Drop Your Comment Here!

Saya tidak menyangka artikel kemarin mengundang banyak komentar dari teman-teman blogger. Ada yang setuju, ada pula yang ogah-ogahan komentar. Ada yang serius memberi review ulang, ada pula yang bingung tidak tahu mau komentar apa. :D

(Bagi yang belum sempat baca, silakan klik disini)

Bagi pandatang baru, mungkin tidak banyak pengalaman yang dapat mereka share. Tapi bagi muka-muka lama penghuni jagat blogosphere pasti paham maksud artikel saya tersebut. Hanya saja, tidak semuanya berani speak up dan berbicara lantang tentang hal ini.

Nggak masalah, itu hak mereka. Hanya saja, saya tetap merasa kurang puas atas komentar yang muncul. Ngeblog sebagai tempat mengekspresikan pikiran dan pandangan blogger, belum sepenuhnya terlaksana. No problem, mungkin mereka sungkan sama guru besar yang saat ini masih duduk manis di singgasana tahtanya. :D

Atau bisa juga mereka banyak belajar dari kasus Prita Mulyasari yang menjadi tersangka pencemaran nama baik RS OMNI International. Meski hari ini pengadilan telah memutuskan tidak bersalah, namun tetap saja hal ini menjadi pertimbangan serius.

Jadi harus bagaimana? Apa harus update Twitter seperti halnya Luna Maya yang akhirnya berbuah pertikaian dengan insan pers? Atau meniru gaya Joko Anwar yang melakukan aksi bugil setelah mendapat 5000 follower di Twitter?

Saya tidak menganjurkan cara-cara di atas. Sebagai blogger, aktivitas utamanya ya ngeblog. So, kalau mau lebih speak up dan aware terhadap lingkungan tidak ada jalan lain, terbitkan artikel tentang hal tersebut.

Hanya saja, masih tetap dibutuhkan etika dan norma-norma dalam menjaga hubungan dengan blogger lain. Misalnya:

1. Kritiklah sikap dan tindakannya, bukan orangnya.

Tidak diperbolehkan mengkritik seseorang dari sifat, fisik, latar belakang, suku, agama atau profil pribadi.

2. Tidak menyebarluaskan informasi yang bermaksud memecah belah hubungan antar blogger.

Lah, kalau posting saya kemarin gimana? Di sini dapat saya jelaskan, bahwa artikel kemarin adalah hasil analisa saya terhadap kehidupan blogosphere. Percaya tidak percaya silakan dikoreksi dengan pendapat IM senior lainnya.

Semoga artikel yang dibuat dalam keadaan tergesa-gesa ini bisa memberi manfaat bagi teman-teman.

91 thoughts on “Drop Your Comment Here!”

  1. Berusaha mengekspresikan diri adalah hak setiap orang, dan itu sudah dilindungi oleh negara lho…Tapi sayang masih ada saja orang yang masih berusaha memaksakan kehendaknya pada orang lain.
    Nice post mas agus,

    sukses selalu

  2. secara dari hati, saya ingin sekali memberikan komentar yang berbobot atas artikel ini…tapi klimaks pada artikel ini tidak saya temukan… mungkin karena mas Agus terburu-buru…

    tapi point yang bisa saya ambil…janganlah membahas suatu artikel yang berisi atas kekurangan suatu pihak atau seseorang… lebih baik tidak disebutkan namanya… agar cari aman…

    tapi kalau mau seperti ahmad dhani, prita, ataupun LUna Maya siap-siap saja…. banyak masalah, tapi habis itu TERKENAL !!!! hahahaha

      1. Mas Hengky benar. Sering blogwalking ke blog para senior sedikit banyak mengubah gaya penulisan saya. Semoga saya tidak dikritik sebagai 'tukang jualan kacang goreng' lagi. :D

          1. Kalau menurut saya, UU disusun bukanlah untuk membatasi gerak warga negara. Justru sebaliknya, menciptakan keadaan yang lebih terkendali.

            Hahaha…

            Gaya bicara saya kok seperti bang Ruhut Sitompul ya.. :D

  3. Sebagian orang belum terbiasa ketemu bahasa "lugas" Mas…

    Ada yang masih alergi dengan kata kritik, tapi lebih suka dengan kata "masikan"

    Mengemas kritik juga banyak caranya.

    Karena yg dikritik punya sifat masing2, maka kita memang dituntut untuk tidak "nggebyah uyah".

    Mirip mengajar di kelaslah.

    Dengan karakter murid yg beda2, guru dituntut untuk memperlakukan muridnya sebagai individu2…

    Guru tidak semata2 yg ada di kelas.

    Semua orang tua adalah guru.

    Dan saya yakin semua kita ingin mengalami jadi orang tua.

    1. Hmm, komentar yang berbobot sekali.

      Menyadarkan saya untuk lebih hati-hati dalam memberi komentar. Tapi saya dasar orangnya nggak bisa pakai tedeng aling-aling alias langsung tunjek point. Jadi maaf kalau ada kata yang tidak berkenan di hati teman-teman. :D

      Ngomong-ngomong, profesi mas Yanto sekarang bergelut dengan dunia pengajaran ya mas?

  4. Sudah balik tadi sebentar ke artikel sebelumnya. Memang menarik. Point 1 dan 2 saya setuju. Hanya saja, point ke 3 saya kira kurang tepat penjabarannya (kalau dalam defenisi saya, hehehe…). Yang jelas, dari kedua kutub ini saya ikutan gerakan non blok aja deh. Saya cenderung pada tahap masih memantapkan segala sesuatunya untuk menjadi lebih baik. Entah-entah di masa depan, ada blok ketiga dari 2 blok yang sudah ada sekarang. Dan disitu, saya punya peran yang besar. Weekekekek… Kita lihat saja.. :D

  5. Tulisan tulisan Mas Agus makin hari makin menarik dan berbobot. salut buat mas.

    saya coba mengamati, sejak kasusnya Mbak Prita sampai saat dia dibebaskan. banyak orang lebih hati hati dalam menulis dan berkomentar. mungkin hal itulah kenapa banyak orang belum Speak Up. apalagi kepastian hukum di negeri ini masih belum jelas dan tidak bersahabat dengan orang orang kecil. saya setuju dengan mas Tidak diperbolehkan mengkritik seseorang dari sifat, fisik, latar belakang, suku, agama atau profil pribadi, itu namanya SARA. sepanjang kritikan itu lebih ditujukan kepada tulisan ataupun metode yang digunakan saya rasa sah sah saja. baik menurut orang lain belum tentu baik oleh kita.

    1. Bagaimana nggak gurih mbak Aas, lha wong tiap hari saya jualan kacang goreng. Hehehe… :D Just idiom…!

      Ngomong-ngomong, kemarin sempat bertatap muka dengan mas Hengky ya mbak?

    1. Iya, beginilah kalau bekerja offline sekaligus online. Dikejar-kejar deadline posting baru. Syukurlah kalau mas Heru menyukai artikel saya.

      Sama-sama Heru nih, jangan-jangan masih saudara?

  6. Makin dewasa aja nih gaya tulisannya, jadi inget dosen bahasa indonesia dulu…wkwkwkwk, memang begitulah mas agus, jadilah diri sendiri dan jangan untuk bertindak jika memang untuk kebaikan "the show must go on"

    1. Yap, whatever will be, the show mas gondrong…! :D

      Menjadi diri sendiri adalah hal yang sulit dilakukan saat ini Pak. Begitu banyak kekuatan dari luar yang berusaha tarik menarik kepentingan.

  7. sepertinya benang merahnya kelihatan nih sama posting sbelumnya tentang rahasia umum yg tidak terpublish.

    apa sebenarnya yang ingin di ungkap oleh seorang Agus Siswoyo? kalau boleh saya berasumsi bahwa di balik 2 artikel tersebut ada pesan penting yang ingin di capai, apakah itu?

    "independensi blogger sebagai mansuia intelektual yang berani dan bertanggung jawab" walah….

    1. Mantab…!

      Kesimpulan yang pendek tapi memuat seluruh pokok-pokok pemikiran saya. Untuk urusan motivasi mental, mas Fadly memang jagonya.

      1. kalau boleh memberi sedikit pandangan mas Agus,

        Begini hemat saya, blogger itu terbagi dalam beberapa kategori:

        1. newbi, golongan ini masih proses pencarian jati diri. masih proses mencari jodoh antara tema blog yang ingin di gelutinya dengan karakter dirinya. ini yang belum klop. sehingga masih ngalur ngidul… dan ini alami.

        2. blogger professional, pada tahap ini seorang blogger memang serius menggeluti dunia blog. menyesuaikan dengan tema yang ingin di suarakan. tentu saja sudah menemukan dan mengerti akan pilihannya.

        3 Blog Bisnis, nah ini memang blog "tendensius" (dalam arti positif yah) membangun blog untuk mendukung produk bisnisnya di dunia online.

        4. blogger yang proffesional namun tetap beraliran gado-gado. supel dan mudah masuk kemana saja..

        nah, dengan melihat pandangan sederhana seperti itu.saya rasa kita sedikit pahamlah dan mengenal tanda-tandanya. kita bisa mengenal "siapa dan bagaimana?"

        walah jadi ngelantur yah :)

        1. Saya lebih suka menyebut komentar mas Fadly sebagai Posting Lanjutan dari artikel ini. Terlihat lebih menguasai medan daripada saya. :D

          Saya menangkap pesan utama mas Fadly:

          "Beda blogger, beda karakter. Sehingga sikap kita pun harus disesuaikan dengan siapa kita berhadapan".

          Bukan begitu, mas?

  8. Blog memang bukan ajang cari tenar ataupun tempat untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu. Blogger yang sehat adalah blogger yang mampu memanfaatkan blog-nya untuk aktualisasi diri dan bersosialisasi yang ujung-ujungnya bisa saling memberi manfaat. Tiap orang tentunya memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda. Dalam perbedaan inilah kita bisa saling mengisi.

    Wah, kepanjangan nih komen-nya. Abis tulisannya Mas Agus ini bisa membuat orang berkomentar panjang lebar…..

    1. Itulah salah satu sifat saya mas. Nggak puas kalau dikomentari satu dua kalimat. Harus sampai tuntas pembicaraannya.

  9. setuju Pak pada point 1 & 2, memberikan komentar yang sesuai dengan jalur yang benar akan memberikan support serta motivasi untuk si empunya blog. Tujuan untuk menulis di blog bagi saya adalah saling berbagi dengan sesama baik itu informasi, berita maupun ilmu2 yang tentunya sangat bermanfaat & membantu banyak orang.

    Trims, Sukses selalu Pak n Tetap Semangat….

    1. Weleh-weleh, harusnya Pak Harto memanggil saya dengan sebutan 'nak'. Saya masih ABG loh Pak, 5 tahun lalu. :D

      Saya pribadi juga senang dengan posting Pak Harto yang bersifat 'ngemong' blogger lainnya. Gaya penulisan Pak Harto juga khas, tidak pasaran seperti kebanyakan blog.

  10. itulah fenomena sekarang. meskipun banyak sobat blogger yg kritits sekali, tetapi banyak juga yg masih menjaga diri untuk tidak menyingung perasaan rekan blogger lainnya.

    kalo saya sih melihat artikel yg diposting , kalau memang harus dikritik ya kita kritik, tetapi kalau memang bagus dan menawan hati tidak ada alasan kita untuk mengkritiknya..thanx sharenya ya

    1. Komentarnya belum lengkap nih.

      Lalu, menurut Anda, artikel yang saya posting ini patut dikritik atau sebaliknya?

  11. betul sekali mas, kita harus menjaga jangan sampai terjebak posting yg mengandung SARA, RAS. sebagai blogger hendaknya kita menjunjung tinggi norma etika dan perasaan orang lain..kira2 begitu sih…

    1. Tanpa sadar, kadang kita terlalu emosi mengungkapkan pikiran lewat tulisan sehingga lepas kontrol. Untuk itulah diperlukan kritik dan saran dari para komentator seperti mas Sabirin.

    1. Sebagai manusia normal, ada kemungkinan kita salah komentar. Seperti halnya mas Adu yang komentarnya asal tulis.

  12. karena saya masih pemula, gak tahu harus ngomong apa? tapi yang jelas bagi saya blog adalah tempat saya untuk belajar. belajar menulis, mengembangkan ide, IT, silaturahmi, dan tentunya belajar NYARI DUIT.

  13. betul sekali mas, saya blm mampu melihat fenomena itu… makanya kmrn saya sebut mas berwawasan luas dlm dunia blog… sebab selama ini, sy melihat antarblogger lebih sering melempar pujian dan sapaan ramah… walau sesekali ketemu juga yg pedes dg yg lain…

    dan saya pun blm mampu menilai blog sy sendiri masuk di kubu mana…

  14. tulisannya tambah kelihatan penjiwaannya, sudah seperti tetangga sebelah (blog motivasi, tahu khan..?..hehe..

    sukses selalu untuk mas dan keluarga

    1. Hahaha… Ini nggak njiplak karya AM.com loh mas…

      Suerrr….! :D

      Saya hanya mengagumi konsistensi blog tersebut dalam menjaga perolehan traffic yang melimpah.

    1. Yap, benar sekali mas Tri.

      Meski internet adalah dunia maya yang pelakunya tidak bertatap muka, namun harus tetap menjaga etika dalam bergaul.

  15. kalau sifatnya mengganggu orang lain, boleh nggak dikritik tuh mas ?

    Salam Kreatif,

    Octa Dwinanda

  16. sepertinya saya jg termasuk yg ga transparan yah.. heheee.. ma'af deh!

    selain transparant, itu juga baru sebagian. ada beberapa hal TIDAK menyenangkan yg pernah saya alami sejak memutuskan ngeblog 3thn lalu, hingga sempat hiatus hingga berbulan2 guna memperbaiki hati yg berantakan *hahahaaa.. lebay yah, tp begitulah adanya.. siapa yg kuat didzolimin di depan publik..?*

    tp lebih banyak lagi hal yg menyenangkan nya kok, makanya akhirnya saya kembali..

    walau meninggalkan teman2 lama dan memilih bergabung dg komunitas berbeda..

    ah, sudahlah.. apa saja pasti hasilnya tergantung niat kita di awal..

    saya tak pernah berniat jelek, insya Allah saya dipandu utk tidak berbuat jelek.. amin

    1. 3 tahun ngeblog bukanlah waktu yang singkat. Pasti sudah banyak pengalaman yang dapat dibagikan. Kalau nggak keberatan, saya mengundang mbak Novi menjadi co-writer atau penulis tamu di blog ini. Gimana mbak, Anda tertarik?

      1. ahahaaa.. tampaknya menarik sekali tawaran nya

        tp sepertinya saya bukan orang yg pantas untuk jd co-writer di blog sebagus ini.

        seperinya yg Anda lihat, sekarang blog saya isinya kebanyakan hanya main2 aja, ga fokus seperti i blog yg lama.

        janganlah, nanti Anda menyesal.. :D

  17. mas, terus terang saya sebenarnya kangen dengan situasi orde baru. Bukan dengan era represifnya. Tapi justru dengan gaya protes jaman dulu. Dulu memang tak ada UU ITE, tapi lebih gawat lagi karena kita bisa ditangkap tanpa UU yang jelas.

    Kerinduan saya pada gaya protes jaman orba yang santun, cerdas, tapi kritikannya begitu tajam. Lihat saja acara tukang-tukang protes jaman itu seperti Goenawan Muhammad, Emha Ainun Nadjib, Wimar Witoelar, Rendra, Sri Bintang Pamungkas, yang kata-katanya bikin gerah penguasa meski tidak vulgar.

    Itulah yang mungkin tidak terjadi sekarang ini. Orang bebas mengumpat, mengkritik secara vulgar dan tanpa etika. Bukankah kritik itu bisa dilakukan secara santun, satir, cerdas, tapi mengena. Ini PR buat kita semua.

    1. Memang, tidak mudah menghadirkan tulisan yang kritis, berbobot dan memberi manfaat dengan tetap memegang norma kesopanan. Apalagi di blogosphere yang kebanyakan topik pembicaraan berkisar cari duit melulu.

      Semoga sedikit ide saya dalam blog ini bisa menjadi awal untuk kemajuan pemikiran kita.

  18. Terimakasih atas kunjungan ke blog saya. Kesalahan pada kolom komentar sudah diperbaiki. Terimakasih atas pemberitahuannya.

    Saya setuju dengan pendapat Anda, masalahnya, kalau edit posting secara online kadang tanpa sadar suka terlalu bersemangat sampai agak lepas kontrol. Maunya terbuka tapi sering jadi kebablasan. Dan baru sadar kalau melewati batas setelah mendapat reaksi negatif. Makanya saya sekarang edit posting secara offline saja. Setelah selesai edit terus dibaca dan dikoreksi dulu dua atau tiga kali, baru di upload. Takut sih enggak, cuma berjag-jaga. Soalnya saya memang sering terbiasa ceplas ceplos.

    1. Ceplas-ceplos is oke kalau ada dasarnya. Maksud saya, tidak mengedepankan luapan emosi sesaat. Tetapi mendasarkan kata-katanya pada fakta.

  19. yah jangankan di dunia blog di dunia nyata saja dalam istilah mas kang agus kutub utaranya dalam dunia blog semakin nyata. semua orang mungkin memiliki hak yang sama untuk berekspresi namun banyak yang lupa diri tentang cara berekspresinya. seolah-olah saling kritik adalah perlombaan, tapi kritikan saat ini lebih cenderung bersifat menjatuhkan lawan main dari pada membangun.

    1. Untuk itulah kita harus pintar-pintar memposisikan diri. Tidak berarti pula menjadi penjilat dan kutu loncat yang tidak punya pendirian. Setiap blogger memiliki keunikan, jadi harus bisa beradaptasi dengan pola pikir dan gaya penulisannya.

  20. komentar harus sesuai dengan artikel… dan tidak menyakiti hati orang lain.. soalnya kalo kita berkomentar di blog orang harus ada etikanya jangan sampai pengunjung lain terhina dengan komentar yang kita berikan.

  21. It makes posting code and discussing security issues fast and easy and offers a platform on which to display work and grow a community.

  22. Superb material Definitely I recommend how it’s sorted out. I’m contemplating professionally buying and selling websites may well be calls whenever there’s something mroe challenging at in this case. May very well added your web site thx!

  23. My very own distinction is undoubtedly Liz and I’ve any top secret. My husband and i understand your site pretty much onrr a daily basis, and you you’ll notknow which in turn. That’s this is due to When i not usually subside some review.

  24. Wonderful goods of your stuff, man. I have study your stuff in front of and you are equally well amazing. I enjoy what youve got the following, adore what you are declaring and exactly how a person say this. You make this enjoyable and you nonetheless manage to help to keep it wise. We cant wait to undergo additional from you. That is really an amazing weblog.

  25. When i fell in love with about you certainly will receive executed the following. The make is classy, your main penned issue tasteful. yet, an individual order become found a powerful anxiety through that you simply intend wind up being offering you the next. tired glimmer arrive alot more during the past repeatedly since the very same about oftentimes in just example anyone defend this method multiply.

Leave a Reply