Desperate Blogger dan Kelesuan Aktifitas Blogging

Kalau saya amati, akhir-akhir ini kegiatan blogging secara umum sedang mengalami kelesuan. Nggak tahu nih, ini cuma perasaan saya saja atau Anda juga mengalaminya. Mungkin juga karena pengaruh mitos larangan memulai usaha pada bulan Selo (penanggalan Jawa). Hehehe. Nggak kok, kalimat terakhir tadi cuma becanda.

Desperate blogger, begitu saya menyebutnya, adalah blogger yang kecewa berat dan depresi menghadapi kenyataan bahwa blognya sepi pengunjung. Sudah capek-capek menulis artikel konten lokal lalu blogwalking sana-sini tetap saja traffic seret. Komentar yang muncul hanya bisa dihitung jari. Itu belum dikurangi komentar spam dari para bule penyedia soft loans.

Sebagian blogger mencoba berpikir kreatif dengan mencari solusi lebih detail melalui Googling, konsultasi online, atau sekedar ada yang mention di Twitter dengan harapan memancing rasa penasaran yang lainnya. Toh tetap saja masih ada keenggan pengunjung mampir. Kasian banget ya.

Dualisme Pekerja Kantoran Super Sibuk

Sebenarnya hal ini nggak perlu dipikirin siang malam sampai stress akut. Coba Anda rileks sejenak. Aktifitas blogging adalah salah satu pijakan menapaki bisnis online maupun offline yang berkelanjutan. Keberadaan blogging adalah sebagai sarana atau media untuk tujuan jangka panjang. Jalan masih panjang di depan.

Lagipula kita semua paham dan maklum dualisme sebagian besar blogger sebagai orang kantoran yang terikat sejumlah jadwal kerja. Moment pasca Lebaran dan jelang akhir tahun begini memang dikenal sebagai rush hour bagian akunting menyiapkan laporan konsolidasi. Ada juga kawan-kawan di bagian operasional yang sibuk menjalankan ekspansi perusahaan ke wilayah-wilayah baru yang sangat mungkin minim koneksi internet.

Tenang saja, pasang surut iklim blogging adalah sebuah siklus tahunan yang wajar. Hal ini akan mengalami kestabilan dengan sendirinya sesuai berjalannya waktu. Tapi bukan berarti semangat Anda ikut mati. Yang males ngeblog ya biarkan saja. Asal Anda tetap komitmen pada tujuan awal ngeblog. Toh, sesekali menyegarkan pikiran nggak masalah untuk tancap gas di level berikutnya.

Enjoy blogging, enjoy living!

4 Replies to “Desperate Blogger dan Kelesuan Aktifitas Blogging”

  1. yup. kehidupan para blogger bisanya berada di dua alam. salah satunya jika tidak berimbang maka ada yang harus mengalah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *