Kisah Legenda Syekh Maulana Ishak dan Asal-usul Raden Paku

Gambar Ilustrasi Hikayat Raja Arief Imam by Hidayat Said
Gambar Ilustrasi Hikayat Raja Arief Imam by Hidayat Said

Raden Paku adalah salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa yang memiliki pengaruh luas. Melalui artikel cerita rakyat Jawa Timur ini, The Jombang Taste mengajak Anda menyimak kembali asal-usul Raden Pake atau kita kenal sebagai Sunan Giri. Pada awal mula agama Islam berkembang di Pulau Jawa, terdapat seorang yang bernama Syekh Maulana Ishak. Dalam perjalanannya untuk mengembangkan agama Islam di Surabaya Jawa Timur telah berdiri Perguruan Tinggi Agama Islam yang dipimpin Raden Rahmad atau Sunan Ampel.

Syekh Maulana Ishak sebetulnya ingin membantu menyebarkan agama Islam di Jawa Timur, namun menurut Sunan Ampel sebaiknya pergi ke Blambangan saja. Pada waktu itu raja Blambangan belum menganut agama Islam. Rajanya bernama Prabu Menak Sembuyu. Prabu Menak Sembuyu dibantu oleh seorang senopati yang bernama Bayu Senggara.

Mengetahui maksud kedatangan Syekh Maulana Iskak, Prabu Menak Sembaya merasa tidak senang. Dengan hati yang sabar Syekh Maulana Iskak pergi menghindar ke daerah pegunungan Dlangu. Siang malam tak henti-hentinya ia mohon pertolongan kepada yang Mahakuasa, agar rakyat Blambangan mau memeluk agama Islam.

Sepeninggal Syekh Maulana, rakyat Blambangan gelisah, karena kerajaan selalu dilanda penyakit menular. Telah banyak rakyat yang meninggal. Raja dan seisi istana bertambah gelisah, sebab putri satu-satunya yang bernama Dewi Sekardadu menderita sakit pula. Dikerahkan semua punggawa untuk mencari dukun yang pandai, tetapi tak seorang pun dukun yang sanggup menyembuhkannya.

Dalam keadaan yang terdesak itu, mulailah raja teringat akan Syekh Maulana Iskak yang pernah diusirnya. Dengan susah payah, Syekh Maulana dipanggilnya datang menghadap raja. Raja menyampaikan maksudnya kepada Syekh Maulana Iskak. Syekh Maulana Iskak bersedia menolong kesukaran yang dihadapi raja Blambangan. Akan tetapi, Syekh Maulana Iskak mengajukan sebuah syarat, agar supaya Dewi Sekardadu sudi memeluk agama Islam apabila sudah sembuh.

Dengan pertolongan Tuhan, Syekh Maulana Iskak dapat menyembuhkan Dewi Sekardadu. Alangkah gembira raja dengan permaisurinya serta segenap rakyat Blambangan. Kemudian Dewi Sekardadu dipersunting oleh Syekh Maulana Iskak. Syekh Maulana Iskak kemudian diangkat menjadi Raja Muda Blambangan.

Dengan kedudukan ini Syekh Maulana Iskak mulai menyebarkan pengaruhnya. Dengan mudahnya ia mengajak sebagian rakyat Blambangan memeluk agama Islam. Niatnya amat kuat sehingga baik raja maupun Dewi Sekardadu tak dapat menghalang-halanginya. Syekh Maulana Iskak terus mengembara, dan menyebarkan agama Islam sampai di Besuki. Hanya sebuah pesannya kepada Dewi Sekardadu, agar kelak anaknya diberi nama Raden Paku.

Sepeninggal Syekh Maulana, malapetaka menuju kembali ke Blambangan. Penyakit menular kembali mengganas menimpa rakyat. Alangkah pahit penderitaan Dewi Sekardadu. Penyakit menular itu adalah karena bayi yang terkandung di perutnya. Ketika bayi itu lahir, dibuanglah bayi itu ke tengah laut.

Perbuatan ini adalah hasil hasutan patih Bayu Senggoro kepada Prabu Menak Sembaya. Sedang Dewi Sekardadu kemudian ikut meninggal karena menanggung kesedihan. Bayi dalam peti dan terapung di tengah laut itu akhirnya ditemukan oleh seorang awak kapal dari Gresik yang bernama Nyai Gede Pinatih. Alangkah gembira hati Nyai Gede Pinatih. Bayi itu diberi nama Joko Samudera.

Setelah ia dewasa bernama Raden Paku. Raden Paku inilah yang kemudian bergelar Sunan Giri. Sunan Giri adalah seorang penganjur agama Islam dan seorang pendidik besar di Gresik. Sunan Giri mendirikan kerajaan Islam yang bernama Giri Kedaton di wilayah Gresik, Jawa Timur. Makam Sunan Giri terletak di Kabupaten Gresik dan menjadi salah satu tujuan wisata religi populer di kalangan umat muslim di Pulau Jawa.

Pesan moral kisah legenda asal-usul Sunan Giri ini adalah jangan sampai kita menghasut orang lain untuk mencapai tujuan sendiri. Perbuatan iri dan dengki terhadap keberhasilan orang lain akan menyebabkan permasalahan bagi banyak orang. Selain itu, melalui cerita legenda dari Jawa Timur ini kita bisa mengambil hikmah bahwa kebaikan akan selalu mendatangkan manfaat bagi pelakunya. Sebaliknya, tindakan jahat akan mencelakakan pelakunya.

Amanat cerita asal-usul Raden Paku ini adalah agar kita selalu tabah dan sabar dalam menghadapi kesulitan dalam hidup. Raden Paku sudah memberikan teladan bagi kita bersama bahwa walau tanpa didampingi orang tua kandung, beliau mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, cerdas dan berpengaruh. Semoga artikel The Jombang Taste ini bisa menambah wawasan Anda.

Daftar Pustaka:

Maryanto, Soemadji. 2008. Pelengkap IPS: Cerita Rakyat Untuk SD. Jakarta: Balai Pustaka.

4 Replies to “Kisah Legenda Syekh Maulana Ishak dan Asal-usul Raden Paku”

  1. anak yang dibesarkan dalam ketidakmudahan akan bisa menjalani hidup dengan mudah. cerita yang bagus utk semangat hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *