Kebijakan Yatim Mandiri dalam Pendidikan Sanggar Genius di Tengah Pandemi COVID-19

Pelatihan dan Upgrading Guru Genius Yatim Mandiri Tahun 2017 di Sekolah Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo
Pelatihan dan Upgrading Guru Genius Yatim Mandiri Tahun 2017 di Sekolah Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo

Laznas Yatim Mandiri adalah lembaga amil zakat nasional yang telah beroperasi di puluhan kota di Indonesia. Laznas Yatim Mandiri memiliki sejumlah program pendidikan untuk anak yatim dhuafa di Indonesia. Diantara sekian banyak program pendidikan untuk anak yatim dan dhuafa, Sanggar Genius adalah program pendidikan yang terdampak pandemi COVID-19. Sanggar Genius telah dibekukan kegiatan operasionalnya sejak pertengahan Maret 2020 lalu untuk mencegahnya penyebaran wabah virus corona. 

Operasional Sanggar Genius masih ditutup untuk segala jenis pembelajaran tatap muka. Penutupan Sanggar Genius diikuti oleh peniadaan kegiatan buka puasa Ramadhan bersama anak yatim. Kebijakan home learning berlaku di seluruh wilayah Jawa Timur dan berimbas pula pada pembelajaran anak-anak yatim dhuafa Pada hari ini Jumat, 26 Juni 2020 telah dilakukan video konferensi pengajar Sanggar Genius Laznas Yatim Mandiri kantor cabang Jombang. Pertemuan secara online dilakukan melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Acara meeting pengajar anak yatim dimulai pukul 14.00 dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Meeting internet antara staf program Yatim Mandiri Jombang, guru genius dan pengajar program sanggar Alquran berlangsung kondusif. Pembahasan penting dalam pembinaan guru-guru genius hari ini adalah larangan Laznas Yatim Mandiri bagi pengajar Sanggar Genius untuk melakukan pembelajaran tatap muka di daerah yang masuk zona merah dan zona kuning. Sanggar Genius hanya boleh beroperasi di wilayah zona hijau, itupun dengan persyaratan ketat. Akibat peraturan ini, kerinduan peserta didik sanggar belajar tentu saja semakin besar.

Cara rapid test corona secara online dengan aplikasi Halodoc (2)
Cara rapid test corona secara online dengan aplikasi Halodoc.

Tahap Pengaktifan Kembali Sanggar Genius

Sanggar belajar anak yatim dapat diaktifkan kembali pada wilayah zona hijau penyebaran COVID-19. Tahapan mengaktifkan kembali Sanggar Genius adalah sebagai berikut.

Pertama, Kantor Cabang Yatim Mandiri membuat form pengajuan pembukaan sanggar diajukan ke kantor Regional Office Yatim Mandiri tempat kantor cabang tersebut berada.

Kedua, Proposal pembukaan kembali Sanggar Genius wajib melampirkan Info Grafis (Link Google Map) dan Data Covid-19 Berkenaan Dengan Zona Hijau (Link Data).

Ketiga, pengajuan pembukaan kembali aktifitas belajar di sanggar genius Yatim Mandiri wajib melampirkan Surat Izin dari Ketua Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) lokasi sanggar.

Keempat, Guru Sanggar wajib berasal dari Zona Hijau penyebaran COVID-19. Hal itu dibuktikan dengan surat keterangan dari pejabat lingkungan Rukun Tetangga bahwa yang bersangkutan tinggal di alamat tersebut.

Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 - Gambar diambil dari website tci-research.com
Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 – Gambar diambil dari website tci-research.com

Agenda Belajar Anak Yatim

Agenda kegiatan belajar dan mengajar peserta didik sanggar genius di masa new normal adalah sebagai berikut.

Pertama, guru dan peserta didik sanggar melakukan persiapan pembelajaran, yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menggunakan pelindung wajah (face shield).

Kedua, pengajar sanggar menjelaskan peraturan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hari itu.

Ketiga, guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan protokol kesehatan.

Keempat, peran orang tua atau wali murid sanggar genius sangat penting dalam mendukung kegiatan pembelajaran di masa new normal.

Kegiatan Belajar Matematika Anak Yatim Piatu di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang
Kegiatan Belajar Menulis dan Mengerjakan Soal Matematika Anak Yatim Piatu di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang

Persyaratan Tambahan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan menjadi persyaratan tambahan dalam pelaksanaan pembelajaran sanggar genius di masa pandemi adalah sebagai berikut:

Pertama, Guru Sanggar Genius dengan kondisi kesehatan yang kurang baik atau memiliki resiko kesehatan (hamil atau penyakit kronis) tidak disarankan untuk mengajar di sanggar genius.

Kedua, Perlu dilakukan skrining zona tempat tinggal Guru Sanggar Genius maupun binaan oleh Staf Program Yatim Mandiri. Jika di dekat tempat tinggal guru atau binaan sanggar genius terdapat warga yang terkonfirmasi Positif Virus Corona, maka pengajar sanggar tidak diperkenankan untuk mengajar dan peserta didik tidak diperkenankan untuk belajar di sanggar genius Yatim Mandiri.

Ketiga, Sosialisasi forum tanpa tatap muka dilakukan via WhatsApp, Zoom Cloud Meeting, maupun saluran media lainnya kepada wali murid sebelum kegiatan belajar dan mengajar dilaksanakan. Guru sanggar genius mengatur ulang jadwal belajar dan mengajar agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas.

Keempat, Posisi duduk di sanggar belajar di atur dengan jarak paling dekat satu meter setiap anak. Guru tetap diharuskan menjaga jarak dengan murid.

Kelima, Skrining harian Guru dan peserta didik binaan sanggar genius dilakukan melalui Aplikasi Handphone. Jika suhu badan lebih dari 37 derajat Celcius maka guru sanggar tidak dapat mengajar dan murid tidak diperkenankan mengikuti pembelajaran di kelas.

Keenam, Tidak boleh ada perkumpulan antara pengantar maupun penjemput peserta didik sanggar. Pengantar hanya mengantar lalu pergi dan kembali untuk menjemput.

Ketujuh, Skrining suhu tubuh oleh Guru dilakukan dengan Aplikasi Android. Guru dan peserta didik wajib bermasker. Jika tidak memakai masker maka peserta didik tidak bisa mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di sanggar. Peserta didik tidak diperbolehkan jajan saat belajar di sanggar maupun saat istirahat. Peserta didik disarankan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

Kedelapan, Sanggar belajar wajib menyediakan tempat cuci tangan. Jika memungkinkan, lokasi Sanggar Belajar anak yatim disemprot cairan disenfektan setiap selesai kegiatan belajar dan mengajar.

Bagikan tulisan ini:

3 Replies to “Kebijakan Yatim Mandiri dalam Pendidikan Sanggar Genius di Tengah Pandemi COVID-19”

  1. Inilah akibat dari pemerintah Indonesia dikendalikan oleh WHO sehingga semua kegiatan pendidikan dan aktivitas ibadah umat beragama terganggu. Seandainya pemerintah lebih bijak dan tegas dalam mengambil keputusan tentu rakyat Indonesia tidak akan menderita seperti saat ini.

  2. Tidak ada yang lebih penting daripada kesehatan anak-anak peserta didik. Semoga pandemi ini segera berlalu dan anak-anak yatim di Indonesia bisa kembali belajar di sanggar jenius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *