Sholawat Seribu Rebana dan Musik Patrol di Hari Lahir UNHASY Tebuireng ke-49

Aku (Masih) Disini, Menulis dan Ngeblog di The Jombang Taste

Disadari ataupun tidak, blogging sedikit banyak telah membantu saya dalam mempromosikan potensi diri. Kalau flashback ke belakang, setahun yang lalu orang belum kenal siapa saya. Sebut nama Agus Siswoyo saya aja belum tentu pernah. Tapi berkat blogging, orang mulai kenal siapa Agus melalui artikel-artikel blog ini.

Nggak semuanya berkonotasi baik sih. Ada juga pencitraan buruk yang terjadi dalam pikiran pembaca. Misalnya waktu saya lepas kontrol waktu nulis, sehingga emosi turut terbawa ke artikel. Tapi kalau diambil angka rata-rata, insyaalloh banyak baiknya deh. Hahaha. Narsis: detected.

Sehingga saat ini saya masih bertahan ngeblog meski meluangkan waktu menulis semakin tidak mudah dilakukan. Saya bertahan ngeblog dengan beberapa alasan. Baik dilihat dari sisi aktualisas i diri, promosi maupun membangun kepercayaan pembaca.

1. Bisa menulis apapun yang saya mau.

Sebagai diary online, blog pribadi memang pada dasarnya dibuat se-personal mungkin. Semuanya dibikin “gue banget”. Ini juga yang menjadikan saya lebih ekspresif dalam berbagi pengalaman, ide dan impian. Apakah saya narsis? Pastinya. Justru disinilah sentuhan khas seorang blogger. Bahkan, persamaan topik blog bukan menjadi indikasi persamaan karaktek penulisan.

2. Kemampuan berinteraksi dengan pembaca.

Kontak langsung dengan pembaca adalah salah satu nilai lebih blogging. Lewat komentar blog akan terbangun komunitas yang erat. Keberadaan para komentator ibarat mandor yang setia mengawasi gerak-gerik saya. Kalau ada yang sedikit melenceng dari jalur, biasanya mereka segera memberi respons. Beberapa diantara mereka bahkan membuka pikiran saya lebih luas dalam memaknai blogging dengan segala efek baik buruknya.

3. Mempublikasikan apapun yang saya mau.

Pada jaman dulu orang masih terpaku pada radio dan surat kabar dalam hal publikasi yang berkenaan dengan informasi penting, baik yang berasal dari birokrasi Pemerintahan maupun masyarakat sipil. Tapi kini terjadi pergeseran perilaku masyrakat. Contohnya, keluarga saya punya pengalaman kehilangan STNK. Dulu masih bergantung pada radio. Tapi kini jauh lebih mudah menyebarkan info lewat blogging.

4. Berdakwah melalui internet.

Sejak kecil saya dibesarkan di lingkungan dengan ajaran-ajaran agama yang ketat. Sehingga salah satu harapan keluarga waktu itu adalah saya bisa menjadi bagian dari kawan-kawan yang aktif berdakwah. Tapi rupanya saya agak bandel dan pemberontak. Nah, di usia sekarang ini baru sadar akan kebenaran ucapan orang tua. Melalui blogging saya bisa sedikit menebus kekecewaan mereka. Saya pun mulai belajar menulis bertopik agama di salah satu blog saya lainnya.

Saya masih disini dan ngeblog bersama kawan-kawan. Dan saya nggak tahu sampai kapan akan bertahan ngeblog karena sejauh ini saya banyak menarik manfaatnya. Mungkin saya akan berhenti menulis artikel saat bisnis internet sudah nggak laku dan benar-benar kehilangan peminatnya.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

16 thoughts on “Aku (Masih) Disini, Menulis dan Ngeblog di The Jombang Taste”

  1. Kalau bisnis internet nggak laku bukan berarti narsisnya berhenti,kan mas…hehehe..
    Nggak bakalan berhenti kayaknya, malah justru tambah pesat. Amin

  2. Moga-moga langgeng, banyak memberi manfaat, dan banyak rezeki serta berkah, Mas Agus 🙂
    Amin!
    Banyak hal yang saya dapatkan dari sini, banyak hal yang patut saya tiru, namun sampai saat ini masih harus banyak mengasah kemampuan 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *