Blogger Pemula Cukup Satu Tahun Menjadi Newbie

Setiap orang mempunyai kecepatan belajar yang berbeda-beda dalam menyerap informasi yang dilihat, dibaca, didengar maupun dibau (anjing pelacak kali). Ini berlaku dalam hal apapun, nggak cuma di bidang akademis, praktek di lapangan ataupun blogging. Saya pikir Anda setuju dengan kalimat pembuka ini. Untuk itulah perkembangan ngeblog seseorang berbeda-beda. Ada yang cepat melejit diantara teman-teman satu angkatan. Ada juga yang kesulitan survive dan terpaku di jurang degradasi klasemen sementara kompetisi blogging.

Yang paling umum terjadi adalah ngeblog berdasarkan konsep air yang mengalir. Menulis artikel berdasarkan pengalaman pribadi, topik terkini dan bersifat lokal, kalimat dalam paragraf disertai opini dan tidak terpaku aturan harus publish berapa artikel dalam seminggu. Cara kali ini terbilang santai dan nggak ada ikatan. Tapi karena nggak ada ikatan, ngeblog cara ini termasuk labil dan rawan berhenti di tengah jalan. Apalagi kalau kegiatan blogging cuma habisin dana dan tidak ada pemasukan.

Dalam beberapa kasus ada yang pakai ilmu gelembung sabun, yaitu berusaha menarik perhatian publik dengan membuat gebrakan yang spektakuler. Misalnya menulis artikel ganas, membuat kontes berhadiah, rajin menyambangi blog tetangga dan cara-cara promosi lain yang terbilang heboh. Trik ini terbilang cukup melelahkan karena butuh konsentrasi, waktu, tenaga dan biaya nggak sedikit. Belum lagi kalau kerjaan lagi menumpuk, bisa-bisa dobel stress karena blogging. Efeknya adalah, cepat populer juga cepat meredup. Mirip artis karbitan hasil kompetisi pencarian bakat.

gambar pelari berlari cepat
gambar pelari berlari cepat

Serius Nggak Sih?

Beberapa minggu lalu Mas Baharudin pernah menulis empat tahapan yang dilalui seorang blogger sebelum menjadiย profesional blogger. Tahapan itu adalahย Newbie,ย Part Time Blogging, Full Time Blogging dan Profesional Blogging. Nah, kalau kembali ke judul artikel di atas, kenapa saya pilih satu tahun untuk mentasbihkan diri sebagai blogger newbie, blogger pendatang baru, anak kemarin sore dan sebutan sejenisnya?

Sebenarnya bukan tanpa alasan saya memilih angka satu. Satu tahun adalah waktu yang saya pikir cukup untuk belajar tentang segala sesuatu tentang blogging. Mulai dari CMS blog, cara tambah artikel, cara tambah page, setting kolom komentar, menggali ide menulis, cara mencari teman ngeblog dan membangun komunitas dan hal-hal mendasar lain.

Nobodyโ€™s perfect. Ilmu itu nggak akan ada habisnya buat dipelajari. Setiap saat akan selalu ada update pengetahuan di satu bidang. Kalau Anda mau action kalau nunggu sudah pintar dulu, saya yakin langkah pertama tidak akan tercipta. Learning by doing. Kekurangan bisa ditambal sulam sambil jalan. Saran saya, jangan bangga mendapat label newbie. Sebutan juga bisa mempengaruhi motivasi diri loh.

Kalau sampai ada yang sudah ngeblog bertahun-tahun tapi nggak nambah pengetahuan, tidak ada relasi baru, tidak mendapat nilai lebih, hmm itu sih namanya T-E-R-L-A-L-U. Saya nggak yakin dia ngeblog secara serius. Jangan-jangan dia ngeblog cuma ikut-ikutan nampang biar dianggap melek teknologi. Selebihnya bisa jadi dia aktif update status di jejaring sosial tiap kali mau ini itu.

Blogging pada dasarnya sebuah pilihan. Tapi kalau sudah memilih hendaknya dijalani dengan serius. Jangan habiskan waktu, tenaga dan biaya Anda untuk hal yang sia-sia. Rugi di ongkos nggak bawa hasil. Bagaimana dengan Anda? Sudah berapa lama ngeblog dan sudah dapat apa saja?

Bagikan artikel ini melalui:

60 Replies to “Blogger Pemula Cukup Satu Tahun Menjadi Newbie”

  1. Hahaha, duar.. meledak di dekat saya mas. Saya termasuk orang yang gak konsisten dalam blogging. Mungkin gara-gara make money online kali. Tapi, memang saya gak punya jadwal yang teratur antara bisnis, blogging dan kuliah.

    Kalau dilihat dari aktivitas menulis mas Agus, bagaimana mas Agus mengatur waktu? Sekarang kan juga sudah menjadi bagian dari cafebisnis bertambah lagi tugas mas Agus.

    1. Kalau dibilang sibuk sih semua orang pasti sibuk mas. Seandainya saya nggak masuk manajemen CafeBisnis pun pasti tetap sibuk (setidaknya jadi pengacara = pengangguran banyak acara). Hanya saja dalam konteks ini saya dituntut lebih jeli mengatur waktu supaya tidak ada satupun pihak yang dirugikan. Jujur saja, ini nggak mudah buat saya. Namun sejauh ini masih dalam batas kendali.

      1. Oh gitu, ternyata berat juga ya mas. Tapi mas agus sudah jadi inspirasi saya saat ini. Setelah satu selebblogger menyatakan pensiun dan mau buat buku. ๐Ÿ˜›

  2. balog saya ini sudah satu tahun lebih dikit, memang seiring berjalannya waktu, saya merasa tambah wawasan, walupun tidak sehebat blogger-blogger yang aktif, saya lebih memilih santai. saya yang mengatur blog, bukan saya yang diatur oleh blog
    berdasarkan batasan nyubi, di sini berarti saya sudah mulai lepas dari nyubi ya pak…

  3. Kalau sudah setahun ngeblog, tapi belum juga bisa edit theme atau bahkan sama sekali gak ngerti, itu gimana ya mas? ๐Ÿ˜‰ (gak perlu dijawab kalo gak penting). Atau bisa jadi itu karena selalu takut mencoba (takut bikin tampilan blognya jadi error). Padahal kalo nggak gitu ya nggak bakalan tahu apa-apa.

    1. Yaa… takut gagal, itu yang masih jadi musuh dalam selimut bagi kita semua. Padahal kalau ingat kalimat MTGW, kita hidup diberi jatah gagal dan sukses. Kita habiskan gagal dulu supaya sukses menjelang. ๐Ÿ™‚

  4. Bahasan ini sangat erat juga dengan blog komersil maupun gak ya mas… Seorang part timer blogger meskipun blognya terlihat jauh dari komersil namun dia menyimpan segudang pekerjaan di blog lain… Seorang blogger yang serius biasanya sudah memiliki penghasilan yang berasal dari blognya, entah itu pekerjaan berkaitan dengan tema blognya yang bersifat dunia offline maupun memang blognya utk jualan. Kalau saya masih blogger ababil yang baru merangkak, hehe…

  5. Saya udah setahun lebih dikit ngeblog. Alhamdulillah dapet kenalan blogger di sana-sini.

    Tapi untuk yang udah ngeblog lama tapi belum dapet koneksi satupun, ataupun belum dapet nilai lebih belum tentu juga karena enggak serius ngeblog. Saya punya temen rajin update blog, tapi sengaja menon-aktifkan fitur komentar. Memang motivasi awalnya hanya sebatas ngeblog-in apa yang dia alami. Tapi dari sisi frekuensi update, dia saya katakan tergolong rajin. Hampir tiap hari ada postingan baru.

    Dengan kondisi seperti itu, apakah temen saya masih dapat dikatakan tidak serius ngeblog mas? ๐Ÿ™‚

  6. saya sih selalu merasa newbie, soale saya cuma seorang user, yang mengikuti perkembangan IT. Kalo satu hari nanti saya bisa menciptakan social media yang baru dan jadi trend, mungkin saya pindah kuadran, bukan newbie lagi tapi jadi seorang inovator dan kreator.

  7. hmmm mungkin perlu 1 thn untuk lepas dari seorang newbie… ntahlah sampai sekarangpun yang berjalan 6 bln ini, belum banyak ilmu yang terserap di kepala ini, kalo di bilang membawa hasil tentu sudah yaitu banyak temen itu hasil signifikannya, tujuan awal sih blogging 4 money nyatanya mlempem… tetap lebih banyak dapet dari offline. So mau meningkat ke tahap berikutnya sambil jalan saja… syukur bisa cepat kalo ga ya alon-alon waton bathi lah

    1. Sepertinya kita berada dijalaur yang sama bro,,… Ngeblog karena ingin mendapatkan tambahan penghasilan, ternyata sampe sekarang penghasilan yang didapat masih sedikit… But dibuat enak aja biar ngga cepat pensiun dini

    2. Oke mas, jalani saja semampunya. Bekerja di ‘dua alam’ memang nggak mudah. Kalau konsisten membangun langkah pertama, saya yakin akan ada hasil yang di dapat di kemudian hari. Semoga sukses!

  8. blogging cuman memberi semangat buat nyiapin naskah buku ajah. gak perlu domain pribadi, gak perlu jual diri, yang penting konsistensi ajah.

    1. Ya, saya juga percaya bahwa rajin menulis di blog adalah langkah awal yang bagus untuk menyelesaikan buku cetak. 2000 karakter per hari bukan hal yang sulit saya kira. ๐Ÿ™‚

  9. Sekitar enam bulan. Lumayanlah mas, punya temen (sedikit), bisa setting blog (sedikit), ngerti monetasi blog (sedikit)
    Yah, yang sedikit-sedikit itu saya kumpulkan buat modal pengetahuan. Siapa tahu jadi dunia saya kelak ๐Ÿ™‚

  10. saya sudah berapa bulan ya ?? bingung..
    terlalu banyak santainya ๐Ÿ™‚ ditengah kesibukan kuliah sehingga tidak fokus mengelola blog sendiri. (sok sibuk banget ya ^^)
    tapi saya akan belajar membagi waktu antara keduanya. lagi pula apa yang saya dapat dari ngeblog adalah rasa kesepian bisa diusir hanya dengan ngeblog. hehehe
    banggakah saya dilabeli newbi? ya.. daripada dilabeli no action ๐Ÿ™‚

    1. Hahaha…
      Komentarnya khas gaya anak kuliahan dengan dunia yang lagi senang-senangnya.

      Kalau masih sekolah atau kuliah, mending ditujukan untuk membangun komunitas saja. Saya yakin pikiran, waktu dan tenaga akan terserap habis untuk studi. Masalah monetasi bisa dilakukan belakangan kalau sudah punya subscriber yang lumayan banyak.

  11. saya lebih dari 3 tahun mas, untuk dapat menjadi profesional dengan tolak ukur saya sendiri. hehe, dengan artian ya bisa memenejemen hobi menulis saya di blog. hehe… kalau terlalu sering juga artikel kurang berisi, terlalu lama juga banyak alasan untuk malas memulai. Jadinya dengan komitmen terhadap diri sendiri, newbie pun harus ditempuh 3 tahun, dari blogspot, wordpress.com sampai joomla, kemudian terakhir di wordpress.org ini. masih pengen belajar yang lain, tapi belum ada waktu.

      1. yang di cari seorang user yang awam bahasa pemrograman kayak saya mas, itu, user friendly dan update CMSnya. kalau user friendly tapi sama pengembangnya gak pernah di update, keamanannya juga kurang, ya gak dipilih mas. hehe, jadi saya sampai ke wordpress, sebenernya masih pengen nyoba yang lain, kayak textpattern, posterous, MODx, atau concrete5 mas. hehe, tapi belum jadi prioritas, jadi wordpress dulu.

        1. Kalau saya baru coba blogger dan WordPress. Dan WordPress sudah mencukupi kebutuhan saya dalam ngeblog. Sekarang nggak ada waktu buat pelajari CMS lain. Ya sudah WordPress jadi solusi.

  12. Mungkin saya masuk yang kategori T-E-R-L-A-L-U kali yee… 1,5 tahun blogging justru berakhir pensiun disaat segala sarana serba tersedia. yang paling positif saya rasakan, sampai saat ini saya selalu ingat pemilik blog ini sebagai sahabat ngeblog di masa lalu sejak masih di blogspot.
    Lanjutkan … !

  13. kerennn tp sampe hari ini saya msh berpikir saya adlh seorang newbie, xixixi krn ga tau juga apa beda yg profesional dgn newbie?

  14. Ping-balik: Berbagi itu sangat menyenangkan, berilah yang terbaik tanpa mengharap yang terbaik | adhani blog di adhani.com
  15. The article is worth reading. The uniqueness and structure that shines from this article. These days blogs are used everywhere. The idea that we recieve from them has no words to describe. The attribute needed is the power of creativity within yourself via learning, thinking, creating and rigorous study. Therefore the blog post is immensely fruitful for the readers. Thanks a lot for writing such a wonderful article. I will wait for your future article with great egarness.

  16. The our god ! you can be community lad, i came to be seeking out these records total the web. Feels like youโ€™re quick article writer . have a ball listed here personal

  17. How well you doin?, Make absolutely adore in the same manner oughout developed often the subjectโ€ฆ you can might become a member of our post and share with us a small amount of tipps. thanks for your time beforehand

  18. After study a few of the blogs inside your website now, and that i really like your own method of running a blog. I bookmarked this to my personal bookmark website itemizing and can be checking again soon. Pls check out my personal web site because nicely as well as tell me what you think.

  19. Introduction all of us, This kind of world wide web page is usually awesome so is the way the problem ended up being extended. I’m keen some top remarks to boot even if Appraisal prefer all of us manage this relating to problem the best way increase the value of individual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *