Manfaat Fungsional dan Emosional Artikel Blog

Apa kabar jamaah sidang blogger yang berbahagia? Saya mau bertanya kepada Anda, kemana larinya Anda jika sedang membutuhkan referensi akurat mengenai sebuah topic pembahasan di internet? Sebagian besar pasti menjawab, “Tanya mbah Google dong…” Sip deh!

Lalu pertanyaan berikutnya, jika Anda sedang ingin sharing masalah pribadi secara publik tentang hal-hal yang berhubungan dengan topic blog Anda, kemana Anda melangkah? Kalau yang ini jawabannya bisa macam-macam. Salah satu jawaban alternative yang muncul adalah, “Main ke blog dukun blogger dong, kan asik bisa curcol dan ngakak bareng-bareng…”

Yup, seperti itulah perkembangan blogging yang tengah terjadi. Bagaimanapun bentuknya,  artikel yang Anda tulis memiliki banyak manfaat kalau ditinjau dari berbagai sudut pandang. Dua diantaranya adalah manfaat fungsional dan manfaat emosional. Berikut ini penjelasannya.

Manfaat Fungsional

Hal ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan otak kiri manusia terhadap ilmu pengetahuan yang luas dan tak terbatas, perkembangan terkini suatu komunitas internet serta aktifitas lain yang bertujuan menambah wawasan.

Dalam bidang akademis, manfaat yang ditawarkan oleh artikel blog berupa referensi terhadap satu bidang tertentu.  Misalnya, buat kawan-kawan mahasiswa yang mencari referensi ilmu desain digital, tentu tujuan browsing nggak jauh-jauh dari blog mas Jeprie dan sejenisnya.

Atau buat Anda yang hobby jalan-jalan wisata kuliner, blog Inijie sangat tepat dijadikan sumber info lokasi tempat makan yang enak, nyaman dan murah meriah. Secara gitu, yang punya blog sudah hobby menjajah rumah makan dalam dan luar negeri, pasti tahu mana restoran dan cafe yang masuk daftar buruan di tiap akhir pekan.

Manfaat Emosional

Kalau untuk yang satu ini sifatnya optional dan relative berbeda kepada setiap individu. Wujudnya pun aneh-aneh dan kadang tak terduga. Ada yang hobby curcol sampai menangis terkulai di artikel blog tetangga, ada yang suka ngajak ribut dan memancing kerusuhan di kandang singa, ada juga yang jaim dan nggak mau tersenyum meskipun dikelitikin seribu semut rangrang. :D

Tujuan menulis dan membaca artikel sudah pun jelas, menempatkan sisi emosional di tempat tinggi-tinggi. Content itu nomor ke seribu, nggak penting blas. Asal bisa meluapkan emosi hingga plong dan mengurangi beban hidup yang makin berat, sudah deh habis perkara.

Lho, sudah tahu artikel nggak bermutu kok masih berminat didatangi? Biasanya, factor kedekatan profesi dan keakraban pertemanan jadi pertimbangan utama. Prinsipnya, asal bisa nulis artikel yang bisa bikin ketawa bareng dan suasana lebih gayeng, titik.

Salah satu blog favorit saya adalah Blog Tjap Koepoe Biroe punya Pak Mars. Kalau pikiran Anda lagi suntuk dan butuh penyegaran otak, coba deh main-main kesana. Ada saja artikel dengan ide-ide nakal dan segar yang disajikan. :D

Manfaat model mana yang bagus diterapkan dalam sebuah blog?

Dua-duanya bagus kok. Kalau bisa menulis artikel yang menambah wawasan sekaligus memberi hiburan pembaca, kenapa tidak? Tapi kenyataannya nggak mudah melakukannya. Hanya sedikit orang yang bisa berpikir serius di balik canda-tawanya. Hal ini bisa jadi karena terdapat perbedaan antar blog dalam hal: karakter individu (baca: penulis artikel), gaya penulisan yang dipakai, dan segmentasi yang dituju.

Aturan tak tertulis yang berlaku adalah blog serius tabu mengumbar ketawa. Hal ini terjadi pada blog dengan tema politik, edukasi, pengembangan diri, motivasi bisnis, fotografi dan beberapa lainnya. Kalimat-kalimat lugas dan tegas menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Sebaliknya, seolah menjadi hal yang lumrah kalau diary online (secara umum disebut blog pribadi) banyak menyisipkan kalimat jenaka dalam posting. Hal ini dapat dipahami bahwa diary online tetaplah seperti diary pada umumnya yang berisi catatan harian dengan segala suka-dukanya.

Pada akhirnya saya berkhayal, mungkinkah saya bisa tertawa lepas saat membaca tulisan blog mas Jeprie? Atau justru Anda punya khayalan lain? Misalnya berharap Joko Susilo menyapa Anda dengan kalimat, “Apa kabar cyiiin…?” Yuk, mari berbagi pengalaman disini.

Enjoy blogging, Enjoy writing…!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

14 thoughts on “Manfaat Fungsional dan Emosional Artikel Blog”

  1. According to my exploration, millions of people all over the world receive the mortgage loans at well known banks. Therefore, there’s good chances to receive a small business loan in any country.

  2. Usefull facts made on your blog, most I agree with. Remember seeing a similar blog which I will look to post. I will bookmark in any case I await your next thought provoking blog post

  3. Definitely, Anyway i really love the page!! That is simply a beneficial page. I really look forward to browsing much more helpful tips in which you will be posting in the long run. I’ve truly learned a whole lot from this. Thanks for your insight.

  4. This is my first time i visit here. I found so many interesting stuff in your blog especially its discussion. From the tons of comments on your articles, I guess I am not the only one having all the enjoyment here! keep up the good work.

  5. I wanted to advise you, you’re spot on. I stumbled your site from another link and am really fascinated by this niche and reading more. Do you mind if I reference to this site from my facebook page?

  6. Great goods from you, man. Manfaat Fungsional dan Emosional Artikel Blog | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I’ve understand your stuff previous to and you’re just extremely magnificent. I really like what you’ve acquired here, certainly like what you’re stating and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still take care of to keep it sensible. I cant wait to read far more from you. This is actually a great Manfaat Fungsional dan Emosional Artikel Blog | Catatan Motivasi Blogging Indonesia informations.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *