Semarak Bukber Mr. Masudin dan Pesantren Ramadhan Kreatif 2016 Angkatan Kedua

Ramadhan Selaksa Cinta kembali mewarnai perhelatan bulan puasa tahun 2016. Rabu, 29 Juni 2016 menjadi hari yang paling melelahkan di bulan Ramadhan tahun ini. Saya memiliki empat agenda acara yang berlokasi berbeda-beda dan saling berjauhan. Dua acara besar dilaksanakan di kediaman Mr. Masudin di Dusun Tetanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, yaitu buka puasa Ramadhan bersama 300 anak yatim dan Pesantren Ramadhan Kreatif 2016 Angkatan Kedua. Event Ramadhan Selaksa Cinta di rumah salah satu sahabat dekat artis ibukota Opick itu diekspos besar-besar melalui media televisi maupun media cetak.

Dua event dalam satu hari di Banyuarang ini merupakan sinergi Yayasan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang dengan Mr. Masudin, pakar terapi pendengaran yang sudah terkenal di dalam dan luar negeri. Sebenarnya jadwal saya mengisi acara hanya di Pesantren Ramadhan Kreatif. Namun niat silaturahmi dengan para pengasuh panti asuhan membawa saya untuk hadir lebih awal dan bergabung dengan para peserta buka puasa bersama anak-anak yatim di Jombang selatan itu. Rencana awal kegiatan ini akan dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang. Namun sampai acara bukber usai tidak satupun pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang tampak hadir di lokasi kegiatan.

Acara buka puasa bersama anak-anak yatim ini disiarkan secara langsung oleh Dhoho TV. Oleh karena itu, konsep acara dibuat sedemikian rupa agar publikasi nama Mr. Masudin bisa menggaung dimana-mana. Sayangnya, karena terlalu fokus pada siaran langsung televisi, panitia pelaksana justru kurang memperhatikan keberadaan anak yatim yang seharusnya menjadi bintang utama acara televisi. Selepas makanan buka puasa diberikan, anak-anak yatim dan tamu undangan terkesan dibiarkan begitu saja untuk mencari tempat sholat sendiri. Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bersama bahwa semeriah apapun acara yang ditayangkan di televisi namun aktifitas ibadah sholat jangan sampai terganggu.

Motivasi Sukses Ilmuwan Muslim

Kendati kondisi tubuh sudah sangat lelah, saya memaksakan diri untuk tetap aktif menyampaikan materi Success Story tokoh-tokoh ilmuwan dan panglima perang muslim pada pukul delapan malam. Sama seperti halnya saya yang sudah kehabisan energi sejak pagi, lima puluh orang peserta Pesantren Ramadhan Kreatif 2016 Angkatan Kedua membutuhkan lebih banyak icebreaking selama acara berbagi cerita sukses berlangsung seru. Saya beruntung sudah mengenal sebagian besar dari lima puluh anak-anak tersebut sehingga presentasi saya bisa berlangsung lebih fleksibel. Ramadhan Selaksa Cinta bukan hanya menguji kesabaran, tetapi juga ketulusan berbagi dengan penuh kasih sayang.

Sama seperti halnya presentasi success story yang sama bawakan pada Pesantren Ramadhan Kreatif 2016 Angkatan Pertama, saya pun memberikan materi yang sama kepada peserta angkatan kedua ini. Biografi ahli ilmu kimia Jabir Ibnu Hayyan, Abulcasis sang Bapak Ilmu Bedah Modern, Abul Wafa Buzjani penemu Trigonometry, Ibnu Sina sebagai Bapak Ilmu Pengobatan Modern, dan Abu Rayhan Biruni ahli astronomi tampil di slide presentasi. Selain itu, ada nama-nama tokoh Islam Syurahbil bin Hasanah, Amr bin Ash, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sa’ad bin Abi Waqqas, Salahuddin Ayyubi, Thariq bin Ziyad, Khalid bin Walid, Abdullan bin Amr, dan Muhammad Al-Fatih di deretan jenderal perang Islam yang patut diteladani.

Saya menampilkan lebih banyak video-video inspiratif dari Youtube mengenai kehidupan para ilmuwan Islam dari sejak kecil sampai mereka meninggal dunia. Dan sekali lagi trik saya ini berhasil membangunkan para peserta yang mulai dilanda rasa kantuk akibat capek seharian mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan Kreatif. Mereka membutuhkan lebih dari sekedar penjelasan dengan suara. Mereka membutuhkan visualisasi agar dapat menangkap pesan cerita sukses lebih baik. Disinilah peran teknologi modern memudahkan kita dalam berdakwah menyebarluaskan wawasan Islami kepada anak-anak. Keberadaan sistem informasi yang baik dapat mengurangi efek bias makna pada pengajian agama yang dilakukan secara tradisional di desa-desa.

Tampil dan menyajikan kisah sukses dihadapan seratus anak-anak istimewa selama dua kali angkatan kegiatan Pesantren Ramadhan Kreatif 2016 merupakan hal yang tidak pernah saya sangka. Saya bersyukur bahwa Allah masih memberikan kesempatan bagi saya untuk bisa memotivasi orang lain selama bulan Ramadhan tahun 1437 Hijriyah ini. Semoga segala usaha yang telah saya lakukan selama bulan Ramadhan tahun ini bisa memberikan manfaat bagi anak-anak. Saya berdoa semoga Allah mempertemukan saya dengan Ramadhan Selaksa Cinta tahun depan. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *