Legenda Asal-usul Bangsa Maori dan Pulau Selandia Baru

Ride with the sun - Creative Doodle art by Roger Duvoisin
Ride with the sun – Creative Doodle art by Roger Duvoisin

Bagaimana kabar sobat blogger Jombang hari ini? The Jombang Taste menyapa Anda kembali melalui artikel cerita rakyat Selandia Baru. Kisah ini bersumber dari buku Ride With The Sun. Cerita legenda penduduk negara New Zealand ini berkembang dari mulut ke mulut oleh warga setempat. Tahukah kalian bahwa terdapat tanah yang terletak di atas permukaan air dan ada pula yang terletak di bawahnya?

Menurut kepercayaan orang Maori, dahulu kala pahlawan Maui menjadi yang telah membawa daratan Te-ika-a-maui atau Selandia Baru, ke permukaan air di tempatnya yang sekarang. Maui pula yang dahulu menciptakan sundak tempuling. Dan Maui juga yang telah menciptakan pintu lukah perangkap belut.

Bukan hanya itu, Maui pula yang telah menciptakan layang-layang. Maui juga yang telah mengajarkan manusia bagaimana cara membuat api. Selain itu, Maui pula yang telah memanjangkan waktu siang cukup lama agar manusia dapat menyelesaikan pekerjaannya. Banyak hal yang lelah dilakukan oleh Maui untuk sesama manusia.

Bagaimanakah cerita asal-usul bangsa Maori di Selandia Baru dan asal mula munculnya daratan Selandia Baru? Berikut ini cerita selengkapnya asal-usul daratan negara Selandia Baru menurut buku Ride With The Sun…

Ketika Maui dilahirkan tubuhnya kecil dan cacat. Maka ia dibuang oleh ibunya ke dalam hutan di tepi laut. Tetapi Maui sangat beruntung karena dirawat dan diasuh oleh nenek moyangnya di kayangan, Tama-nui-ki-te-rangi. Setelah ia menjadi remaja ia kembali ke bumi untuk mencari kaum kerabatnya. Di bumi ia jumpai kakak-kakaknya sedang bermain lempar lembing. Melihat anak muda yang cacat itu, mereka tertawa.

Maui menyebutkan namanya dan mengatakan bahwa ia adalah adik mereka. Mereka tidak percaya. Kemudian ibunya datang, lalu berkata, “Engkau bukan anakku!”

Maui menyahut, “Bukankah lbu meninggalkan aku di dalam hutan di tepi laut?”

Menurut cerita rakyat Selandia Baru, ibunya sangat menyesali perbuatannya yang dulu itu, dan ia gembira Maui telah kembali. Ia berkata, “Ya, memang, aku lupa. Engkau memang anakku!”

Lalu tinggallah Maui bersama keluarganya. Dan bila kakak-akaknya pergi menangkap ikan dengan sampan mereka, Maui berkata, “Aku ikut. Bukankah aku ini adikmu?” Tetapi mereka tidak mau membawanya. Kata mereka, “Tidak, kami tidak memerlukanmu!”

Mereka pergi dan meninggalkan Maui, tetapi nasib mereka tidak baik karena tempuling mereka tidak bersundak. Karena Maui telah banyak belajar dari Tama-nui-ki-te-rangi, nenek moyangnya yang di angkasa itu, maka ia pun menunjukkan kepada kakak-kakaknya bagaimana cara membuat sundak pada tempuling mereka supaya ikan jangan terlepas lagi dari ujung tempuling itu.

Dan bila mereka pergi menangkap belut, nasib mereka sama tidak beruntungnya karena belut yang masuk ke dalam lukah keluar lagi dari pintu masuk itu juga. Jadi Maui menciptakan pintu perangkap dalam lukah itu dan sekali ikan belut masuk ia tak dapat ketuar lagi. Tetapi kakak-kakaknya tetap tidak senang padanya dan masih enggan membawanya bersama mereka dalam sampan.

Ride with the sun by Roger Duvoisin - a doodle art for the Asian folk tale
Ride with the sun by Roger Duvoisin – a doodle art for the Asian folk tale

Cerita Rakyat Selandia Baru

Cerita tradisional bangsa Maori menyatakan bahwa pada suatu hari Maui bersembunyi dalam sampan itu. la menutupi dirinya dengan papan-papan lantai sampan. Setelah kakak-kakaknya sampai di tengah laut seorang dari mereka berkata, “Alangkah baiknya, Maui tidak bersama kita di sini.”

Maui menyingkapkan papan-papan lantai itu dan keluar dari tempat persembunyiannya. Kakak-kakaknya memandang ke pantai dan menyadari bahwa mereka sudah terlalu jauh ke tengah laut untuk mengantarkan Maui kembali. Tetapi mereka tidak mau memberikan mata kail kepada Maui untuk memancing.

Maui tidak marah. Dari bawah tali pinggangnya ia keluarkan mata kail bertuah yang terbuat dari tulang rahang nenek moyangnya dahulu kala. Tetapi kakak-kakaknya tidak mau memberi umpan kepadanya untuk dilekatkan pada mata kailnya.

Maka Maui memukul hidungnya sendiri sehingga berdarah. Darah itu dioleskannya pada mata kailnya, lalu ia lemparkan ke laut pada tempat yang dalam sekali. Kakak-kakaknya tidak mendapat ikan dan mereka mengira Maui pun tidak akan mendapat apa-apa. Maui mengulur tali kailnya, sehingga mata kailnya pun sampai ke dasar lautan.

“Mengapa engkau keras kepala?” tanya kakak-kakaknya.

“Di sini tidak ada ikan! Mari kita pergi ke tempat lain!” Maui hanya tertawa sambil menunggu. Kemudian tali kailnya tiba-tiba tertarik begitu kuatnya, sehingga sampan mereka teroleng-oleng. Maui bertahan kuat-kuat. Kakak-kakaknya datang menolong. Dengan perlahan-lahan sekali raksasa laut itu pun timbul.

Dan ketika telah sampai pada permukaan air, kakak-kakak Maui lemas dan menjerit terperanjat, karena raksasa itu menutupi air laut lebih dari sejauh pandangan mata. Benda yang besar ini ialah Te-ika-a-maui. Artinya, ikan yang tersangkut dikail Maui dan kelak bernama pulau Selandia Baru atau New Zealand.

Kakak-kakaknya melompat ke belakang ikan besar itu hendak memotong dagingnya, tetapi ikan itu melawan. Bagian-bagian yang mereka sayat-sayat dengan pisau kemudian menjadi jurang. Dan di mana saja kulit ikan itu berkerut tatkala membanting-bantingkan dirinya, timbullah gunung-gunung.

Demikian daratan pulau Selandia Baru timbul dari dasar lautan dan tetap di permukaan air hingga sekarang menjadi tempat tinggal penduduk suku bangsa Maori. Daratan tersebut saat ini dikenal juga sebagai New Zealand.

Itulah asal-usul Pulau Selandia Baru menurut cerita rakyat Maori. Amanat cerita rakyat Selandia Baru ini adalah jangan pernah meremehkan kemampuan orang lain meskipun secara fisik lemah. Selain itu, cerita asal-usul pulau Selandia Baru ini mengajarkan kita untuk menghargai segala bentuk persaudaraan dan menerima kekurangan orang lain.

Nantikan terus kelanjutan cerita legenda bangsa-bangsa di dunia hanya di blog The Jombang Taste. Semoga artikel cerita dongeng rakyat Asia Pasifik ini bisa menambah wawasan Anda.  Sampai jumpa.

Daftar Pustaka:

Courlander, Harold. 1955. Ride With The Sun. New York: McGraw-Hill Book Company.

7 Replies to “Legenda Asal-usul Bangsa Maori dan Pulau Selandia Baru”

  1. Dongeng yang menarik untuk diajarkan kepada anak. Semoga kerja keras tokoh utama bisa dicontoh.

  2. hati-hati memancing. nanti dapat tercatat di sejarah, minimal kalau kamu memancing masalah maka tercatat di kantor polisi. hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *