Rapat Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 Karang Taruna Desa Asem Gede

Sejarah dan Teknik Permainan Olahraga Bolavoli - Gambar pemuda sedang bermain olahraga bola voli
Sejarah dan Teknik Permainan Olahraga Bolavoli – Gambar pemuda sedang bermain olahraga bola voli

Organisasi pemuda Karang Taruna berkembang di desa sebagai salah satu usaha penting dalam pembangunan mental dan pembentukan karakter kepemimpinan di wilayah yang jauh dari kota. Senin, 25 Juli 2016 menandai dimulainya kehadiran saya dan 20 orang kawan-kawan mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng lainnya dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Desa Asemgede Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Tidak banyak waktu tersedia bagi kami untuk beristirahat. Kami tiba di wilayah tapal batas Jombang-Lamongan itu siang hari. Lantas kami mengikuti kegiatan rapat Karang Taruna di malam hari.

Rapat Karang Taruna Asem Gede kali ini membahas pembentukan struktur panitia peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 Desa Asem Gede Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Telah disepakati panitia Agustusan kali ini adalah Fajar (Ketua), saya (Wakil Ketua), Farid (Sekretaris), Ayu Azizah (Wakil Sekretaris), Nonik (Bendahara), Titik Nur Avivah (Wakil Bendahara), serta beberapa anggota lain yang membidangi seksi-seksi. Secara umum saya menilai rapat Karang Taruna Asem Gede dapat berlangsung dengan lancar dan sesuai harapan. Remaja Asem Gede yang mengikuti rapat malam itu berjumlah sekitar 80 orang. Sebuah potensi yang luar biasa untuk sebuah desa yang berada di daerah terpencil.

Setelah mengikuti rapat Karang Taruna Asem Gede, saya sudah tidak mampu menahan kantuk. Waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Namun sepertinya para remaja belum ingin kembali pulang ke rumah mereka masing-masing. Demikian juga dengan para penduduk di sekitar Balai Desa Asem Gede tampak masih asyik menikmati tontonan acara televisi di rumah mereka masing-masing dengan kondisi pintu rumah terbuka lebar. Saya berpikiran mungkin mereka memang sudah terbiasa tidur larut malam. Bagi saya yang tidak terbiasa tidur larut malam, tentu saja kebiasaan warga Asemgede ini menjadi dilema tersendiri. Mengurangi durasi tidur adalah solusinya. Sisi baiknya adalah keamanan di desa ini pun dapat dibilang cukup bagus. Kendaraan bermotor tidak perlu dimasukkan rumah namun sudah cukup aman untuk tidak dicuri orang.

Lingkaran bukit yang mengelilingi Desa Asem Gede merupakan pembatas alam sekaligus jaminan bagi kehidupan warganya. Alam memberikan modal kehidupan yang harus dipertahankan dan dikembangkan eksistensinya. Guyup rukun dan semangat kekeluargaan yang berkembang secara turun-temurun diantara masyarakat Asem Gede merupakan modal sosial yang kuat dalam membangun desa. Semoga usaha yang akan diaksanakan oleh Karang Taruna Desa Asem Gede dalam memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia mampu memberikan kemanfaatan bagi penduduk setempat. Mungkin sebagian orang memandang kegiatan ini sebagai aktifitas hura-hura yang tidak berdampak apapun terhadap perkembangan mental. Namun saya optimis sedikit keberhasilan merangkul generasi muda akan memberikan pengaruh besar dalam kehidupan beberapa puluh tahun mendatang.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *