Blogger Ragu Tidak Bisa Maju

Teruslah berdakwah sampai Allah berkata saatnya pulang.
Teruslah berdakwah sampai Allah berkata saatnya pulang.

Sudah puluhan kali posting artikel tapi masih belum yakin pada kualitas tulisan sendiri? Memangnya ada blogger demikian? Saya yakin blogger pemula banyak yang mengalami demikian. Yang sudah malang melintang di jagad blogging saja masih sering mengalaminya. Sikap tidak yakin akan kemampuan menulis salah satunya disebabkan karena munculnya keraguan dalam beberapa hal. Diantaranya adalah:

Apakah saya telah memilih topik yang tepat?

Topik, topik dan topik. Ini yang jadi dilema sejuta blogger pemula. Mau nulis apa ya? Bicara marketing kok kesannya too high. Ngobrol musik dang&dut kesannya jadul. Yang terjadi adalah asal tulis dan asal comot kata-kata populer. Pantas saja nggak yakin pada kualitas tulisan, lha referensinya saja dangkal.

Solusinya adalah rajin menulis dengan disertai upaya menambah kemampuan diri. Misalnya: posting teratur 2 hari sekali, menambah perbendaharaan kata, baca jurnal ilmiah, baca buku cetak dan lain-lain. Jangan harap bisa menemukan topik terbaik kalau malas baca referensi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Bagaimana jadinya kalau tidak ada seorang pun yang mau membaca tulisan saya?

Saya tidak percaya kalau tidak ada satu orang pun yang baca tulisan Anda. Paling tidak scrawler mesin pencari Google sudah mendeteksi keberadaan tulisan. Tidak perlu khawatir dibilang bodoh hanya karena tidak ada komentar yang masuk. Anggap saja kegiatan menulis adalah proses belajar menuju tingkat expert.

Perlu sedikit sikap cuek dalam hal ini. Nggak usah nelangsa kalau traffic minim. Mungkin ini berarti kesempatan buat Anda untuk membaca lebih banyak referensi agar pembaca betah berlama-lama nongkrong di blog. Plus sekalian menyiapkan senjata ampuh untuk penulisan selanjutnya.

Apakah tulisan saya cukup segar dibaca?

Ada keraguan yang terlintas, apa mereka ngerti gaya bahasa tulisan saya? Apa saya cukup pintar memenuhi selera pembaca? Tidak ada jawaban terbaik selain: just be yourself! Selama tulisan Anda bukan hasil spinning ataupun copas Google translate, saya yakin pembaca akan menyukainya.

Loh, saya kan nggak pernah gaul sama blogger lain, apa saya tahu model tulisan yang up to date. Hari gini nggak tahu perkembangan berita? Kemana aja bang? Portal berita bayak, forum diskusi menjamur dimana-mana, timeline tiap menit ada update, chat room juga sering on.Β Kecuali kalau tiap hari hobbinya tidur, pantas saja nggak tahu peradaban jaman.

Apakah isi tulisan saya benar atau salah?

Untuk artikel akademis dan bersifat ilmiah, benar dan salah bisa dibuktikan melalui referensi terpercaya di bidangnya. Dalam hal ini sering-seringlah membaca dokumentasi peristiwa, jurnal ilmiah, press release hasil penelitian dan aneka ebook lain yang tersedia gratis di internet.

Sedangkan tulisan yang bersumber dari pergaulan masyarakat, label benar dan salah bisa jadi semakin tersamar seiring dengan berkembangnya era informasi dengan limpahan akses tak terbatas. Apalagi kalau peristiwa bermuatan pro dan kontra, Anda bisa nimbrung cuap-cuap dengan tulisan opini dan nggak perlu takut validitas tulisan. Pasti ada saja yang bakal membantu penyebaran ide Anda.

Apakah saya terlalu banyak menulis artikel curhat?

Menyertakan pengalaman pribadi dalam artikel memang bagus dalam upaya ‘memanusiakan’ pembaca. Namun untuk blog yang ditujukan untuk sharing ilmu pengetahuan, tulisan-tulisan curhat harus diminimalkan. Kalaupun sampai kelepasan nulis, hendaknya ‘dibungkus’ dengan rapi supaya nggak terlihat sama dengan artikel curhat.

Untuk itulah sejak dua bulan ini saya aktif menulis di beberapa blog dengan topik yang berbeda-beda. Tujuannya supaya pembaca nggak kebingungan memahami tulisan. Untuk tulisan curhat dan media menampung #kegalauan hati, saya menuliskan tiap hari di blog ini. Cekidot ya.

Apakah ada jaminan saya akan sukses?

Nah, yang ini adalah pertanyaan pamungkas. Apakah ada jaminan tulisan saya akan sukses dibaca ribuan pengunjung? Dengan tegas saya jawab: tidak ada. Bahkan bila Anda berguru menulis di Sekolah Menulis Online sekali pun tidak serta merta menjadi jalan sukses dalam hal blogging.

Tips dan trik menulis bisa dicari, namun selanjutnya tindakan yang Anda pilih adalah yang menentukan masa depan. Tetap bangga dengan keadaan saat ini atau maju selangkah dengan berbagai tantangan yang ada. Yang pasti, tidak ada ceritanya orang sukses hanya dengan berdiam diri. Lha wong pelihara tuyul aja masih perlu mondar-mandir cari sesajen kok. Hehehe.

Gimana, ada yang masih ragu dengan jalur ngeblognya? Curhat dong…

47 Replies to “Blogger Ragu Tidak Bisa Maju”

    1. Well, sepertinya saya termasuk dalam kategori tengah2. Maju engga, mundur bisa jadi. Sulit tuk mendefinisikan ‘maju’ itu sih πŸ˜€

      Persepsi kemajuan progres seorang blogger kadang cuma kita sendiri yang tau. Innervision-nya, kelenturan menulis, juga kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan, itu semua tak terdeteksi google, alias hanya – yah – masing2 narablog yg paham. Dan mestinya terus ke arah yg positif dong ya.

      Untuk jalur ngeblog, gimana kalau bikin trayek sendiri? hahaha πŸ˜€

      1. kalau bosan trayek Kupang-Solo, boleh nih bikin trayek Kupang-Sidoarjo. hehehe…

        ya, ada beberapa parameter untuk mengukur kesuksesan blog. yang nggak kelihatan memang jarang dibahas, namun justru hal tersebut yang memiliki nilai strategis dalam blogging.

  1. wah seperti bercermin ke diri sendiri nih setelah membaca artikel di atas
    saya sendiri masih merasakan hal diatas ketika intensitas ngeblog mulai terkurangi dan artikel-artikel seperti ini yang biasanya bisa menyalakan lagi api yang mulai padam πŸ™‚

  2. saya rasa pemula wajib baca dan direnungkan.

    Jangankan pemula, yg ud masterpun kadang masih ngrasa gitu.
    Kepercayaan diri berperan penting dalam memantapkan sebuah karya. Dan jangam malas untuk belajar.

  3. sebenarnya sih namanya keraguan itu wajar, engga buat pemula ataupun senior sekalipun. Cuma di sini yang penting sih teguhkan tekad kuat-kuat. kalo masalah nanti tekadnya goyang-goyang biar panggil aja mas agus buat bareng-bareng joget dangdut supaya semangat lagi :mrgreen:

    1. yihaaay…!
      mau goyang apa nih? Ngebor, kayang, patah-patah, gergaji? πŸ˜€

      wajar kok kalau up and down energi menulis. manusiawi banget. yang nggak wajar itu kalau seminggu nulis tapi liburnya sebulan. πŸ™‚

    1. asik asik… makin banyak teman setia ngebog nih. kalau sudah berada di lingkungan yang tepat memang secara nggak langsung akan memberi pengaruh positif. enjoy it!

      1. bukannya semalam bilangnya #bloggermalam akan di tutup karena menimbulkan karyawan malas kerja dan mahasiswa di DO πŸ˜€

  4. Saya sebenernya sih ikhlas aja, dalam arti blog saya menarik apa nggak untuk dibaca itu bukan prioritas untuk saat ini. Saya, kan newbie, jadi latihan menulis aja deh… ntar bisa di upgrade kemampuannya kalo terbiasa. Mas Agus kan bisa menilai sendiri tuh, artikel gado-gado saya.. heheh
    bikin gagang dulu, kasih mata pisau terus diasah… (ups, bukan mau bunuh orang loh, mas. Ibarat aja) πŸ˜€

  5. keren mas, secara keseluruhan, tulisan2 anda sebenarnya masuk kategori essay, bukan artikel blog :D…
    itu artinya level anda sudah di atas blogger pada umumnya..
    saya doakan semoga suatu hari ada menjadi seorang kolumnis surat kabar nasional yang berpengaruh!
    dan siapa tahu satu hari nanti anda juga bisa menjadi seorang anchor di televisi swasta nasional!

  6. just do it……..bagi kita yang newbe yagn penting nulis dulu, apakah artikel itu berguna atau ndak yang penting “Tulis”

    kemudian ditunjang dengan blogwalking

    InsyaAllah, saya yakin cara penulisan kita akan berkembang dengan pesat!

  7. Ambil posisi juga mas,

    betul sekali, kalau ragu-ragu, tidak akan tercapai..
    karena keyakinan saya sudah setengah percaya, ..

  8. Ragu? Ga dong. Klo ragu mungkin udah keok dr thn kemarin.

    Justru krn merasa ga sempurna & kurang bagus makanya nulis terus. Berusaha memperbaiki & menjadi lebih baik di tulisan demi tulisan berikutnya.

    Jgn buang kebiasaan membaca. Krn darisanalah sumber inspirasi suka datang + sekaligus membentuk cara & karakter penulisan kita scr ga langsung πŸ™‚

    1. setuju banget! menulis bukan sekedar berbagi pengetahuan, tapi juga cara terbaik mengikat ilmu. dengan menulis kita dituntut untuk terus menambah kualitas dan kuantitas. nggak lucu dong kalau berhenti nulis hanya karena kehabisan ide. hehehe.

  9. kalau sih tak pernah ragu dalam melakukan apapun mas.. soalnya sebelum melakukan sesuatu pasti sudah dipikir masak-masak…
    jadi kalau dah terjun ya maju terus pantang kenduuur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *