Cerita Rakyat Iran: Jarum Aneh Penyebab Pak Mullah Menangis dan Tertawa Berulang Kali

Legenda Hikayat Raja Arief Imam by Hidayat Said
Legenda Hikayat Raja Arief Imam by Hidayat Said

Cerita Rakyat Iran – Pada suatu hari seorang Mullah bernama Nasiruddin berjalan-jalan di pasar Isfalun yang penuh sesak dengan orang. la mengangguk ke kiri dan mengangguk ke kanan melihat teman temannya yang sedang bejual-beli atau sedang tawar-menawar. Mullah ini suka sekali pada kesibukan di pasar itu, di mana ia kadang-kadang bertemu dengan mereka yang baru kembali dari perjalanan ke Tahriz.

Di persimpangan jalan di pasar yang penuh sesak itu, ia melihat sekelompok manusia sedang ramai mengamat-amati suatu benda yang berada di tangan si Musa, seorang pengendara onta. Tak lama kemudian kepala Pak Mullah yang bersorban itu muncul pula di tengah-tengah sekelompok kepala-kepala ini, tentulah ingin pula ia mengetahui apa yang sedang diramaikan itu.

“Selamat pagi.” orang-orang menegur. “Selamat pagi.”jawab Pak Mullah.

“Kami ingin tahu, apakah gerangan benda yang aneh ini?” tanya seseorang kepada Pak Mullah. “Ketika si Musa sedang mengendarai ontanya di padang pasir, ia melihat sesuatu di atas pasir yang gemerlapan.”

“Dan aku turun dari ontaku” si Musa sendiri menyambung, “kupungut benda itu, tetapi tak dapat kutentukan apakah nama benda itu. Aku pikir di pasar ini tentu ada orang yang dapat menerangkannya. Tetapi kenyataannya sekarang, tidak seorang juga yang dapat menerangkannya.”

“Bapak yang mengetahui segala-galanya,” kata Mustafa mencampuri,” dapatkah Pak Mullah menerangkannya kepada kami?”

Cerita Rakyat Iran

Kisah dongeng Asia dari Iran berlanjut. Pak Mullah Nasiruddin memandangi sebuah kotak yang berisi benda bundar kecil yang terbuat dari logam dan gelas yang berada di atas timbangan si Musa. Warnanya kecoklat-coklatan kena panas matahari yang terik itu.

Di dalam kotak itu ada beberapa huruf dan sebuah jarum. Jarum inilah yang paling ajaib. Kalau kotak itu dtputarbalikkan, jarum itu menggetar, tetapi akhirnya selalu kembali lagi pada letaknya yang semula menunjuk ke arah yang sama. Cerita dongeng dari Iran ini masih  berlanjut lebih menarik lagi.

Pak Mullah memegang kotak kecil ilu dan diputarbalikkannya sendiri. Jarum yang ada di dalamnya menggetar lagi, tetapi akhirnya kembali menunjuk ke utara. Pak Mullah mengusap-usap janggutnya, suatu kebiasaan kalau ia sedang berpikir keras. Lalu kotak kecil itu dikembalikannya kepada Musa.

“Benda apakah yang didapat pengendara onta ini?” ia mengulangi pertanyaannya dengan penuh harapan.

Orang-orang di sekeliling yakin bahwa Pak Mullah yang pandai dan yang tinggi pengetahuannya itu akan memberikan jawaban. Ingin benar mereka mengetahui apakah sebenarnya jarum yang bergetar itu. Jarum itu seakan-akan mempunyai kekuatan gada. Bagaimana juga diputarbalikkan, selalu ia menunjuk ke arah utara.

Lama Pak Mullah mengusap-usap janggutnya dengan tidak berkata apapun. Kemudian orang-orang yang ada di sekelilingnya heran melihatnya. Mula-mula ia menangis. Sesudah itu ia tertawa. Perbuatan ini diulanginya beberapa kali dan ditonton oleh orang-orang di sekeliling. Ia menangis tertawa, menangis, tertawa, menangis, dan tertawa.

“Mengapa Pak Mullah menangis?” tanya seseorang.

“Mengapa Pak Mullah tertawa?” tanya yang lain.

“Tidak ada orang yang dapat menangis dan tertawa pada suatu ketika, sekalipun seorang Mullah!” kata Mustafa.

“Aku akan menerangkan mengapa aku menangis dan tertawa.” Pak Mullah memberi janji. Maka semua orang dan anak-anak yang kebetulan ada di bagian pasar yang penuh sesak itu datang mendekat untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Pak Mullah yang pandai itu.

Ride with the sun - Great doodle art drawing by Roger Duvoisin
Ride with the sun – Great doodle art drawing by Roger Duvoisin

Dongeng Rakyat Iran

Mereka yang belum tahu betapa pandainya Pak Mullah itu, segera diberitahukan oleh mereka yang kenal pada Pak Mullah. Perempuan-perempuan menutupi mukanya dengan kerudung dan pura-pura berbelanja di dekat tempat itu. Kisah dongeng dari Iran ini berlanjut dengan usaha Pak Mullah mengetahui benda apakah yang ada di hadapannya.

“Aku menang,” Pak Mullah berkata. “oleh karena tidak seorang pun dari kalian semuanya yang cukup cerdik untuk mengetahui benda apa sebenarnya kotak kecil bundar dengan jarum menggetar itu. Sungguh bodoh kalian ini. Aku malu melihat kalian. Herankah kalian mengapa aku menangis?”

Pak Mullah memandangi orang-orang itu seorang demi seorang. Mendengar celaan Pak Mullah ini semuanya merasa dirinya hina karena tidak berpengetahuan. Kanak-kanak yang ada di tempat itu pun merasa malu dan merasa kurang senang karena ternyata tidak tahu apa-apa.

Perempuan-perempuan mengeluh di balik kerudung mereka dan merasa syukur, sebab dari mereka orang juga tidak mengharapkan kecerdasan apa-apa, cukuplah jika mereka pandai mengurus rumah tangga dan anak-anaknya.

Tidaklah mengherankan bahwa Pak Mullah yang pandai itu merasa malu karena orang-orang kota Isfahan yang megah itu demikian bodohnya. Mustafa kenal pada Pak Mullah lebih Iama daripada yang lain-lain. Karena itu percakapan dibelokkannya ke arah lain.

“Pak Mullah telah menerangkan mengapa ia tadi menangis,” katanya. “sekarang cobalah Pak Mullah juga terangkan, mengapa Pak Mullah tadi tertawa?”

Pak Mullah tertawa lagi. Katanya, “Aku tertawa karena aku sendiri juga tidak tahu apa benda itu sebenarnya!”

Demikian cerita rakyat dari Iran berlangsung. Amanat yang bisa kita ambil dari kisah dongeng Iran ini adalah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Walaupun menjabat sebagai pemimpin masyarakat, belum tentu seseorang menguasai semua bidang ilmu. Pesan moral cerita rakyat Iran ini adalah supaya kita selalu rendah hati dan tidak sombong kepada orang lain. Semoga terinspirasi.

Daftar Pustaka:

Courlander, Harold. 1955. Ride With The Sun. New York: McGraw-Hill Book Company.

Bagikan artikel ini melalui:

13 Replies to “Cerita Rakyat Iran: Jarum Aneh Penyebab Pak Mullah Menangis dan Tertawa Berulang Kali”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *