Julia Perez dan Feminisme Dalam Blogging

Oleh: Aliceina

Dunia blogging akhir-akhir ini makin marak dengan kehadiran para pendatang baru diantara eksistensi senior mereka. Berbagai topik dibahas di berbagai blog, baik oleh blogger wanita maupun pria. Dari blog motivasi mental, bisnis paypal, manajemen diri sampai motivasi blogging.

Namun yang membuat saya miris adalah mengapa pembicaraan didominasi oleh kaum laki-laki bukannya perempuan sebagai jumlah penduduk terbanyak. Maaf kata kalau kalimat diatas terkesan memaksa.

Saya pribadi merasa kurang nyaman bila berada dalam perbincangan kaum laki-laki dalam sebuah thread comment, apalagi bila pembicaraan mengarah ke isu gender. Misalnya, mengapa wanita selalu menjadi pelaku pelengkap penderita dalam sebuah permasalahan.

Kalau dalam hal blogging mungkin kita akan kesulitan mendeteksi permasalahan yang sebenarnya. Saya ambil contoh dalam kehidupan nyata saja. Tentu saat ini kita masih terjebak pro dan kontra tentang keikutsertaan Julia Perez (Jupe) dalam pilkada kabupaten Pacitan.

Ada sebagian kelompok yang menentang mentah-mentah rencana ini. Ada pula yang mendukung dengan mengatasnamakan keadilan gender. Jupe dikenal karena postur tubuh yang menarik dan jiwa entertaint yang dimilikinya.

Lalu apa salahnya kalau mencalonkan diri? Bukankah kesempurnaan tubuh adalah pemberian Tuhan. Lantas, apakah kita harus menggugat nikmat yang diberikan Tuhan.

Saya pribadi mendukung langkah tersebut sebagai upaya kebebasan warganegara dalam memenuhi haknya untuk dipilih. Meski tubuh saya sendiri tidak sesempurna Jupe (mohon maaf, saya tidak pakai foto profil), tapi saya terpacu untuk memberikan warna di dunia blogging.

Tentu kita tidak berhenti tercengang oleh aksi mas Agus yang beberapa kali membuat gebrakan dalam artikelnya. Mulai posting Joko Susilo online di Facebook hingga obsesinya menjadi penulis tamu blog tetangga.

Saya heran, mengapa kaum pria lebih mudah berkespresi di banding wanita. Tentu akan menghebohkan jika saya bisa membentuk paguyuban blogger wanita bersama Mbak Herlin, Bunda Julia, Mbak Aas dan beberapa blogger wanita lainnya.

Padahal sebenarnya wanita lebih banyak keinginannya dibanding pria. Juga lebih banyak berpikir kompleks daripada keseharian kaum bapak-bapak. Mulai dari mengurus anak, suami, mengelola keuangan rumah tangga, bersosial dengan tetangga hingga hubungan dengan keluarga besar. Banyak topik yang bisa diangkat dan berpeluang menjadi top search.

Kalau blogger wanita sudah bersatu padu, saya pastikan kaum pria akan jadi iri dibuatnya.

Maju terus blogger wanita…!

2 Replies to “Julia Perez dan Feminisme Dalam Blogging”

  1. With almost everything that appears to be building within this subject matter, many of your viewpoints happen to be fairly exciting. Even so, I am sorry, but I do not subscribe to your entire strategy, all be it refreshing none the less. It seems to everyone that your commentary are actually not entirely justified and in simple fact you are yourself not wholly convinced of the argument. In any case I did appreciate looking at it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *