Ketika Koneksi Internet Unlimited Menjadi Bumerang Bagi Seorang Blogger

Ngeblog tidak bisa terlepaskan dari yang namanya koneksi internet. Baik koneksi type lemot maupun super kenceng tetap kita butuhkan dalam waktu yang berbeda. Pendek kata, internet adalah kaki para blogger untuk melangkah ke berbagai penjuru dunia. Bagaimana jadinya kalau kita mendapat akses internet unlimited dengan kecepatan stabil, misalnya Speedy (langsung sebut merk aja ya). Apakah ini jaminan kita bisa ngeblog secara konsisten? Ternyata jawabnya tidak.

Saya sendiri mengalami betapa ‘nggak enaknya’ memakai layanan hotspot unlimited yang tersedia di lingkungan RT/RW sini. Kalau lagi online dan nggak pakai kacamata kuda, dijamin nggak bisa fokus nulis artikel. Terpancing buat klik ini itu dan lupa sama tujuan awal. Selain itu saya juga pernah mengalami harus ngeblog di warnet dan dikejar-kejar billing warnet. Nggak enak juga dikit-dikit lihat duit di kantong. Manusia oh manusia, dikasih susah mengeluh dikasih enak juga mengeluh. Hehehe.

Dalam beberapa hal, seringkali kalau kita diberi kebebasan dan fasilitas lebih, maka bisa membahayakan keberadaan diri sendiri. Masih ingat cerita klasik tentang dua ekor anak ayam yang dilepas dari kandangnya di satu desa di Surabaya. Anak ayam terobesesi ingin lihat indahnya dunia. Setelah anak ayam merengek-rengek, induk ayam memberi ijin dan kebebasan buat dua ABG ayam boleh main kemana saja asal. Syaratnya cuma satu: kalau matahari mulai tenggelam mereka berdua harus balik lagi ke kandang.

Tapi apa yang terjadi, karena keasyikan jalan-jalan di mall, ketemu gedung bertingkat yang didesain unik, asyiknya naik bus kota, jalan-jalan ke pelabuhan, ikut menikmati fasilitas kelas satu dari kapal pesiar bintang lima dan… akhirnya dia terbawa dalam kapal. Tahu-tahu dua anak ayam sudah sampai di kutub selatan. (ceritanya sengaja dibikin lebay). Anak ayam menangis sesenggukan dan berkata: Andai saja Emak nggak kasih kebebasan buat kita…

Online di depan Laptop: Sibuk atau Sok Sibuk?

productive-ketika-internet-unlimited-menjadi-bumerang-bagi-blogger

Pemirsa! Pe-e-pe-mi-i-mir-sa-a-sa…! Itulah idiom yang saya pakai kali ini untuk menggambarkan bagaimana kebebasan dan limpahan fasilitas bisa memberi celaka bagi yang tidak bisa mengelola. Ibarat sebilah pisau, dia bisa membawa berkah atau musibah tergantung kita yang pegang.

Pesan saya, buat yang masih online di warnet jangan berkecil hati. Minim koneksi internet bukanlah akhir segalanya. Proses merencanakan target, berpikir, menggali ide dan mengolah menjadi satu karya itu yang lebih utama. Dan tidak semuanya harus dilakukan secara online. Selalu ada cara buat mengakali.

Buat yang punya koneksi internet di rumah (pesan buat diri saya sendiri khususnya) jangan lantas menganggap semua bisa diselesaikan secara online. Internet memang bisa menyibukkan kita dengan segudang aktifitas yang memacua otak berpikir. Namun yang patut diingat adalah apakah kita sibuk untuk produktif atau sok sibuk supaya terlihat produktif. Jangan-jangan selama ini kita menyibukkan diri untuk hal-hal yang tidak membawa manfaat. Be wise while online!

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

Bagikan artikel ini melalui:

56 Replies to “Ketika Koneksi Internet Unlimited Menjadi Bumerang Bagi Seorang Blogger”

  1. Alhamdulillah mas, saya sudah agak sedikit bisa membagi, pas lagi dikantor pake speedy ya buat kerja sambil browsing2 + download2 seperlunya, sedangkan pas lagi di kost pake AHA hanya ta pake buat ngblog entah update blog2 GA, blog pribadi, blogwalking, dan yg berhubungan dengan blog saja

    1. Lebih bijak dalam pemakaian ya mas… kalo saya koneksi dikos cuma untuk blogging dan searching bahan skripsi meskipun kadang terganggu yg lain jg, 😀
      Antara sibuk dan sok sibuk ya mas agus… Jangan sampai lupa kalau ada temen yg maen malah dicuekin. 😀

  2. Saya adalah bukti nyata, betapa punya koneksi internet pribadi saja tidak bikin saya produktif menulis di blog. Frekuensi update blog saya termasuk sangat jarang (belakangan ini). Ah, abis ini saya harus mulai mengisi waktu online untuk hal-hal yg lebih produktif.

  3. wah saya sih sudah unlimited sejak mulai pakai internet, tapi memang paling parah kalau tak bisa mengendalikan diri. Jam tidur saja terpangkas untuk chatting, browsing yang ngga jelas. Sejak ngeblog mulai teratur deh. Tinggal kitanya saja mau bagaimana.

    EM

  4. Saya mungkin berpikir sebaliknya Mas, kalau Internet tanpa batas saya malah bisa menulis sambil mengakses informasi yang saya gunakan untuk memperkaya tulisan, dan jika tiba-tiba saat muncul ide lain ketika menulis, saya bisa menelusuri sumber-sumber yang memperkaya ide tersebut dan menyimpannya (bookmark) dan kemudian kembali menulis ide awal, sehingga ide baru-pun akan tetap terjaga.

    1. saya setuju.. namun diimbangi dengan konsistensi dari tujuan kita saat mau menggunakan internet. Kalau terlampau asyik cari data kadang-kadang kerepotan memilah data yang akan digunakan.. (itu yang pengalaman pribadi saya saja)

      1. Ha ha…, jika saya kesulitan memilah data, ya digabungkan saja, meski hasilnya tulisan jadi panjang hingga beberapa ribu kata :D.

  5. sok sibuk di laptop…. itu menimpa saya dirumah mas, soalnya sambil cari sinyal yang bagus, hehe. Tp bener kok saya belum bisa efektif memanfaatkan fasilitas koneksi ini ntah dikantor ato dirumah. Semangat saja ah…

  6. justru kalo unlimited asik mas, ditinggal aja laptopnya 24/7, kita mau pergi renang, jalan2 di mall, gak usah matiin laptop dan internet.. kenapa harus jadi bumerang??

  7. Mungkin yang paling penting adalah membagi waktu. Bagi saya sendiri, keberadaan internet memudahkan. Kalau internet mati, saya lebih suka beralih dari komputer dan mengerjakan yang lain, misalnya baca buku, nonton, atau berolahraga.

    Sedikit tambahan, saya pikir kotak “Confirm you are NOT a spammer” di bawah kotak ini tidak jelas. Saya tidak mengerti apa ini maksudnya harus di-klik atau jangan di-klik. Mungkin lebih baik diganti “Klik jika Anda bukan spammer”.

  8. Hehehehe, mak tes (tepat) ulasannya. Kalau koneksi unlimited memang (kadang) bikin hidup serasa bebas dan merasa masih banyak waktu. Akhirnya malah buka ini itu. Tapi kadang jalan2nya itu juga sebagai bagian dari aktivitas blogging (blogwalking). So simpulan sederhananya koneksi internet unlimited bikin blogger menunda menulis untuk blognya sendiri. Hehehehe.
    (Koq komen tadi ga bisa di-post ya?)

  9. yang parah ini “sok sibuk supaya terlihat produktif”kategori ini bisa di bilang carmuk ga ya kalau posisinya masih sbg karyawan?

  10. Biasanya parahnya kalau lagi tidak mood dan sedang tidak fokus apa yang mau dikerjain,waktu yang ada cuman buat klik link2 yang dianggap menarik dan aktif di jejaring social.

  11. untunglah internet saya empot-empotan.,sedangkan itu ngeblog hanya sekian persen.. selebihnya hanya browsing cari fun, apalagi jika internet unlimited super duper kencang.. ga tau seperti apa saya jadinya

  12. blogging hanya sesekali, gak diambil sebgai pekerjaan fulltime kayak pak agus. emng berapa duit kita dapet dari blogging ya? masih gak percaya bisnis OL seperti annehira sekalipun

      1. tapi kan punya cafe. lebih besar pemasukan dari cafe kan? kan blog agan gak ada adsense-nya. kok bisa dapat duuit gitu. soalnya beda dengan anehira yang full adsense

  13. Pada akhirnya kembali lagi pada niat yang kuat serta komitmen. kekurangan bukan berarti tanpa tak ada manfaat sebagaimana kelebihan bukan berarti segalanya oke.
    Bagaimana seorang Junbao (Jet Li) berhasil mengalahkan Tienbo (Chin Siu-ho) dalam pertarungan terakhir yang sangat sengit hanya dengan memaksimalkan kekuatan alam baik kekurangan maupun kelebihan. (Taichi Master : 1993)

  14. Huahahaha.. Sok sibuk kali saya mas. Biar keliatan keren. Hehe

    Ya, betul saya setuju. Mengasah kreatifitas itu gak perlu selalu online. Yang penting kita mampu buat jadwal yang teratur.

  15. Aku juga sering nggak fokus dengan tujuan awal waktu koneksi lagi wus-wusnya.
    Kacamata yang saya pake kacamata manusia sih, bukan punya kuda. Hehehe.

    Tapi, aku malah mendukung tuh kalo online di warnet aja. Dengan duit dibatasi, kita akan mau-nggak-mau mengoptimalkan waktu untuk tujuan awal yang utama. Itulah the power of kepepet! 😀

  16. Saya malah sedang cari layanan internet unlimited yang pas. Setelah tertipu sama salah satu provider terkemuka dengan segala promo-nya. Akhirnya sekarang saya sadar, dan sedang trial and error mana layanan yang bagus. Ada rekomendasikah?

    Tapi betul juga ya, kalau terlalu manja dengan koneksi unlimited bisa ‘agak’ menggoyahkan efisiensi blogging,… :p

    1. Kalau untuk internet rumahan saya sarankan pakai Speedy. Koneksi relatif stabil dibanding provider lainnya. Kalau untuk mobile access, tergantung lokasi tempat tinggal. Soalnya tiap wilayah punya BTS dengan kekuatan sinyal yang berbeda-beda.

  17. hehehe, malah sering buka social network kalau unlimited mas, ya mau gimana lagi. hehehe. asal jangan lupa bayar kalau di warnet mas. hhe… saya sering lupa bawa dompet kalau di warnet.

  18. kata ibuuuuuu
    semua yang berlebihan itu tidak baik 🙂
    se ala kadarnya saja…
    kalau saya pribadi misalnya bikin target 2 jam untuk ngeblog dari nyari bahan sampai menggali ide lebih dari itu ya matiin terus ngayeng dah 😀

  19. yg belom tau solusinya bisa beli kartunya disini ni
    dijamin betah dirumah 🙂

    hxxp://koneksiinternetunlimited.com/2011/08/koneksi-internet-unlimited-murah-dengan.html#

  20. Wah makasih tipsanya. Saya sendiri ngeblog di rumah sudah punya waktu tersendiri, kalao di kantor nggak bisa. Saya sendiri sering ganti-ganti kartu operator, pilih yang tak lemot saja.

  21. Terrific write-up. Thanks for posting that. I was not informed of your weblog, however will return back a lot more frequently now. Including you to my personal RSS reader.

  22. Its very educational as well as fascinating article.all the points are extremely useful. Simple but very effective writing. Thanks for sharing such a nice post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *