Membangun Prestasi Diri Untuk Keunggulan Bangsa

rp_buka-puasa-anak-yatim-di-bank-bni-jombang-16-juli-2014-3.jpg
Senyum ceria anak Indonesia

Bagaimana cara membangun prestasi diri untuk menunjukkan prestasi bangsa kita? Setiap orang mempunyai tujuan hidupnya masing – masing untuk mencapai tujuan itu, orang akan menggunakan segala macam kemampuannya. Segala sesuatu yang diupayakan dengan susah payah tentu akan membuahkan hasil. Hasil dari sebuah usaha disebut PRESTASI. Prestasi dapat menjadi sebuah pendorong bagi kita untuk mendapatkan tujuan hidup kita.

Untuk mencapai sebuah prestasi kita perlu mengasah segala macam kemampuan kita dengan mengikuti segala macam kemampuan kita dengan meningkatkan segala macam kegiatan yang positif. Misalnya: olah raga, menari, membaca, les tambahan dan lain sebagainya. Pengertian prestasi adalah hasil yang diraih karena mengembangkan talenta/bakat yang dimiliki.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibanding makhluk ciptaan yang lain. Oleh karena itu kita mensyukuri dan memanfaatkan anugerah yang telah diberikan-Nya. Dengan belajar yang giat dan rajin serta bakat yang ada memungkinkan seseorang untuk memperoleh prestasi dengan apa yang diinginkan.

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi seseorang, di antaranya bakat, potensi, kecerdasan, motivasi, minat, lingkungan, keuletan dalam menghadapi tantangan, kegigihan, kesempatan dan masih banyak lagi faktor yang lain. Oleh karena itu, dalam membahas prestasi tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor seperti di atas. Mari kita cermati beberapa pengaruh tersebut dengan memulai mempelajari bakat seseorang.

Bakat sering diartikan sebagai kemampuan yang melekat dalam diri seseorang. Bakat itu sifat dasar (kepandaian) atau bawaan sejak lahir Yang dimaksud dengan bakat adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi dasar yang masih perlu dikembangkan dan di latih secara serius agar dapat terwujud. Perwujudan nyata dari bakat dan kemampuan adalah prestasi karena bakat dan kemampuan sangat menentukan prestasi seseorang. Anak yang berbakat adalah mereka yang memiliki kemampuan umum diatas rata-rata, kreatif, bertanggungjawab terhadap tugas.

Namun tidak semua anak yang memiliki intelektual tinggi selalu menunjukkan bakat, kreatifitas , dan prestasi yang unggul, hal ini sangat bergantung juga pada faktor yang lain, seperti kecerdasan emosinya. Menurut Daniel Golemen, seorang ahli psikologi berpendapat pada kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% terhadap keberhasilan seseorang. Selebihnya ditentukan oleh faktor-faktor yang lain, salah satu diantaranya adalah kecerdasan emosional (EQ). Anak yang kontrol emosinya bagus akan lebih baik dalam mengembangkan bakat yang ia miliki.

Semoga terinspirasi!

Referensi: Medali Kabupaten Jombang

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *