Cerita Lucu Pencuri Bodoh Merangkul Cahaya Rembulan

Cerita Rakyat Sulawesi Utara Dongeng Sigarlaki dan Limbat dari Tondano
Cerita Rakyat Sulawesi Utara Dongeng Sigarlaki dan Limbat dari Tondano

Ada seorang kepala pencuri masuk ke dalam rumah seorang saudagar dari lotengnya. Perbuatannya itu diketahui oleh yang punya rumah. Maka saudagar kaya itu membangunkan istrinya, diberitahukan, rumahnya telah dimasuki pencuri dan disuruhnya pura-pura menanyakan dari manakah ia beroleh harta kekayaan yang banyak itu.

Maka bertanyalah wanita itu kepada suaminya, “Hai suarniku, cobalah Tuan hamba terangkan kepada hamba dari manakah Tuan peroleh harta kita yang banyak itu?”

Ketika pencuri mendengar suara istri saudagar itu, diamlah ia sambil mendekatkan telinganya ke pintu di sisi loteng. Ia mendengarkan hati-hati. Ketika itu bulan sedang bersinar dengan terang-benderang. Dari pintu loteng itu cahaya bulan masuk menerangi dalam rumah. Adapun saudagar tadi berbuat pura-pura marah kepada isterinya karena pertanyaan tadi.

“Hai isteriku,” katanya. “Berkat karunia Tuhan engkau telah menjadi orang yang berharta. Apa gunanya ditanyakan pula dari mana harta itu datangnya. Diamlah dan makanlah apa yang ada. Aku takut menjawab pertanyaanmu itu, kalau-kalau didengar orang kita juga akan binasa.”

“Katakan saja kepadaku, suamiku,” jawab perempuan itu pula, “Siapa pula yang akan mendengar percakapan kita tengah malam begini.”

Setelah berulang-ulang diminta isterinya, berkatalah saudagar itu. “Ketahuilah olehmu bahwa harta yang kumiliki merupakan hasil mencuri,” saudagar itu berkata setengah berbisik.

“Bagaimana bisa? Kenapa Tuan tidak ditangkap orang?” sang isteri menjawab hampir berteriak.

“Aku memiliki ilmu,” kata saudagar itu.

“Apakah ilmu itu?” tanya isterinya. “Cobalah terangkan kepada hamba.”

Pencuri mendekatkan telinga ke dinding kamar pasangan suami-istri itu. Ia ingin tahu ilmu mencuri sebagaimana yang disinggung saudagar kaya itu.

“Aku mencuri ketika tengah malam dan suasana terang bulan. Aku naik ke loteng rumah orang dan ku cari lubang tempat cahaya masuk ke dalam rumah itu. Kemudian kubaca syaulam sebanyak tujuh kali. Lalu kupeluk cahaya itu dan meluncurlah aku turun dengan tidak berbunyi sedikit juga. Setelah terkumpul barang-barang yang hendak kubawa, kubaca lagi mantra itu, kupeluk cahaya lagi, lalu aku ditariknya naik. Demikianlah cara aku mencuri.”

“Beruntunglah besar aku sekali ini, mendapat ilmu yang amat berharga,” kata kepala pencuri setelah mendengar suami-istri itu bercerita. Sudah itu diamlah ia seketika, menantikan saudagar itu tidur. Maka dibacanyalah mantera itu tujuh kali, lalu dipeluknya cahaya bulan yang melalui pintu loteng itu, dan terjunlah ia.

Seketika itu terdengar bunyi cempedak jatuh, berbaringlah ia di lantai rumah, patah kakinya, pecah kepalanya, yang punya rumah pun datang dengan memegang tongkat besar, seraya berkata, “Siapakah engkau ini?”

Sambil mengerang kesakitan menjawablah pencuri itu, “Akulah orang yang telah terpedaya mau mempercayai apa yang tiada mungkin terjadi, dan inilah buah mantramu.”

Semoga cerita motivasi kehidupan dari Hikayat Kalilah dan Dimnah ini bisa memberi inspirasi bagi Anda. Sampai bertemu di artikel The Jombang Taste berikutnya.

2 Replies to “Cerita Lucu Pencuri Bodoh Merangkul Cahaya Rembulan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *