Blogger Mau Mudik, Apa Saja Persiapannya?

Lebaran tinggal menghitung hari. Beberapa hari lagi sebagian besar masyarakat Indonesia akan berbondong-bondong melakukan tradisi unik yang tiada duanya di dunia ini. Yup, it’s time for pulang kampung alias mudik. Tua-muda, besar-kecil, pria-wanita tumpah ruah menyerbu berbagai pelosok desa di tanah air. Tak terkecuali para blogger.

Inilah moment bertemu sanak saudara dan kerabat dari berbagai penjuru daerah. Selama kurang lebih 5 hari, sejenak kita akan membebaskan diri dari hiruk pikuk kesibukan masyarakat kota. Kalau saya sendiri, inilah saat yang menyenangkan bisa reuni dengan kawan lama, bercanda dengan beberapa keponakan nakal dan mendengarkan wejangan ‘ketua suku’ dengan khidmat. Hehehe. 

Lantas, apakah aktifitas blogging ikut libur juga?

Idealnya sih kita tetap ngeblog meski dalam suasana Lebaran. Alasannya, meski Anda libur ngeblog, pengunjung internet kan nggak ikutan libur juga. Apalagi kalau blog Anda telah melakukan langkah-langkah monetisasi adsense dengan target pengunjung dari luar negeri. Nggak ada alasan buat istirahat dari persaingan dunia maya.

Apa saja yang perlu disiapkan jelang mudik Lebaran? Berikut ini beberapa hal yang patut Anda perhatikan.

1. Tabungan artikel blog.

Jangan sampai waktu liburan menjadikan blog Anda ikutan libur publish artikel baru juga. Anda harus mempersiapkan sejumlah artikel untuk terbit secara terjadwal. Jumlahnya berapa? Tergantung lama liburan Anda. Jika Anda ambil liburan selama seminggu dengan frekuensi posting 2 hari sekali, maka minimal Anda punya cadangan 4 artikel. Masih ada waktu buat menabung artikel, maka buruan ditulis sekarang sebelum keburu takbir keliling tiba.

2. Perlengkapan elektronik untuk dibawa mudik.

Agar tidak lost informasi selama liburan, ada baiknya Anda membawa serta perlengkapan seperti laptop, charger laptop, USB modem, flashdisk, handphone, charger handphone dan portable adaptor. Anda teta bisa memantau perkembangan dunia blogging di sela-sela aktifitas silaturahmi. Syukur-syukur kalau sempat blogwalking bermaaf-maafan dengan kawan blogger lainnya.

3. Uang tunai secukupnya.

Kalau Anda belum punya laptop dan internet wireless, adakalanya terpaksa ngeblog di warnet terdekat dari rumah. Untuk itu, selain jatah bagi-bagi angpau buat para ponakan, Anda harus persiapkan juga uang yang cukup sebagai budget ngeblog. Kartu kredit dan debet tidak banyak membantu dalam hal ini. Ya iyalah, tidak semua operator warnet menyediakan pembayaran pakai kartu gesek.

4. Buku catatan kecil.

Kehidupan kampung halaman yang damai dan bebas dari suara deru mesin-mesin pabrik adalah lingkungan yang kondusif untuk berpikir. Kondisi ini seringkali mengilhami para penulis untuk lebih produktif menggali ide-ide yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Anda pun bisa memanfaatkan keadaan ini untuk menulis artikel blog dengan sudut pandang yang lebih obyektif tanpa melibatkan unsur kepentingan pihal tertentu.

5. Manual dan booklet bisnis MLM.

Ini sebenarnya opsional. Meniru cara promosi para d’BC-ners, saat berada di tengah-tengah anggota keluarga dan kawan-kawan lama, nggak ada salahnya Anda membawa booklet produk yang sedang Anda pasarkan. Baik edisi bulan-bulan yang telah lalu maupun program promosi yang sedang dan akan dijalankan.

Karena saya cenderung lebih suka teknik soft selling, maka hal ini bertujuan sekedar menyampaikan manfaat yang di dapat dari bisnis MLM. Sekedar memancing rasa penasaran mereka, bukan mendorong untuk membeli produk saat itu juga. Syukur-syukur ada yang berminat menjadi downline Anda. Silaturahmi dapat, rejeki terus mengalir. Mau doooong…!

Itulah beberapa hal yang dapat saya bagi kali ini. Anda mau menambahkan tips lainnya? Silakan dibagi disini.

Leave a Reply