Labelisasi dan Pemahaman Klise

Melawan Pengkhianatan Big Boss
Melawan Pengkhianatan Big Boss

Menulis artikel blog tak ubahnya sebuah alat komunikasi antara manusia satu dengan lainnya. Bedanya, sekat-sekat pembatas kini hampir tidak dapat ditemukan. Bule di Amrik yang baru bangun tidur bisa saling berbalas komentar dalam satu forum dengan petani garam di Madura. Bagi si bule mungkin heran, ngapain kamu jemur air laut, kayak nggak ada kerjaan aja. Tapi si petani bilang, ini cara kami cari makan Meneer. Ilustrasinya agak nggak nyambung ya. Hehehe. Sutralah!

Sepertinya sejak lahir kita memang sudah dihadapkan kepada budaya untuk memberi label kepada orang lain. Lihat orang berpakaian lusuh membawa karung sambil bongkar-bongkar tempat sampah, lalu kita memberi label “Oh itu pemulung”. Ada sekumpulan bapak-bapak berpakaian safari melintas lalu terbersit pemikiran “Oh itu perangkat desa mau rapat”. Nah, saat ada seorang ibu bertampang judes, ngomongnya cerewet dan memakai lipstik tebal jalannya angkuh sambil menenteng tas tangan, lantas kita beranggapan “Ini pasti tukang kredit mau nagih duit”. Begitulah seterusnya.

Hal ini terus berlanjut seumur hidup kita sampai terbawa dalam sikap menanggapi hubungan dengan manusia lainnya. Padahal belum tentu demikian faktanya. Orang yang pakai baju safari belum tentu perangkat desa, bisa jadi petugas pengairan yang lagi mengadakan penyuluhan. Akibatnya kita sering mengalami pemahaman klise, yaitu pemikiran yang sudah terlalu sering dipakai dan menjadi cara baru dalam meniru gagasan orang lain.

Apa hubungannya dengan blogging? Nggak ada kok. Saya cuma iseng nulis. Hehehe. Bagi kawan-kawan blogger pemula pasti tahu gimana rasanya mendapati komentar klise dari pengunjung. Eh, saya juga masih newbie kok, mohon maaf kalau salah sebut. 🙂 Sebagai pendatang baru, anggapan yang menempel selama ini adalah identik dengan sedikit ilmu, cuma bisa copas artikel portal berita dan menebar link affiliasi dimana-mana. Ya, itulah yang pernah saya alami.

Mau gimana lagi, sebagai newbie memang kita nggak bisa langsung bilang “Aku hebat lho, kamu harus percaya kepintaranku“. Diperlukan kesabaran dan ketekunan dalam waktu yang nggak sebentar untuk melunturkan anggapan klise tersebut. Siapa tahu lepas dari label newbie Anda langsung meloncat ke label master (meskipun dalam faktanya nggak akan pernah ada Surat Keputusan Naik Jabatan dari Departemen Blogging Indonesia).

Itulah sekilas yang mau saya bagi kali ini. Tetap semangat ngeblog ya, apapun label yang disematkan kepada blog Anda saat ini. Rejeki nggak pandang bulu kok, baik newbie maupun master semua sudah ada jatahnya masing-masing. Kita cuma berusaha, hasilnya kita serahkan pada Yang Kuasa. Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

47 thoughts on “Labelisasi dan Pemahaman Klise”

  1. Pastinya blogger pembelajar dan tak ada perbedaan, memang banyak yang copas artikel berita, tak apalah biar informasi semakin merajalela di dunia maya, Namun sayang nantinya tidak jadi pembelajar untuk mengetik di media web.

  2. Pencitraan yang baik akan membawa label yang bisa melambungkan nama seorang blogger ya mas…. Dalam menyajikan artikel memang tidak ada salahnya mengutip blog lain asal di berikan link sumbernya sehingga tidak ada yang merasa dirugikan…

  3. Kalau menurut saya sih, masalah cuma bisa copas artikel berita dan menebar link affiliasi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan newbie. Bagi saya, itu cuma masalah etika dan mental. Banyak kok blogger yang bukan tergolong newbie lagi masih melakukan kedua hal tersebut. Kalau dasarnya sudah kurang punya etika dan punya mental mau serba instan, ya tetep aja begitu (newbie atau bukan).

  4. Untungnya ane belum kena labelisasi hehe masih jauh buat dapet label record soalnya engga ada produser buat kasih job haha #kagaknyambung

  5. Seseorang di judge master menurut saya karena ahliannya terlepas dia pemula atau dah dedengkot, terkait artikel copas kalo itu sebagai referensi (nge-link tentunya) untuk selanjutnya dikembangkan menurut saya masih sah2 saja.

  6. Pendatang baru tak selalu hanya bisa copas. Saya temui banyak juga yang kontennya orisinal. Namun, yang saya temui, pendatang baru (saya juga) biasanya tak terlalu paham dengan SEO dan traffik. Yang penting ngeblog dan nulis saja.

    1. ya, memang tidak semuanya suka copas. tulisan di atas adalah contoh. bisa jadi faktanya bertolak belakang dengan ide saya. mengenai SEO dan traffic, menurut saya itu adalah kemampuan tambahan, terutama bagi yang bertujuan sharing. pada umumnya traffic akan mengikuti dengan sendirinya saat tulisan kita asyik dibaca pengunjung. 🙂

  7. Kunjungan perdana Pak, sebagai pemula yang sedang belajar menerapkan SEO, terima kasih untuk sharingnya. salam kenal

  8. The actual post is absolutely fantastic! A whole lot info as well as inspiration, both of which we all need! Like in order to appreciate the time and energy you place to your blog and more information you offer! I will bookmark your website!

  9. Yet another thing is that when searching for a good on the internet electronics retail outlet, look for online shops that are continually updated, retaining up-to-date with the hottest products, the most effective deals, in addition to helpful information on product or service. This will ensure that you are dealing with a shop that really stays over the competition and provide you what you need to make intelligent, well-informed electronics buying. Thanks for the vital tips I’ve learned from your blog.

  10. Wow that was unusual. I just wrote an very long comment but after I clicked submit my comment didn’t appear. Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyways, just wanted to say superb blog!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *