Pengalaman Menyelenggarakan Acara Buka Puasa Untuk Anak Yatim

Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang
Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang

Apa kabar kawa-kawan pembaca setia blog The Jombang Taste? Menyambut datangnya bulan Ramadhan tahun 2016 ini saya sudah bersiap dengan beragam agenda acara, baik yang terjadwal maupun yang tidak terjadwal. Kali ini saya akan berbagi pengalaman melaksanakan kegiatan acara buka puasa bersama anak yatim di Kabupaten Jombang. Menyelenggarakan acara buka puasa untuk audiens yang dominasi oleh anak-anak itu gampang-gampang susah. Bahkan lebih rumit daripada membuat acara sejenis untuk kalangan orang dewasa.

Pekan akhir Ramadhan menjadi hari-hari yang melelahkan sekaligus menguji daya tahan stress saya. Ada beberapa program kerja dadakan yang harus dilaksanakan serta beberapa perubahan yang membuat saya deg-degan tidak bisa tidur nyenyak. Pasalnya, saya dan kawan-kawan dalam satu tim harus mampu melaksanakan 2 kegiatan yang sam dalam 1 hari untuk audiens yang berjumlah 750 anak dan undangan sebanyak 200 orang. Hah! Saya tidak pernah membayangkan harus menjalani semua itu.

Progam kerja awal yang dibuat adalah Jumat, 11 Juli 2014 akan dilaksanakan kegiatan buka puasa untuk 250 anak yatim dan 100 orang undangan di salah satu kantor perbankan swasta di Kabupaten Jombang. Lalu besoknya, yaitu Sabtu, 12 Juli 2014 dilaksanakan kegiatan buka puasa bersama 500 anak yatim dan 150 orang undangan di Gedung Niaga Jaya Jombang. Tapi, jelang pelaksanaan kegiatan tiba-tiba perwakilan dari pihak perbankan memundurkan tanggal pelaksanaan. Artinya, Sabtu, 12 Juli 2014 dilaksanakan 2 kegiatan sekaligus. Jleb!

Otak saya berputar keras. Apa yang harus saya lakukan dalam situasi pelik seperti ini. Pengalaman tahun lalu ketika mengadakan kegiatan buka puasa bersama 500 anak yatim di Gedung Niaga Jaya sudah sangat menguras energi. Apalagi ini harus membuat dua event dengan jumlah personil tim yang kurang lebih sama. Waktu itu saya hanya bisa pasrah kepada Allah. Kalau memang Allah mengijinkan, apapun bisa terjadi.

Akhirnya musyawarah darurat dilakukan. Tim inti yang terdiri dari 14 orang dibagi menjadi 2 tim kecil. 7 orang bertugas di kegiatan buka puasa di kantor perbankan tersebut. Sedangkan personel sisanya bertugas di Gedung Niaga Jaya. Saya kebagian tugas mengkoordinasi kawan-kawan di Gedung Niaga Jaya Jombang. Jujur saja saya panik. Waktu itu saya tidak yakin bisa meng-handle acara dengan lancar. Tapi mau mengeluh apapun tidak berguna. Saya putuskan mengambil keberanian tanggungjawab.

Di Gedung Niaga Jaya, saya bertugas dalam seksi acara. Saya menjadi pembawa acara atau MC. Jam 1 siang saya sudah menyiapkan tempat di lokasi sendirian. Ya, sendirian. Kawan-kawan masih sibuk di jalan dan di luar ruangan. Dengan kondisi badan sedang berpuasa saya tekadkan harus bisa menggawang acara dengan meriah dan sukses. Saya sangat terbantu kinerja kawan-kawan yang super tangguh dan tanggap terhadap keadaan. Saya menggandeng salah satu kawan pengajar sanggar untuk menjadi pembawa acara.

Tantangan ngemsi kali ini adalah bahwa tamu utama yang hadir merupakan pejabat publik, yaitu Ibu Tjaturina Yuliastuti Wihandoko yang tak lain adalah isteri Bupati Jombang sekarang. Pengamanan dan protokoler Pemkab yang ekstra ketat sempat membuat saya nervous. Lagi-lagi saya mendapatkan keberuntungan karena dalam setiap langkah ada saja orang-orang yang memudahkan tugas dan kerja saya. Alhamdulillah acara buka puasa bersama 500 anak yatim dan 150 tamu undangan berjalan lancar.

Malam hari itu saya bisa tertidur pulas. Salah satu beban saya sudah hilang. Tapi itu bukan akhir dari petualangan seru Program Ramadhan Ceria tahun 2014. Saya dan kawan-kawan dalam tim sudah merencanakan satu kegiatan baru bertajuk Buka Puasa Bersama 700 Anak Yatim di Pendopo Kabupaten Jombang. Sekali lagi saya harus bekerja di lingkungan Pemkab Jombang. Saya sekarang lebih siap untuk segala sesuatunya. Tantangan apapun akan saya hadapi. Ya, saya bisa. Akhirnya acara itu pun terlaksana dengan lancer dan sesuai jadwal.

Kini saya sudah terlepas dari Yatim Mandiri. Meski demikian, saya masih memiliki sejumlah agenda untuk acara bersama Yatim Mandiri. Inilah pengalaman hidup yang tidak pernah diduga. Manusia hanya bisa berencana, sementara Allah akan memberikan kenyataan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Sebagai wayang dalam kehidupan, tugas kita adalah melaksanakan peran kehidupan dengan sebaik mungkin. Semoga kita senantiasa dijadikan manusia yang bisa member manfaat kepada sesama. Aamiin.

2 Replies to “Pengalaman Menyelenggarakan Acara Buka Puasa Untuk Anak Yatim”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *