Blogger Sebagai Sebuah Produk Online

Dalam beberapa cara, seorang blogger adalah sebuah  produk. Kita menempatkan diri dalam sebuah market terbuka untuk membangun personal branding dan membentuk peluang mendapatkan posisi terbaik di bidang tertentu.

Waktu di rumah, kita semua adalah sebuah produk. Kita sedang bertransaksi dengan pasangan hidup dan orang-orang di sekitar kita supaya pantas mendapatkan cinta, kepercayaan dan komitmen dalam membangun hubungan sosial. Karakter yang kita tampilkan bisa berupa sifat khas yang alami dan tidak ada rekayasa, meskipun terkadang harus berpura-pura untuk tujuan tertentu.

Begitu juga saat dengan aktifitas blogging yang Anda jalani. Sadar nggak kalau Anda sedang bertransaksi dengan pengunjung di internet? Siapa yang dijual? Tak lain ya Anda sendiri. Maksudnya gimana? Saya bukannya mengajak berbicara masalah bisnis jual beli orang (trafficing), tapi ini menyangkut perilaku kita dalam pergaulan di internet, khususnya blogging.

Blogging adalah kegiatan rutin. Pelakunya bisa saja punya rasa bosan dan malas. Namun secara umum orang akan memandang Anda senilai dengan komitmen menekuni blogging. Blogging menjadikan Anda sebuah produk yang tiap hari dipoles dengan beragam kemampuan seiring berjalannya waktu. Ada yang lebih enjoy di bisnis affiliasi, desain website, penulis dan beragam niche lainnya. Namun ada pula yang ngambang tidak jelas bentuknya.

Blogger Sebagai Sebuah Produk Online

Memproduksi Kemampuan dan Memasarkan Potensi Diri

Layaknya sebuah produksi barang di pabrik, ada yang sukses menjadi produk bermutu tinggi dan mampu dipasarkan dengan baik. Ada pula yang gagal dalam proses produksi dan terpaksa harus dibuang ke tempat sampah. Keduanya boleh saja mengawali karir ngeblog dalam waktu yang sama. Namun hasil yang didapat bisa jauh berbeda. Mengapa demikian? Karena setiap orang itu unik dan memiliki cara sendiri-sendiri dalam mencapai sukses. Motivasi yang dimiliki pun grafiknya nggak sama. Ada yang bisa konsisten, ada pula yang on and off.

Menurut saya, kata kuncinya ada dua: produksi dan pemasaran. Kalau Anda nggak tekun memproduksi kemampuan diri secara bertahap, jangan harap bisa laku dijual. Kalaupun laku, saya pastikan mutu yang dihasilkan adalah produk karbitan yang cepat tersisih oleh seleksi alam. Beda dengan para blogger yang rela jatuh bangun dan membangun personal branding sejak dini. Mereka akan menuai hasil saat yang lain berguguran.

Proses membangun personal branding memang membutuhkan waktu. Potensi dan kompetensi tidak akan hadir begitu saja. Ada harga yang harus dibayar. Meskipun demikian, saya tetap yakin bahwa blogging masih menyimpan banyak peluang untuk ditekuni dan memberi manfaat. Dan pastikan kita semua menjadi bagian dari blogger yang sukses di masa depan. Semangat berjuang!

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

12 Replies to “Blogger Sebagai Sebuah Produk Online”

  1. Setuju sekali dengan posting ini mas Agus.. Personal branding sangatlah penting untuk kelangsungan bisnis kita, jika itu dibangun melalui blog dengan tema khusus yang ingin ditarget jika dikemas secara bagus akan menimbulkan kepercayaan calon pembeli yang nantinya bisa menjadi pelanggan tetap kita… Mari kita bangun personal branding sejak dini, dan jangan mengharap hasil terlalu cepat…

  2. Personal branding is applying a little more attention to the areas of your appearance, attitude and demeanour that interface with other people. In learning in a detailed way how we are likely to be perceived and then altering certain attributes within our ‘brand architecture’ we can create a totally different impression of ourselves.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *