Berlimpah Potensi Blogging Namun Kekurangan Energi

Review Jurnal Akuntansi Lingkungan Pada Industri Farmasi di Yordania
Review Jurnal Akuntansi Lingkungan Pada Industri Farmasi di Yordania

Hal apa yang menarik dari dunia blogging selama tahun 2011 ini? Meski sejumlah social media strategist menilai popularitas blog pribadi kian pudar karena invasi situs jejaring sosial, namun terdapat secercah harapan dibalik meredupnya dunia blogging. Yang pertama adalah kehadiran sejumlah start up lokal yang berfungsi menghubungkan blogger dengan advertiser sehingga proses monetasi blog lebih mudah terlaksana. Layanan tersebut misalnya datang dari Idblognetwork (IBN) dengan program Pay Per Click, Paid Per Review, Pay Per Action dan Pay Per Tweet.

Selain semarak roadshow blogging yang diadakan IBN dan SalingSilang, dunia blogging kembali bergairah berkat menjamurnya kontes ngeblog. Format yang dipakai pun beragam, mulai dari kontes menulis, kontes SEO dan kontes Semi SEO. Beberapa perusahaan melibatkan diri dalam promosi online melalui kontes ngeblog. Antara lain Century 21, PT. Gajah Tunggal, Zahir Accounting, Blue Bird Taxi dan lain-lain. Potensi internet sebagai pusat informasi masyarakat benar-benar dimanfaatkan oleh tim marketing korporat tersebut untuk mendekatkan produk mereka kepada calon konsumen.

Meski dunia blogging telah menunjukkan limpahan potensinya ternyata hal ini tidak serta merta menjadikan ngeblog sebagai hal yang menarik ditekuni. Walaupun pernyataan salah satu ebook Internet sehat bahwa blogging adalah level tertinggi dalam aktifitas di internet, namun riset tersebut bukan hal menarik supaya blogging patut digeluti. Penyebab orang tidak tertarik blogging bisa bermacam-macam. Namun dari semua penyebab tersebut adalah karena kurangnya motivasi diri. Anda bisa bayangkan bagaimana kalau orang nggak termotivasi, dikasih iming-iming apa saja bakalan melengos.

Lalu, bagaimana dengan potensi ngeblog di tahun mendatang? Selama kita belum menjalani maka kita hanya bisa menerka-nerka saja. Namun menurut saya pelaku blogging makin terseleksi dalam pergaulan di internet. Tanpa bermaksud membeda-bedakan mana fesbuker, mana blogger dan mana tweeps, seleksi alam akan benar-benar terjadi. Hanya orang yang punya ketertarikan ekstra pada blogging yang akan bertahan di blogosphere. Selebihnya, mungkin saja mereka akan ngeblog namun dengan intensitas yang menurun.

Energi dalam blogging bisa kita dapatkan dengan beragam cara. Mulai dari memperbaiki cara pandang terhadap blogging hingga mengumpulkan energi eksternal yang memungkinkan motivasi diri didapatkan kembali. Cara paling mudah buat tekun ngeblog adalah memanfaatkan Google Alert untuk ikutan kontes ngeblog. Start lebih awal, publish lebih awal dan maintain blog lebih awal menjadikan kita lebih terpacu untuk terus ngeblog dan menjadi juara. Proses ngontes ini membutuhkan ketekunan dan kesabaran ekstra sehingga tanpa sadar kita telah melakukan ngeblog.

Apakah pendapat Anda mengenai potensi blogging setahun ke depan? Kira-kira masih menarik nggak ya? Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

8 thoughts on “Berlimpah Potensi Blogging Namun Kekurangan Energi”

  1. yup, bener banget potensi sebenarnya masih melimpah ruah namun energi yang tercurah terbatas. terkendala oleh kesibukan offline membuat energi menurun drastis. tetapi tidak apalah menurun asal engga tenggelam terus engga balik lagi hihi

    Menyongsong tahun pasti ada kembali masa saya pribadi untuk memiliki energi, waktu yang luas untuk blogging lagi. intinya bertahan terus asal jangan mati. 🙂

  2. Saya kira potensi masih meningkat di tahun2 mendatang, tapi yang berguguran juga makin banyak.Motivasi duit makin besar. Mengharapkan penghasilan mudah dari internet. Tapi…………apa ternyata tidak semudah apa yang dikampanyekan orang. Asal bisa nulis di compter…duit melimpah. Ternyata harus cukup juga ketrampilan. Tinggal orang yang kuat kemauannya…kebanyakan berguguran.

  3. fee untuk 1 artikel terlalu murah.. makanya peminat sedikit. semua orang bisa jadi blogger kok, asalkan motivasinya jelas, yaitu uang. makin tinggi bayaran, tentu si blogger juga punya hasrat untuk meningkatkan kualitas tulisannya.
    kemarin di redaksi Pikiran Rakyat saya bilang 1 artikel saya dibayar 900.000 oleh Axiata, mereka cuma ketawa, karena bujet untuk promosi sebenarnya bisa 5 milyar… bayangkan kalo 1 artikel kita dibayar 10 juta, pasti jumlah blogger bakalan meningkat 100x lipat.

  4. Good post. I study something more difficult on totally different blogs everyday. It would always be stimulating to learn content material from other writers and practice just a little something from their store. I’d favor to use some with the content on my blog whether you don’t mind. Natually I’ll offer you a hyperlink on your web blog. Thanks for sharing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *