Melebih-lebihkan Akibat Jika Menyatakan Pendapat

Manusia memang benar-benar punya bakat untuk membayangkan hal buruk yang mungkin terjadi atas mereka. Sesungguhnya, ketika kita mempertimbangkan apa yang ingin kita lakukan, sering kita membayangkan dan kemudian terobsesi dengan hasil yang sangat buruk meskipun hal itu kelihatannya mustahil.

Contohnya bos tempat kerja di kantor tidak mengijinkan Anda memiliki pekerjaan sampingan selain di tempat tersebut, termasuk menjalankan bisnis MLM yang berbasis internet. Meski larangan ini tidak menyenangkan, tapi mau nggak mau harus dipatuhi. Anda pasti akan berdebat dengan boss tersebut dan pasti big boss tidak senang dengan Anda. Kalau sudah tidak senang, kemungkinan besar Anda akan dipecat. Ini artinya isteri Anda akan menggugat cerai. Dan seterusnya….

Melebih-lebihkan Akibat Jika Menyatakan Pendapat
Melebih-lebihkan Akibat Jika Menyatakan Pendapat

Kita semua kehilangan kesadaran akan kenyataan ketika memusatkan perhatian pada segala kemungkinan terburuk yang mungkin menimpa kita. Kepedihan dari akibat yang mungkin terjadi mengalihkan perhatian kita terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ada. Kalau sesuatu yang kelihatann mustahil terjadi kita bayangkan cukup buruk, kita sering menggambarkannya sebagai satu kepastian bukan kemungkinan lagi.

Barangkali kesalahan terbesar yang kita buat ketika melebih-lebihkan akibat dari pikiran negatif tersebut bersumber dari keyakinan yang keliru bahwa dunia selalu menghukum orang yang naif untuk menyatakan pendapatnya. Menyatakan pendapat tidak pernah salah, apalagi di era kebebasan berekspresi di internet dengan ciri khas toleransi anonimitas (istilah untuk mewakili percakapan tanpa identitas). Batas salah dan benar semakin tipis dan terwakilkan oleh besarnya dukungan publik.

Jadi, jangan terlalu lebay menanggapi salah satu diskusi di dunia maya. Hal ini juga berlaku di dunia nyata. Membangun positive thinking itu tidak mudah, tetapi bisa kita biasakan sejak sekarang. Daripada pikiran kita teracuni oleh pernyataan orang yang tidak dikenal, lebih baik kita balikkan ke asalnya bahwa dari orang lain akan menjadi orang lain. Kalau ada jasa-jasa yang kita rasakan ya ucapkan terima kasih.

Bagaimana dengan cara Anda menanggapi diskusi di internet?

Bagikan artikel ini melalui:

10 Replies to “Melebih-lebihkan Akibat Jika Menyatakan Pendapat”

  1. Diskusi layaknya postingan pada blog-blog contohnya postingan agussiswoyo.com ini, sepertinya bermanfaat dan pastinya bisa berdampak positif terhadap diri (pembaca) pribadi. dan jika positif, diskusi itu boleh boleh saja.

  2. salah satu hal yang menurut saya sulit dalam berdiskusi adalah untuk menerima kritikan serta ketika saat apa yang namanya pendapat kita tidak diterima….

  3. Berdiskusi di internet memang cenderung lebih vulgar dari pada dunia nyata. Karena banyak yang cenderung kurang mengenal secara dalam dan kebanyakan belum pernah bertemu secara langsung.

  4. Bagaimana kalau memang ada orang yang dasarnya terlalu serius?
    Dia menanggapi segala sesuatu dengan serius. Orang seperti ini di sebuah diskusi dunia maya (di webforum misalnya) bisa sangat membantu. Dengan komentar2nya yang selalu serius, bisa memancing terjadinya diskusi. 🙂

  5. tidak mudah sih mas, kerena kita hidup sudah didasari tendensi untuk bisa menang dalam kehidupan ini. sehingga tak jarang bahkan kita sendiri lupa telah melebih2kan dalam menyatakan pendapat. Tentu untuk meracuni orang lain secara tidak sadar atau malah secara sadar. Atau bahkan kita sendiri yang sudah teracuni.

  6. Post Perdana Di Blog ini.
    Salam Kenal Mas Agus….
    Membaca judulnya agak bingung aku :
    Melebih-lebihkan Akibat Jika Menyatakan Pendapat
    Bagaimana Jika –
    Melebih-lebihkan Akibat Dalam Menyatakan Pendapat

  7. Ping-balik: nurmaniamnsz
  8. Ping-balik: nurmanaiamnsz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *