Serunya Jalan-jalan Bersama Anak Yatim ke Eco Green Park Kota Wisata Batu

Tips Fotografi Pemula - Mengenal macam-macam aksesoris kamera
Tips Fotografi Pemula – Mengenal macam-macam aksesoris kamera

Minggu, 5 Januari 2020 kemarin penulis beserta 120 anak yatim mengikuti kegiatan liburan awal tahun ke tempat wisata Eco Green Park di Kota Wisata Batu. Kegiatan liburan bersama anak yatim ini diikuti oleh anak-anak yatim di bawah binaan Yayasan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang.

Sebagian besar anak yatim yang mengikuti acara traveling ke Eco Green Park adalah peserta didik Sanggar Genius Yatim Mandiri. Sanggar Genius adalah program pendidikan berupa pendampingan belajar diluar sekolah yang ditujukan untuk anak-anak yatim dan dhuafa di Indonesia.

Harga Tiket Masuk

Penulis berangkat berlibur ke Eco Green Park Batu dari rumah pukul enam pagi bersama beberapa anak yatim. Kami menunggu kedatangan bus di titik kumpul pertigaan Pasar Ngoro. Perjalanan dari Ngoro ke Kota Wisata Batu dimulai pukul delapan pagi. Penulis dan beberapa anggota Panitia menciptakan suasana yang menyenangkan di dalam bus yang bergerak pelan di punggung gunung.

Perjalanan bus membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Kami sampai di halaman parkir objek wisata Eco Green Park Batu sekitar pukul sepuluh pagi. Panitia bergegas antre di loket pembelian tiket masuk. Harga tiket masuk ke obyek wisata Eco Green Park Kota Batu sebesar Rp75.000 per orang. Setiap wisatawan yang masuk akan dibantu petugas check in untuk memakai gelang tanda tiket masuk ke objek wisata Eco Green Park Batu.

Puncak Keramaian Liburan

Suasana tempat liburan Eco Green Park Batu pada hari Minggu itu sangat ramai. Kondisi ini bisa dimaklumi karena tanggal 5 Januari 2020 adalah kesempatan terakhir bagi keluarga untuk memanjakan anak-anak mereka disisa hari libur sekolah. Keesokan harinya pada tanggal 6 Januari 2020 semua siswa di Jawa Timur telah memulai aktivitas belajar di sekolahnya masing-masing.

Tumpukan pengunjung wisata Eco Green Park Batu sangat terasa sejak pintu masuk. Kami harus rela berdesakan dengan ratusan pengunjung lain disepanjang wahana-wahana yang tersedia di tempat wisata Eco Green Park. Cuaca gerimis di tengah hari tidak menyurutkan langkah para wisatawan untuk berlibur di wisata Eco Green Park.

Flashmob Banteng Monelan

Kedatangan kami di pintu masuk obyek wisata Eco Green Park Kota Wisata Batu disambut dengan sekelompok penari tradisional Banteng Monelan. Kesenian khas Kabupaten Malang ini menawarkan kepada pengunjung ikut untuk ikut menari bersama. Tarian flashmob Banteng Monelan ini diikuti oleh 5 orang.

Penulis adalah salah satu wisatawan pengunjung Eco Green Park yang tertarik untuk mengikuti flashmob tari Banteng Monelan. Pengalaman pertama ini tidak terduga karena awalnya penulis hanya mengajarkan anak-anak untuk berani tampil didepan umum. Ternyata penulis pun harus memberi contoh gerakan jaranan ini di hadapan anak-anak. Dengan hati yang berdebar-debar akhirnya penulis menyelesaikan tugas menari dengan dua orang penari tradisional Banteng Monelan.

Feeding Penguin Show

Setelah ikut menari Tari Tradisional Jaranan dari kabupaten Malang, kami pun segera memasuki sejumlah area wisata di tempat wisata Eco Green Park Batu. Ada banyak sekali wahana permainan yang mengandung nilai edukasi atau pendidikan untuk wisatawan yang berkunjung ke sana.

Diantara wahana belajar yang paling disukai oleh anak-anak di Eco Green Park adalah mengenal kehidupan hewan penguin. Penguin termasuk burung yang tidak bisa terbang. Penguin bergerak dengan cara berjalan di atas tanah dan berenang di dalam air.

Pada kesempatan liburan kemarin, penulis dan anak-anak Sanggar Genius Yayasan Yatim Mandiri menyaksikan kehidupan penguin secara langsung di depan mata. Salah seorang pengunjung objek wisata Eco Green Park Batu diajak adu kecepatan antara renang penguin dengan lari manusia. Sungguh pengalaman yang sangat seru.

Bioskop 3 Dimensi

Selain menyaksikan kehidupan binatang penguin yang pandai berenang, para peserta juga diajak untuk mengikuti tayangan bioskop 3 dimensi. Semula penulis mengira bioskop 3 dimensi akan berlangsung seperti tayangan bioskop 3 dimensi di objek wisata Gumul Paradise Island di Kediri. Ternyata dugaan itu salah. Tayangan bioskop 3 dimensi di objek wisata Eco Green Park Batu tidak menggunakan kacamata tiga dimensi melainkan langsung dengan mata telanjang.

Studio bioskop 3 dimensi di wisata Eco Green Park berbentuk kubah melingkar. Penonton dapat menyaksikan tayangan bioskop dari berbagai arah. Penulis dan anak-anak Sanggar Genius duduk berselonjor di atas karpet. Lakon cerita dalam bioskop 3 dimensi kali ini adalah tokoh pewayangan Hanoman. Anak-anak pun ikut histeris menyaksikan pertempuran raja kera Hanoman dengan Raja Rahwana.

Tersesat di Rumah Kaca

Wahana bermain dan belajar di tempat wisata Eco Green Park Batu selanjutnya yang sangat menarik adalah rumah cermin. Sebagian besar anak-anak menyebut wahana ini sebagai rumah kaca. Setiap wisatawan dapat menguji keberanian mereka untuk melalui jalan dan lorong supaya sampai di pintu keluar. Lorong sempit itu dikelilingi dengan puluhan cermin dengan bentuk persegi.

Penulis dan beberapa anak Sanggar Genius sempat tersesat di salah satu sudut rumah kaca ini. Beruntung penulis tidak tersesat sendirian karena terdapat sebuah keluarga wisatawan asing yang ikut berlibur di sana dan sama-sama tersesat. Akhirnya kami bekerjasama mencari jalan keluar di Wahana Rumah Kaca ini. Syukur alhamdulillah kami akhirnya bisa keluar dari jebakan berbagai macam bayangan cermin di hadapan kami.

Asyik Berfoto di Rumah Terbalik

Wahana bermain dan liburan berikutnya yang ada di Eco Green Park Kota Wisata Batu adalah rumah terbalik. Wahana ini menawarkan suasana horor seperti menyaksikan tayangan film di Hollywood yang terkena bencana angin tornado. Penulis dan beberapa wisatawan lainnya berjalan menyusuri lorong-lorong rumah yang dibangun dengan konsep terbalik.

Semua perabotan rumah dibuat dan ditata dengan kondisi terbalik. Perabotan yang dipajang itu mulai dari meja tamu, kursi tamu, meja makan, ruang dapur, kloset WC, lemari buku, bahkan lampu-lampuĀ  pun disusun terbalik. Disinilah keasyikan berlibur ke Wahana Rumah Terbalik di Eco Green Park. Kami pun asyik berfoto dengan latar belakang tempat liburan yang instagramable ini.

Miniatur Candi-candi

Jalan-jalan ke tempat wisata Eco Green Park Batu semakin menyenangkan karena disana terdapat miniatur beberapa candi yang ada di provinsi Jawa Timur. Diantara miniatur candi yang terdapat di Eco Green Park adalah miniatur Candi Prambanan. Penulis berlomba mendaki tangga-tangga bangunan candi yang ada di objek wisata Eco Green Park bersama anak-anak. Agak ngos-ngosan juga sih. Tapi tetap happy.

Petualangan di atas miniatur candi di perbukitan ini sangat menyenangkan. Sesampai di atas, penulis bisa berfoto dengan latar belakang Gunung Panderman yang indah. Acara jalan-jalan dan liburan ke tempat wisata Eco Green Park Batu ternyata sama juga menyenangkan seperti berlibur ke tempat wisata alam. Obyek wisata ini menawarkan beragam hiburan mulai dari tempat wisata edukasi, tempat wisata keluarga, hingga obyek wisata alam yang sangat indah.

Selain beberapa wahana di atas, sebenarnya masih banyak tempat bermain dan belajar yang dapat anda kunjungi di tempat wisata Eco Green Park kota Batu. Untuk artikel kali ini penulis cukupkan sampai disini saja. Lain kali penulis akan menyambung lagi dengan ulasan tempat wisata Eco Green Park Batu yang lebih lengkap.

Bagaimana dengan pengalaman anda berlibur ke tempat wisata di Batu? Apakah anda sudah pernah berlibur ke wisata edukasi Eco Green Park? Silakan berbagi pengalaman jalan-jalan ke tempat wisata di Malang dan sekitarnya pada kolom komentar di bawah ini.

Bagikan tulisan ini:

3 Replies to “Serunya Jalan-jalan Bersama Anak Yatim ke Eco Green Park Kota Wisata Batu”

  1. Aku nggak nyangka ternyata masih banyak anak muda yang peduli terhadap pendidikan anak yatim di Indonesia. Td nya aku pikir tugas mendidik &menyantuni nya itu tugas negara. ternyata orang-orang biasa pun banyak yang peduli. Saluuuut…

  2. Ada satu fenomena yang ditangkap dengan sangat baik oleh pengelola tempat wisata kreatif di Indonesia yaitu manfaatkan momentum sosial media untuk promosi gratis potensi wisata daerah mereka.

    Kali ini kita harus berterima kasih kepada para blogger dan youtuber yang sudah mau mengulas potensi wisata di daerahnya masing-masing secara gratis.

    Mereka ini nggak dibayar oleh pemerintah tapi dengan sukarela membantu mempromosikan nya. salut deh untuk mereka semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *