Blogging For Writing

Aktivitas menulis telah lahir sejak berabad-abad silam. Mulai jaman kekuasaan Fir’aun di Mesir sebelum masehi, manusia telah memanfaatkan kegiatan menulis sebagai media komunikasi dan ekspresi diri.

Semakin ke depan, aktivitas menulis semakin terpinggirkan oleh kehadiran teknologi yang memungkinkan seseorang bertukar informasi lebih detail dan mudah.

Saya masih ingat jaman sekolah dulu ada kegiatan Gerakan Nasional Gemar Berkirim Surat (GNGBS). Program yang mengajak masyarakat untuk aktif berkirim surat melalui kantor pos sebagai portal jasa layanan. Sudah tidak perlu ditanyakan lagi kelanjutan program tersebut. Sudah hilang tak berbekas.

Kecanggihan teknologi lagi-lagi memakan korban. Kedatangan vendor penyedia telepon genggam sedikit demi sedikit telah menggantikan fungsi surat sebagai media bertukar pikiran. Orang jadi lebih suka kirim SMS daripada surat.

Dapat dipahami bahwa SMS lebih mudah, murah dan informasi cepat sampai. Bahkan layanan ini semakin diperbarui setiap saat. Dan ujung-ujungnya budaya menulis yang dulu diagung-agungkan banyak kalangan menjadi terpinggirkan dan hanya bisa dinikmati sebagian kalangan.

Mungkin ini memang sudah waktunya berubah. Kita tidak pernah tahu kapan suatu budaya berakhir masanya. Dan menulis telah berada pada titik kritis untk diselamatkan.

Dunia blogging hadir di tengah gemerlap kecanggihan alih teknologi. Dan saya bersyukur bahwa blogging bisa mewakili aktifitas menulis yang saya harapkan. Orang tidak perlu berlembar-lembar buku untuk menulis sebuah karya. Cukup sebuah notebook 10 inchi mewakili tumpukan kertas kerja.

Blogging menjawab kegelisahan saya. Blogging ternyata mampu memberi solusi atas kekhawatiran punahnya budaya menulis. Blogging for writing. Seperti itulah kalimat singkatnya.

Mari terus membudayakan blogging sebagai salah satu media menulis yang ternyata lebih efektif dibanding menulis secara konvensional. Ide-ide kita akan jauh lebih bermanfaat bagi orang banyak. Dan syukur-syukur mmapu memberi kontribusi nyata bagi lingkungan tempat tinggal kita.

Maju terus dunia penulisan Indonesia!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

4 thoughts on “Blogging For Writing”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *