Sambut Tahun Baru Hijriyah dengan Sholawat Diba’ di Kampung Mandiri dan Berdaya Desa Jarak Kecamatan Wonosalam

Apa kabar kawan komunitas blogger Jombang? Hari ini Rabu, 19 Agustus 2020 penulis menghabiskan malam di Dusun Jaraktegal Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Penulis menghadiri salah satu rangkaian acara menyambut tahun baru Hijriyah di Kampung Mandiri dan Berdaya di Desa Jarak. Kampung Mandiri dan Berdaya merupakan kawasan yang dikembangkan oleh Laznas Yatim Mandiri. Sejumlah komunitas kecil dikembangkan di Desa Jarak untuk mendukung tujuan besar mencapai desa mandiri dan berdaya.

Kegiatan pergantian tahun Hijriyah dipusatkan di musholla Desa Jarak. Para warga muslim hadir di pelataran musholla Baitul Hikmah sejak pukul 18.30 WIB. Mereka tampak guyup-rukun hadir di lokasi kegiatan. Acara dibuka dengan penampilan kelompok sholawat albanjari yang beranggotakan para remaja dari Dusun Jarak. Acara pergantian masa menuju tanggal 1 Muharram 1442 Hijriyah dilaksanakan di pelataran musholla. Para hadirin mengikuti acara dengan khidmat.

Kegiatan hari ini diawali dengan pembagian hadiah untuk para pemenang lomba-lomba yang telah diadakan oleh Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) Baitul Hikmah pada sore hari tadi. Sebagian besar peserta lomba tersebut adalah peserta didik Sanggar Genius Yatim Mandiri yang ada di Desa Jarak dan sekitarnya.

Para peserta lomba bergembira menerima hadiah lomba dari para ustadz ustadzah. Kegembiraan mereka wajar saja karena anak-anak sudah lama tidak belajar di sekolah dan mereka tidak dapat mengikuti lomba-lomba perayaan kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Acara peringatan pergantian malam tahun baru Hijriyah diawali dengan pembacaan kitab Alala oleh beberapa orang santri Madrasah Diniyah Baitul Hikmah.

Kegembiraan mereka bertambah lagi ketika tampil dalam acara pembuka peringatan menjelang tahun baru Islam 1442 Hijriah malam ini. Inilah pertama kali mereka tampil di depan umum sebagai santri TPQ dan Madin Baitul Hikmah Desa Jarak Kecamatan Wonosalam. Beberapa orang di antara mereka tampil sebagai pengisi acara Sholawat Al Banjari sekaligus dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Diba’.

Acara malam ini berakhir menjelang pukul 9 malam para warga yang telah memenuhi ruang utama mushola dan halaman berangsur-angsur membubarkan diri menjelang malam tengah malam hari ini.  Ustadz Alwi, pengasuh TPQ Baitul Hikmah berharap Desa Jarak di Wonosalam kelak bisa menjadi pusat kegiatan belajar agama Islam layaknya Pondok Pesantren Tebuireng.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi awal mula bagi pengembangan agama Islam di wilayah pegunungan di sekitar Gunung Anjasmoro,” ujarnya.

Sementara itu Ustadz Ali Masykur menambahkan bahwa pembinaan keagamaan dan keterampilan seni Islami akan terus dilakukan untuk anak-anak dan remaja Desa Jarak melalui pendidikan di TPQ dan Madrasah Diniyah Baitul Hikmah.

“Mereka memiliki kemampuan untuk berkembang lebih baik. Kita perlu mendukung mereka melalui pelatihan secara rutin dan terarah,” demikian disampaikan oleh Ustadz Ali. 

Pengelolaan Kawasan Mandiri dan Berdaya Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang
Pengelolaan Kawasan Mandiri dan Berdaya Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang

Desa Jarak adalah salah satu kawasan yang dibangun oleh Laznas Yatim Mandiri melalui program Kampung Mandiri dan Berdaya. Peresmian Kampung Mandiri Jarak dilakukan oleh Bupati Jombang beberapa bulan lalu. Dengan dilaksanakan kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan warga Desa Jarak tidak hanya sejahtera secara materi, tetapi juga terpenuhi kebutuhan rohani dalam beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mudah-mudahan acara malam hari ini bisa memberi semangat kepada warga Desa Jarak Kecamatan Wonosalam untuk lebih giat beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa di tengah perilaku toleransi beragama yang sangat kental. 

Bagikan tulisan ini:

5 Replies to “Sambut Tahun Baru Hijriyah dengan Sholawat Diba’ di Kampung Mandiri dan Berdaya Desa Jarak Kecamatan Wonosalam”

  1. Selamat berdakwah kang! mudah-mudahan agama Islam selalu berkembang di wilayah pegunungan. Nanti tantangannya bukan hanya dari luar, melainkan justru lbh bnyk dari dalam diri penduduk itu sendiri. mereka harus Sejahtera secara ekonomi agar nyaman dan merasa aman untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  2. Berdakwah di daerah terpencil dan di pegunungan membutuhkan nyali yang besar. Tantangannya berasal dari dalam diri kita sendiri ketika berhadapan dengan adat dan kebiasaan baru di lokasi tersebut. Apakah kita bisa menyesuaikan diri dengan tradisi yang ada atau justru masyarakat yang akan menghabisi kita karena ketidakmampuan kita dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru itu.

  3. Barokalloh mas. Kepedulian kepada anak-anak yatim di sekitar kita di masa pandemi ini merupakan wujud nyata dari pengamalan ibadah kepada sesama manusia.

  4. barokalloh pak agus. saya sdh mengikuti aktifitas pak agus sejak tahun 2014 saat msh aktif di yatim mandiri. semoga Allah selalu memberikan keberkahan dlm hidup panjenengan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *