Ku Tak Mau Menjadi Gembala Kehidupan Liarmu

Penggembala Cinta
Aktifitas penggembala kambing

Great outside, fragile inside. Apa yang terlihat pada permukaan bukanlah realitas yang sebenarnya. Di rintik hujan senja itu ku tuntun kamu dan kawan-kawanmu. Engkau tahu apa yang terbaik untuk langkahmu. Tapi engkau tidak mau berjalan ke arah sana. Mengapa engkau menanti datangnya sebuah juru selamat sementara engkau tahu kemandirian hidup adalah hak setiap yang bernyawa.

Aku bukanlah gembala kehidupanmu dan selamanya aku tidak akan berada pada posisi itu. Engkau terlalu liar untuk mendapatkan setiap kedamaian. Engkau terlalu posesif untuk memiliki kebahagiaan itu sendirian. Kini kau harus melangkah dalam kebutaan langkah. Inilah akibat dari kebisuanmu selama ini. Ribuan kata yang tersiram pada akar-akar kehidupanmu telah kau abaikan laksana sinar surya menguapkan titik-titik embun di pagi hari.

Berjalanlah tanpa seorang gembala cinta. Jangan pernah menoleh padaku sampai engkau terpuaskan oleh petualang asmaramu di padang savana tandus. Turuti langkahmu sampai engkau tahu satu saat engkau akan kembali pada yang terkasih. Pada saat itu, setiap rintik hujan yang tersebar di mega kelabu akan membiaskan ragam indah pelangi di sudut sana. Melangkahlah sampai engkau tahu kapan harus berhenti. Disini.

One Reply to “Ku Tak Mau Menjadi Gembala Kehidupan Liarmu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *