Cerita Rakyat Australia: Asal Mula Ular Hitam Memiliki Racun Bisa yang Mematikan

Cerita Rakyat Kalimantan Tengah: Legenda Sangi, Manusia Ular Dari Sungai Kahayan
Cerita Rakyat Kalimantan Tengah: Legenda Sangi, Manusia Ular Dari Sungai Kahayan

Apa kabar sobat blogger Jombang? The Jombang Taste kembali hadir dan mengulas cerita-cerita rakyat yang menarik dan unik ke hadapan Anda. Pada beberapa artikel sebelumnya telah kita bahas asal-usul daratan Selandia Baru dan legenda Dewi Api suku bangsa Maori. Cerita rakyat kali ini bergeser ke negara Australia mengenai asal-usul ular memiliki bisa mematikan. Bagaimanakah asal mula kisah asal-usul racun bisa ular hitam? Berikut ini cerita rakyat suku bangsa Aborigin selengkapnya.

Menurut buku Ride With The Sun, konon ketika usia dunia masih sangat muda, keadaan binatang jauh berbeda dengan sekarang. Di kala itu. Oyu-bu-lui, si Ular tidak berbisa sama sekali. Hewan ular saat itu tidak ditakuti karena tidak memiliki racun. Sebaliknya Mungoon-gali, si Biawak besar mempunyai bisa dan ditakuti oleh semua hewan dan manusia penghuni bumi.

Menurut cerita suku bangsa Aborigin, penduduk asli negara Australia, Mungoon-gali waktu itu jauh lebih besar daripada sekarang. la ditakuti oleh setiap manusia yang menghuni bumi ini. Sebab kemana saja ia pergi, ia membunuh tanpa mengenal ampun. Senjatanya yang ampuh ialah bisanya. Siapa pun takut kepadanya.

Pada suatu hari seluruh binatang mengadakan musyawarah besar di tepi danau. Maksudnya untuk mencari akal bagaimana caranya menghentikan pembunuhan manusia oleh biawak yang tidak mengenal ampun itu. Rapat dunia hewan berlangsung seru. Semua hewan mengusulkan cara untuk menghentikan teror biawak yang mematikan.

Banyaklah kata-kata serta usul yang dikemukakan dan pembicaraan menjadi ramai mencari jalan untuk menolong manusia dari kemusnahan. Tetapi semua itu sia-sia. Tak satu rencana pun yang baik. Tampaknya musyawarah itu gagal. Para hewan ketakutan untuk melawan kekuatan bisa beracun milik biawak yang jahat.

Akan tetapi ketika rapat hampir bubar datanglah Ooyu-bu-lui, si Ular Hitam. la menanyakan apa yang sedang dibicarakan dalam rapat itu. Dinewan, si Burung Kesuari menjawab bahwa mereka sedang merundingkan bagaimana dapat menolong manusia dari kekejaman biawak yang membabi buta itu.

Bahkan si Bohra, kangguru menambahkan, “Jika kita berkelahi dengannya, kitalah yang akan terbunuh oleh bisanya yang selalu ia bawa dalam kantongnya yang tersembunyi. Kita sendiri sebenarnya tidak rela jika manusia, saudara kita sampai dibunuh, akan tetapi apa daya kita?”

Sesudah berdiam sejenak Ooyu-bu-lui, si Ular Hitam, berkata, “Akulah yang akan menyelamatkan manusia dari kesombongannya!”

Hadirin heran. “Apa yang akan engkau lakukan?” tanya mereka.

“Ini rahasiaku!”, sahut ular hitam itu mantap.

“Tetapi sebelum matahari terbenam besok, aku sudah berhasil mengambil kantong bisa si Mungoon-gali itu.”

Mereka tidak percaya. “Kalau begitu sebelum matahari terbenam besok engkaulah yang pasti mati dibunuh oleh si Mungoon-gali. Siapa pun yang berkelahi melawan biawak itu pasti mati!”

“Apakah aku mengatakan akan berkelahi?” kata ular hitam dengan suara mantap.

“Tidak adakah jalan lain untuk menundukkan biawak itu tanpa berkelahi? Aku tahu siapa pun yang adu tenaga dengan biawak itu tentu akan menemui ajalnya. Akan tetapi aku tidak akan berkelahi dengannya. Sebab aku masih mau hidup. Aku pasti berhasil mendapatkan kantong bisanya! Aku sama sekali tidak takut kepada Mungoon-gali!”

Cerita Rakyat Australia

Menurut cerita rakyat Aborigin, si Ular Hitam itu pergi dan meninggalkan rapat itu sambil memikirkan bagaimana caranya mengalahkan si Biawak. la tahu bahwa ia harus Iebih pandai dan cerdik untuk dapat mengalahkannya. Bukankah biawak itu Iebih besar dan lebih kuat?

Tetapi yang paling berbahaya adalah kantong bisanya! Akhirnya ular itu memutuskan untuk menunggu sampai biawak itu dalam keadaan kenyang. la pergi mendekati tempat Mungoon-gali berbaring dan tidur.

Ketika matahari pagi-pagi terbit, ular itu melihat si Biawak keluar dari liangnya. Lalu ia mengikutinya dari belakang. Tak lama kemudian ia melihat bagaimana hewan itu menyerang tiga manusia, membunuh mereka dengan bisanya, kemudian dimakannya sampai habis.

Akhirnya ia pulang. la sudah kenyang. Begitu sampai di rumah ia segera tidur. “Sekaranglah waktunya aku untuk bertindak!”, pikir ular hitam sambil maju perlahan-lahan.

la sudah mengangkat sebuah tongkat untuk membunuh si Biawak pada waktu itu juga, akan tetapi tiba-tiba pikiran lain timbul padanya. “Aku harus tahu di mana ia menyembunyikan kantong bisanya itu”, pikirnya.

“Dan bagaimana ia mempergunakannya? Jika aku bisa mendapatkan kantong bisa itu, akulah yang menjadi paling kuat dan paling ditakuti oleh siapa pun!” la tak jadi memukul.

la menunggu. Si Biawak gelisah tidurnya. Akhirnya ia bangun, duduk dan tampak olehnya si Ooyu-bu-lui. la marah sekali. Dengan segera ia maju untuk membunuh ular yang kurang ajar itu. Akan tetapi ular itu cepat berteriak.

“Jangan! Jangan bunuh aku! Dengarlah dulu apa yang akan kukatakan. Sudahkah engkau mendengar bahwa semua hewan sepakat untuk membunuhmu?”

Biawak itu tertawa. “Sedikit pun aku tidak takut kepada mereka,” sahutnya. “Apakah yang dapat mereka lakukan? Tidakkah aku telah membunuh banyak manusia sehingga merekapun takut? Apalagi binatang seperti kalian!”

Ular hitam menggelengkan kepalanya. “Jangan pandang remeh mereka,” katanya.

“Selama kau takut apa yang akan mereka lakukan kau tidak perlu takut. Akan tetapi jika kau tidak tahu rencana mereka itu, berbahaya!” Mungoon-gali tak segera menjawab.

“Jika begitu katakanlah,” ujarnya tidak lama kernudian.

“Itulah sebabnya aku datang kemari.” jawab ular hitam lagi.

“Tetapi tadi kau akan membunuhku. Jadi untuk apa akan aku selamatkan jiwamu?”

“Lekas katakan! Sebagai imbalan nyawamu pun akan aku selamatkan! Begitu pula seluruh jenismu tak akan kuganggu untuk selama-lamanya!”

“Ah, kau berjanji! Bagaimana aku tahu bahwa kau akan menepati janjimul”

“Mintalah apa yang kau inginkan dan aku berikan untuk meyakinkanmu!” jawab Mungoon-gali mantap.

Ular hitam mengangguk. “Begini,” katanya.

“Sementara aku menceritakan apa yang akan dilakukan oleh persekutuan binatang itu, aku minta kau memberikan uncang bisamu kepadaku. Biar aku yang pegang. Hanya dengan cara demikianlah aku akan merasa aman. Barulah akan kuceritakan segala pembicaraan pada rapat binatang guna membunuhmu!”

Mungoon-gali menggeleng. “Mintalah apa saja yang lain, akan tetapi jangan bisaku ini!” jawabnya. Kisah dongeng dari negara Australia ini semakin seru karena tipu muslihat ular hitam berlanjut.

“Nah, begitulah kau selalu!” kata ular hitam sambil tersenyum masam.

“Ingat, aku datang kemari untuk menyelamatkan jiwamu. Dan engkau sendiri yang mengatakan supaya aku minta apa saja supaya aku merasa aman. Lalu kamu menolak. Kalau begitu, simpanlah bisamu. Aku pun akan menyimpan ceritaku!”

Ride with the sun - Creative Doodle art by Roger Duvoisin
Ride with the sun – Creative Doodle art by Roger Duvoisin

Cerita Dongeng Negara Australia

Kemudian ular hitam bergerak seolah-olah hendak pergi.

“Nanti dahulu,” jerit biawak. “Mintalah syarat lain.”

Ular hitam menggeleng. “Tidak mungkin. Hanya itulah syaratku!”

Cerita rakyat Australia menyatakan bahwa karena tidak ada jalan lain maka biawak mengeluarkan uncang bisanya, lalu diletakkannya di atas tanah di sisinya.

“Ini dia,” katanya. “Tetapi jangan sekali kali kau sentuh. Bisa ini terlalu berbahaya bagimu. Kau akan mati kena bisa ini.”

“Aku sedikit pun tidak takut,” jawab ular. “Letakkan bisa itu di tanganku. Jika tidak aku pergi.”

“Jangan pergi,” kata biawak sambil meletakkan uncang berisi bisa itu di atas tangan ular.

“Sekarang ceritakanlah tentang komplotan itu.”

“Inilah ceritanya,” kata ular hitam sambil menyimpan kantong bisa itu dalam mulutnya sendiri.

“Seekor binatang akan mengambil kantong berisi bisa darimu, sehingga engkau tidak bisa mengganggu manusia lagi. Dan akulah yang bersumpah melakukan itu. Bahkan aku berjanji sebelum matahari terbenam hari ini, aku sudah akan menguasai bisamu itu. Kau tahu bahwa aku tidak kuat untuk melawanmu dengan tenaga. Maka aku datang dengan tipu muslihat. Ternyata kau terkecoh. Sekarang aku harus pergi untuk melapor kepada hewan-hewan lain.”

Sebelum Mungoon-gali sadar apa yang telah terjadi, Ooyu-bu-lui sudah menghilang. Dengan cepat ia memburunya, akan tetapi karena terlalu kenyang, ia tidak dapat mengejar ular itu.

Ketika Ooyu-bu-lui sampai di tepi danau, seluruh hewan sudah berkumpul. Ada burung kesuari, kangguru, kijang dan lain-lain. Akhirnya ular menceritakan apa yang telah terjadi. Semua hewan memujinya. Namun cerita dongeng suku Aborigin ini tidak berhenti sampai disini.

Hewan-hewan tampak mulai resah. Ia meminta kantong bisa biawak agar bisa dilenyapkan dan tidak disalahgunakan oleh hewan-hewan lain untuk berbuat jahat.

“Sekarang berikanlah kantong bisa itu kepada kami, sehingga kami dapat memusnahkannya,” kata mereka. Akan tetapi ular menolak.

“Mengapa aku harus memberikan bisa itu kepada kalian? Bukankah aku yang mendapatkannya? Akulah yang akan menyimpannya!”

“Jika kau tidak menyerahkan bisa itu, kau tidak diperbolehkan lagi berkumpul dengan kami,” jawab hewan-hewan itu.

Ular hitam tertawa. “Aku akan datang kapan saja aku mau,” ujarnya.

“Kalau begitu kau akan kami bunuh! Kau tidak sebesar dan segarang si Biawak!”

Ular itu menyeringai. “Kalian lupa uncang bisa yang sekarang kumiliki,” ujarnya.

“Siapa pun yang menggangguku, pasti mati.”

Semua binatang yang ada di situ baru sadar. Dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa ketika ular itu pergi. Semenjak itu Ooyu-bu-lui, si Ular Hitam, selalu membawa uncang berisi bisa itu di dalam mulutnya. Siapa pun yang digigitnya pasti mati. Sebaliknya Mungoon-gali sejak hari itu tidak mempunyai senjata lagi, sehingga tidak ditakuti oleh siapa pun. Gigitannya tidak lagi mematikan manusia.

Cerita rakyat suku Aborigin menyatakan bahwa sejak itu pula manusia mulai menjauhi ular hitam. Tapi Mungoon-gali tidak pernah berhenti berusaha untuk mendapatkan kembali uncang bisanya. Kapan saja dan di mana saja ia bertemu dengan Ooyu-bu-lui, selalu terjadi perkelahian sengit.

Meskipun ular hitam berbisa, ia tak pernah berhasil membunuh seekor biawak, sebab Mungoon-gali adalah seorang dukun yang sakti, ia tahu obat yang dapat melawan bisa itu. Kalau ia sampai tergigit oleh ular hitant, dengan segera ia mencari akar atau dedaunan yang bisa menawarkan bisa itu. Dan hilanglah kekuatan bisa itu. Akan tetapi ini adalah rahasia yang hanya diketahui oleh bangsa biawak.

Demikianlah cerita dongeng asal-usul racun bisa pada ular menurut cerita rakyat suku bangsa Aborigin dari negara Australia. Amanat cerita rakyat Australia ini adalah jangan pernah menyalahgunakan kekuasaan dan kekuatan yang kita miliki. Berbagai bentuk kelebihan yang kita miliki hendaknya digunakan untuk membantu sesama.

Semoga artikel cerita dongeng rakyat Australia ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Sampai jumpa di artikel The Jombang Taste berikutnya.

Daftar Pustaka:

Courlander, Harold. 1955. Ride With The Sun. New York: McGraw-Hill Book Company.

10 Replies to “Cerita Rakyat Australia: Asal Mula Ular Hitam Memiliki Racun Bisa yang Mematikan”

  1. Lumayan ini buat nambah refrensi cerita fabel ke anak-anak.
    Salam buat warga Tebuireng pak, Soalnya dulu saya pernah belajar disitu dan warganya sangat ramah-ramah.

  2. ular hitam adalah lambang iblis yang merasuki perilaku jahat manusia. cerita yang bagus untuk dijadikan motivasi hidup agar hati-hati melangkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *