha muda. Beliau menyarankan agar anggota komunitas YFC Jombang membatasi tingkat kenakalan dirinya walau tidak bisa hilang sepenuhnya. Masa remaja memang dikenal sebagai puncak kegiatan pembangkangan dan pemberontakan terhadap kehidupan sosial di sekitar masyarakat. Namun demikian kita harus paham bahwa semua bentuk pembangkangan ada batasnya.

Evan Nurrrohmansyah menyarankan agar setiap pengusaha muda selalu menambah jumlah komunitas yang diikuti setiap tahun. Jika anda dapat mencari komunitas yang tepat maka anda akan mendapat cara yang tepat untuk melakukan bisnis dengan lebih baik.

Mengapa kita perlu mencari komunitas baru setiap tahun? Karena selera pasar selalu berubah setiap tahun. Dengan bergabung pada sebuah komunitas maka anda akan banyak terbantu melakukan riset pasar dan segmentasi target pasar yang memiliki preferensi produk berubah-ubah. Komunitas baru juga bisa berarti peluang kerjasama baru. Anda jangan membatasi gerak langkah bisnis Anda karena setiap orang mungkin saja memiliki potensi diri. Ingatlah bahwa mencoba kreatif merupakan sebuah keharusan di era milenial saat ini.

Review Jurnal Akuntansi Lingkungan Pada Industri Farmasi di Yordania
Review Jurnal Akuntansi Lingkungan Pada Industri Farmasi di Yordania

Cara Menghadapi Persaingan Bisnis

Evan Nurrohmansyah juga membahas cara menghadapi persaingan bisnis. Menurutnya, persaingan bisnis dapat diatasi dengan dua cara.

Pertama, melakukan inovasi produk dan layanan jasa.

Pengusaha jangan takut untuk bersaing karena persaingan itu akan melahirkan kreativitas baru dalam membuat produk dan layanan jasa. Ide inovasi bisnis bisa datang dari mana saja. Anda dapat melakukan riset bisnis untuk mendapatkan data aktual permintaan pasar. Anda juga dapat menciptakan trend sendiri dan mempengaruhi perilaku pasar.

Kedua, membuka target pemasaran baru.

Pengusaha muda juga jangan takut untuk memperluas daerah pemasaran baru. Hindari memperebutkan wilayah pemasaran yang tidak produktif dan tidak efektif. Jika sebuah wilayah pemasaran tidak berhasil mendatangkan profit, ubahlah strategi pemasaran Anda.

Menurut Hermawan Kartajaya, dalam memasarkan produk dan jasa, kita mengenal adanya dua wilayah persaingan pasar, yaitu Red Ocean dan Blue Ccean.

Red Ocean

Bersaing di Red Ocean (lautan merah) dilakukan secara sengit, head to head, hingga berdarah-darah. Ini terjadi pada pemasaran konvensional dimana sebuah merek barang bisa bersaing dengan beberapa merek sekaligus yang memasarkan produk yang sama. Persaingan ini akan menghasilkan dua kelompok besar, pemenang dan pecundang. Tentu saja persaingan ini sangat menguras biaya, waktu dan tenaga. Jika Anda memutuskan bersaing di Red Ocean, bersiaplah tidak memiliki hari libur kerja. Ketika Anda sedikit lengah maka lawan bisnis akan menyalip.

Blue Ocean

Blue Ocean (lautan biru) adalah simbol persaingan bisnis yang dilakukan dengan melibatkan komponen utama kreatifitas dan inovasi bisnis. Jenis persaingan seperti ini tidak bertujuan menjatuhkan lawan bisnis, justru kita menciptakan segmentasi pasar baru. Persaingan di lautan biru melibatkan sinergi antara sebuah brand dengan partner bisnis. Tidak ada yang mengalahkan dan dikalahkan dalam kerjasama jenis ini karena kedua pihak sama-sama menanggung akibat dari kesuksesan dan kegagalan bisnis.

Gigih Prakoso Berbagi Kisah

Sesi kedua pertemuan komunitas Youth for Change dihadiri oleh Gigih Prakoso. Gigih Prakoso adalah salah seorang penulis hebat yang membangun karirnya dari nol. Dia adalah anak yatim yang memulai pendidikan di program advokasi satu tahun bersama Mandiri Entrepreneur Center (MEC). MEC adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi yang didirikan oleh Yayasan Yatim Mandiri untuk anak-anak yatim yang ingin melanjutkan kuliah D1. Berbagai keterampilan dan program advokasi diberikan kepada peserta didik MEC.

Gigih Prakoso menceritakan awal mula dia membangun mimpi. Dari pekerjaan tukang bersih-bersih rumah dia mengaku mendapatkan upah Rp70.000 dari setiap rumah yang ia bersihkan selama 2 jam. Jasa membersihkan rumah ini ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melanjutkan sekolah. Sampai suatu ketika ia mendapat tawaran untuk kuliah di Universitas Negeri Trunojoyo dan MEC Surabaya. Ia memutuskan mengambil pilihan kuliah di MEC kendati kuliah di Universitas Negeri Trunojoyo terbilang lebih bergengsi.

Pilihannya tidak salah. Ia terus melakukan usaha kreatif dan inovatif di bidang penulisan. Setelah lulus kuliah MEC dia lantas mengambil pendidikan kursus kepenulisan bahasa Inggris di Malang. Hasilnya saat ini ia telah mengembangkan sayap sebagai publisher dan content writer pada sejumlah media online terkenal. Saat ini ia juga menjadi seorang dosen kewirausahaan digital di Mandiri Entrepreneur Center di Sragen. Gigih Prakoso banyak memberikan semangat kepada anggota komunitas Youth for Change Jombang agar tidak pernah berhenti melangkah dalam mewujudkan mimpi-mimpi mereka.

Pertemuan komunitas YFC Jombang ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama Gigih Prakoso. Setelah itu semua peserta membuat rencana kegiatan berikutnya yang akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang. Penulis bertindak sebagai fasilitator mendukung penuh program pemberdayaan anak yatim ini. Semoga kegiatan ini bisa manfaat untuk YFC.

Bagikan artikel ini melalui:

16 Replies to “Evan Nur Hamzah dan Gigih Prakoso Menginspirasi Youth for Change Yatim Mandiri Jombang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *