Intrik Pengolah Asa Memperdaya Rasa

Sejarah dan Teknik Permainan Olahraga Bolavoli - Gambar pemuda sedang bermain olahraga bola voli
Sejarah dan Teknik Permainan Olahraga Bolavoli – Gambar pemuda sedang bermain olahraga bola voli

Headline di atas adalah tagline yang dipakai oleh Kang Hong Khian dalam salah satu bukunya yang diterbitkan oleh BIP. Tagline ini terdengar menarik di telinga, apalagi kalau dikembalikan dalam aktifitas pergaulan di internet. Apapun media yang Anda pilih, apakah ngeblog, update status fesbuk, ngetweet dan lain-lain, tentu tidak bisa dilepaskan dari intrik-intrik kecil dengan pengguna internet lainnya. Cukup dengan senggolan kecil Anda bisa menghasilkan masalah dengan pengguna lainnya.

Besar kecilnya masalah ini tergantung karakter pengguna. Terdapat beberapa karakteristik pengguna internet menurut medianya. Menurut pengamatan saya dan beberapa orang lainnya, aura Facebook cenderung adem ayem karena hubungan antar pengguna didasari atas pertemanan. Semacam tempat reuni online gitu. Blogging juga relatif lebih mudah dalam melakukan mediasi karena space-nya yang luas. Yang paling gampang terjadi peristiwa berantem adalah aktifitas ngetweet di Twitter. Karena basisnya adalah pertukaran informasi, maka begitu mudah terjadi crash manakala informasi dipelintir secara subyektif.

Kehadiran intrik dalam pergaulan di internet pada akhirnya membantu pengguna untuk lebih mawas diri dalam bersikap. Minimal jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya membership dibanned sama moderator forum karena gemar menyalakan api pertikaian. Intrik juga menjadikan seorang blogger lebih tahan banting, lebih tebal telinga dan lebih sadar bahwa tidak ada gunanya mengumbar emosi di internet. Identitas diri dalam pergaulan internet begitu mudah dipalsukan sehingga tidak ada manfaatnya bertikai.

Pada akhirnya, fungsi utama blog pribadi kembali ke konsep awal sebagai media berbagi pengetahuan. Apa yang kita pikirkan, kita lihat, kita rasakan, kita bau dan kita sentuh menjadi input yang kemudian diolah menjadi output dan berguna untuk pembaca. Sebaik-baik manusia adalah yang bisa membawa manfaat bagi orang lain, bukan? Oleh karena itu, keberadaan intrik dan permasalahan pergaulan online hendaknya mampu mengolah pikiran kita menjadi lebih dewasa dalam bersikap dan menghargai keberagaman hidup dengan orang lain.

Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

18 thoughts on “Intrik Pengolah Asa Memperdaya Rasa”

  1. Tentu saja, kebanyakan pertikaian terjadi di Twitter. Karena akses penjelasan informasinya yang dibatasi oleh 140 karakter saja, menimbulkan banyak sekali kalimat yang harus dipadatkan (baik makna ataupun tulisannya). Jadilah sering sekali banyak kata yang ambigu. Maka terjadilah banyak pertikaian. Mungkin maksud @Si_A ke utara, tapi diterima oleh @Si_B ke selatan.
    Mungkin bisa diatasi dengan saling menjelaskan lewat HP atau kopdar langsung. Jangan malah berantem dan terus-terusan maint mention dan hastag. Contoh ketika Si_A marah ke Si_B: Si_A: Awas ya kamu @Si_B, @Si_A lapor @Polisi baru tahu rasa #EAAAA

    Salam blogger

  2. This really is my first time i click here. I discovered so a number of associated with enjoyable stuff in your blog, particularly its dialogue. by using the actual a lot of comments in your content articles, I suppose I’m not the only one getting all of the leisure time right here! Continue the beneficial function.

  3. Good post. I study something more difficult on totally different blogs everyday. It would always be stimulating to learn content material from other writers and practice just a little something from their store. I’d favor to use some with the content on my blog whether you don’t mind. Natually I’ll offer you a hyperlink on your web blog. Thanks for sharing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *