Ketika Mistisisme Timur Memecahkan Paradoks Teori Kuantum

Ketika Mistisisme Timur Memecahkan Paradoks Teori Kuantum
Ketika Mistisisme Timur Memecahkan Paradoks Teori Kuantum

Apa kabar kawan blogger Jombang? Tahukah kalian bahwa pada tahun 1986 filsuf wanita Renee Webber menulis buku yang berjudul Dialigues with Scientists and Sages. Buku tersebut menyajikan percakapan-percakapannya dengan para pemikir yang beraneka ragam seperti Dalai Lama, J. Krishnamurti, David Bohm, dan Stephen Hawking.

Karya Renee Webber ini merupakan langkah lanjutan karena mengikuti petunjuk intelektual-spiritual Fritjof Capra yang menggali kesejajaran diantara fisika baru dengan mistisisme kuno. Ketika banyak ilmuwan modern terlahir dan berkarya dalam kehidupan mereka, ternyata sisi mistis masa lalu masih berpengaruh secara dominan dalam pemikiran mereka. Hal ini menjadi salah satu bukti sejarah budaya manusia tidak akan berhenti dan tidak akan mendapatkan great gap sebagaimana dikatakan Schumpeter.

Lalu pada tahun 1995 Victor Mansfield, profesor fisika dan astronomi di Colgate University memadukan riset ilmiah dan studi-studinya di dalam Buddhisme Tibet dengan psikologi Jungian melalui penerbitan buku Synchronicity, Science and Soul Making.

Setelah itu muncul buku The Self-Aware Universe karya Amit Goswami. Amit Goswami adalah seorang profesor fisika di Universitas Oregon. Buku karyanya tersebut melukiskan bagaimana mistisisme Timur telah memecahkan paradoks-paradoks teori kuantum yang dihasilkan oleh para ilmuwan Barat.

Buku The Dancing Wu Li Masters adalah salah satu buku inspiratif yang menghubungkan ilmu fisika dan spiritual. Buku ini ditulis oleh Gary Zukav. Gary Zukav adalah seorang bukan-ilmuwan yang melukiskan dirinya sebagai “lulusan Harvard, veteran Vietnam, Baret Hijau, pemulih roh, dan tamu kesayangan Oprah”. Buku The Dancing Wu Li Masters yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1984 ini bertahan sebagai buku terbaik di bidangnya.

Selain itu, di dalam prakata untuk karya terbaru Gary Zukav, The Seat of the Soul, Gary Zukav melukiskan bagaimana Niels Bohr dan Albert Einstein ‘melihat lebih daripada apa yang dapat mereka ungkapkan melalui bahasa fisika. Dan mereka mengungkapkan apa yang mereka lihat sebagai seorang mistikus.

Coba Anda renungkan dua kalimat inspiratif berikut.

Teori relativitas dan kuantum telah menunjukkan bahwa tak bermaknalah memisahkan aparat pengamat dari apa yang diamati. (David Bohm)

Tak ada yang melihat ataupun yang dilihat. Yang ada hanya kenyataan yang Esa, yang tak berubah, tak berbentuk, dan mutlak. Bagaimana mungkin ia terpisah? (Shankara)

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda. Enjoy blogging, enjoy writing!

2 Replies to “Ketika Mistisisme Timur Memecahkan Paradoks Teori Kuantum”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *