Memaknai Kebebasan Berekspresi Internet

Tips Beradaptasi dengan Perbedaan di Negara Lain Untuk Mahasiswa Study Abroad
Tips Beradaptasi dengan Perbedaan di Negara Lain Untuk Mahasiswa Study Abroad

Perkembangan terkini dunia blogging dan jejaring sosial tidak bisa dipisahkan dari keterlibatan arus informasi. Dua media tersebut sedang berkembang dengan pesat bak jamur di musim hujan. Entah karena alasan melek teknologi atau latah menghadapi invasi modernisasi, hampir semua pihak saat ini memilki kebebasan berekspresi dan mengakses internet yang sama. Mulai anak SD yang kerap menyambangi warnet sepulang sekolah, hingga anggota dewan yang ketahuan mengakses ‘file bermasalah’ di saat sidang sedang berlangsung.

Bersyukurlah bagi warga Indonesia tidak mengalami kebijakan pencekalan arus informasi melalui internet sebagaimana saat ini tengah berlaku di negara China dan Myanmar. Kebebasan berekspresi di Indonesia dijamin dalam peraturan hukum nasional dan internasional. Peraturan-peraturan tersebut telah rangkum secara jelas oleh Anggara Suwahju dalam ebook Linimas(s)a yang bisa Anda download secara gratis. Ebook ini layak menjadi referensi setiap blogger, pengguna social media, dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan internet secara aktif.

gambar pelari berlari cepat
gambar pelari berlari cepat – seperti itulah aliran arus informasi saat ini…

Internet dan Ledakan Kebebasan Berekspresi Melalui Blog dan Jejaring Sosial

Internet saat ini menjadi media yang tepat, mudah dan cepat dalam membantu orang bertukar pikiran, ide, gagasan, dan juga informasi. Hal ini menjadi bukti bahwa aktifitas internet yang benar menyediakan tempat berekspresi secara bebas. Beberapa fenomena menarik terjadi di masyarakat terkait kebebasan berekspresi di internet. Contoh mudah adalah melejitnya sejumlah public figure seperti Sinta-Jojo, Udin Sedunia, dan Briptu Norman yang bermula dari keberanian menunjukkan karakter diri dengan cara meng-upload video berdurasi beberapa menit di situs YouTube.

Euforia kebebasan berekspresi melalui internet dengan media blogging pun tak jauh beda. Meski keberadaannya akhir-akhir ini mulai terpinggirkan oleh serbuan situs jejaring sosial, blogger dan social media user telah telah menghasilkan budaya citizen jurnalism yang mampu melaporkan kejadian dan keadaan terkini dan nyata di masyarakat. Misalnya menulis catatan harian, pemikiran mengenai satu kejadian penting, kritik terhadap layanan Pemerintah, komplain produk yang dihasilkan sebuah korporat, maupun membangun komunitas dan jaringan blogger yang memiliki platform kokoh dan dikendalikan dalam satu manajemen.

Ledakan ekspresi paling nyata bisa kita jumpai di situs jejaring sosial, terutama melalui situs Facebook dan Twitter. Sudah sangat biasa kita jumpai Fesbuker mengupdate status yang berisi makian, umpatan dan kritik tajam atas kekecewaan terhadap satu layanan maupun perlakuan dari pihak. Pun demikian dengan Twitter. Kita sering dibikin gerah dengan membanjirnya timeline yang berisi kalimat-kalimat bernada menyerang, intimidasi, dan berbagai bentuk perlawanan terhadap orang maupun sebuah lembaga.

Memang, tidak semua ekspresi bernada negatif. Masih sering juga saya jumpai timeline yang dipakai media mengungkapkan kasih sayang sepasang insan yang tengah dimabuk cinta. Ekspresi yang demikian memang tidak menimbulkan konflik dengan pengguna lain, namun secara etika kurang layak sayang-sayangan di area publik. Bagi yang mendapatkan timeline seperti ini, duh muka risih banget. Mau ditaruh dimana muka ini, seolah-olah seluruh timeline hanya mereka yang punya sedang yang lain ngontrak.

Whether you are looking for a master’s degree program, computer science classes, a K-12 curriculum, or GED study program, this list gives you a look at 50 websites that promise education for free
Whether you are looking for a master’s degree program, computer science classes, a K-12 curriculum, or GED study program, this list gives you a look at 50 websites that promise education for free – From Pinterest

Kebebasan Berekspresi Internet Untuk Membangun Komunitas dan Gerakan Sosial

Manfaat kebebasan berekspresi di internet telah mengantarkan pengguna internet di Indonesia kepada satu kecerdasan emosional untuk membangun komunitas atau jaringan yang sesuai dengan bidang yang ditekuni. Facebook telah melahirkan sejumlah grup yang secara konsisten membekali anggotanya dengan berbagai kemampuan tertentu. Misalnya grup kategori bisnis online yang sering saya jumpai menyediakan sejumlah panduan berbisnis, seminar dan training, maupun pertemuan tatap muka secara rutin.

Twitter dengan keunggulan kecepatan penyebaran informasi juga telah menjadi cara baru mencari informasi selain melalui mesin pencari Google. Bagi Anda yang aktif nge-tweet tentu sangat terbantu dengan jadwal kultwit bermanfaat (penjabaran materi kuliah melalui akun Twitter) dari para pakarnya. Mereka adalah pengguna jejaring sosial yang aktif berkomunikasi dengan pengguna lain untuk membangun brand, kepercayaan publik, dan jaringan kerja.

Beberapa nama populer misalnya @DrJeffryT dan @dennysantoso yang rajin ngetwit dan sharing hal-hal terkait bidang nutrisi, fitness dan kesehatan tubuh. Lalu ada Pak @nukman yang sering membahas peranan social media dalam membantu perusahaan membangun brand melalui jejaring social. Sedangkan dalam hal sastra dan penulisan buku, terdapat mbak @cinnamoncherry yang rajin berbagi tips penulisan dan penterjemahan naskah.

Kebebasan berekspresi bagi seorang blogger juga tidak kalah penting berperan dalam mewujudkan demokrasi blogging di Indonesia. Saat ini tengah gencar program membangun jaringan blogger melalui Roadblog 2011 Blogilious keliling sejumlah kota besar di Indonesia yang dikoordinasi oleh IdblogNetwork. IdBlogNetwork adalah media penghubung blogger dan perusahaan yang berkepentingan memasang iklan mereka melalui blog pribadi.

Melalui gerakan yang terkoordinasi tersebut maka kebebasan berekspresi di internet seorang blogger menjadi lebih terarah dan berdaya guna. Untuk mendapat persetujuan bergabung, seorang blogger dituntut untuk memiliki konten blog yang original, unik, terpublikasi secara rutin, dan tentu saja tidak mengandung unsur SARA. Dengan demikian, secara tidak langsung kebebasan berkespresi yang dihasilkan blogger adalah kebebasan yang bertanggungjawab. Manfaat lain dari kegiatan ini tentu saja menghasilkan pendapatan bagi blogger yang mendapat job dengan sistem CPP (Cost Per Post) CPC (Cost Per Click), dan CPA (Cost per Action).

Siaran Radio Sonora FM Surabaya bersama IBMT University
Siaran Radio Sonora FM Surabaya bersama IBMT University

Internet: Antara Kebebasan Berekspresi dan Hukum

Apakah akibat yang akan muncul jika masing-masing kita memiliki kebebasan dalam pikiran, kecenderungan kepribadian, dan arah tujuan dalam hidup kita? Apakah tidak mungkin hal itu membawa kita dalam kekacauan dan bercerai-berai, serta menyebabkan kita menjadi orang bakhil yang ditaati, mengikuti hawa nafsu, dan takjub akan pendapat masing-masing.

Prinsip-prinsip kebebasan berpendapat sesungguhnya adalah prinsip-prinsip yang aman dari akibat-akibat negatif. Hal ini akan terjadi jika manusia bersih dan suci, penuh dengan kebaikan, dan tidak dikotori dengan kesiapan-kesiapan untuk berbuat jelek. Ingat, dalam karakter manusia terkandung beberapa unsur mulai dari karakter kemarahan yang busuk sampai dengan rahasia ruh yang tinggi.  Karena itu memutlakkan prinsip-prinsip kebebasan tanpa adanya batasan berarti memperluas perpecahan dan membuat langka adanya kerjasama.

Kalaupun kemudian terjadi konflik antara beberapa pihak akibat aktifitas dalam pergaulan internet, hal ini sungguh tidak mudah untuk diselesaikan. Mengapa? Karena peraturan yang berlaku tersebar dalam berbagai ketentuan Undang-Undang selain yang sudah ada di dalam KUHP. Menurut Linimas(s)a, secara umum ada 5 hal yang patut dicermati yaitu soal penghinaan, kesusilaan, penodaan agama, penyebaran kebencian, kabar bohong, dan pengancaman di dalam KUHP. Sedangkan peraturan lain adalah UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU No 44Tahun 2008 tentang Pornografi, dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Baha Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Kebebasan Berekspresi Internet: Do And Don’t

Dari paragraf awal sampai sekarang Anda saya jejali dengan berbagai peraturan dan Undang-undang terkait kebebasan berekspresi di internet. Apakah ini satu sinyal kita kembali ke jaman Orde Baru yang identik dengan pemasungan kebebasan berpendapat? Tidak juga. Undang-undang pun telah menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat dengan berbagai media. Berbagai lembaga sosial masyarakat juga kian aktif menyuarakan arti penting internet sehat. Lalu bagaimanakah seharusnya kita menyikapi ledakan kebebasan berekspresi di internet ini?

Sebagaimana telah terangkum dalam artikel Internet Sehat, terdapat 3 prinsip yang harus dipahami oleh pengguna internet.

  • Pertama, pengguna internet harus jujur dan adil dalam mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi,
  • Kedua, pengguna internet memperlakukan sumber informasi sebagai manusia yang harus mendapatkan penghormatan, dan
  • Ketiga, pengguna internet harus dapat terbuka dan bertanggungjawab.

Selain ketiga hal di atas, pengguna internet harus memperhatikan kepentingan kelompok minoritas yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam kebebasan bereskpresi di internet. Kelompok ini misalnya anak-anak di bawah umur yang perlu mendapat perlindungan orang tua, para wanita korban kekerasan dalam rumah tangga, masyarakat adat, kelompok difabel, dan buruh migran. Mereka adalah kelompok yang sering kali menjadi obyek kriminalitas di internet.

Internet pada dasarnya tercipta untuk membantu kinerja manusia beserta manfaat tambahan lain yang tercipta. Kebebasan berekspresi internet akan menjadi satu bencana bila kita tidak bisa memperlakukan pengguna internet lain sebagai manusia yang harus dimanusiakan dan memiliki hak-hak pribadi layaknya kita sendiri. Sebaliknya, kebebasan ini menghasilkan kebaikan dan kemaslahatan bersama bila secara sadar kita bersedia menjadikan internet sebagai media kerjasama saling menguntungkan, peduli kepada sesam, memperhatikan nilai-nilai edukasi dan norma-norma yang berlaku di masyarakat, dan tentu saja menghargai karya para pekerja internet.

Mari secara bijak memanfaatkan kebebasan internet. Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

Bagikan artikel ini melalui:

96 Replies to “Memaknai Kebebasan Berekspresi Internet”

    1. Seperti di dunia nyata juga.
      Banyak penjahat.
      Banyak orang baik.

      Internet atau dunia nyata, sama saja sepertinya.
      Tinggal tunggu waktu setiap orang didunia ngenet setiap hari.

      1. Karakter manusia tidak bisa dinilai dimana dia tempat tinggalnya. Sebagaimana konsep yin dan yang, ada kebaikan di dalam kejahatan dan ada kejelekan di dalam kebaikan. 🙂

  1. Wah,tulisannya lengkap sekali.. informatif lagi, dunia online hampir sama dengan kehidupan nyata, harus disertai kejujuran dan kesadaran serta sopan santun, sehingga sesama onliners tetap nyaman dan aman..

    salam kenal,
    azizhadi

    1. Salam kenal juga mas Aziz. Meski kita nggak tatap muka dalam pergaulan online, namun nama kita akan selalu diingat sebagai personal branding dalam pergaulan internet. Apalagi bila kita berniat menekuni bisnis online, maka perilaku jujur adalah hal yang harus kita tanamkan sejak awal.

  2. Kebebasan yang bertanggung jawab ya mas istilah sederhananya… Apa yang kita tuangkan di internet harus kita tanggungjawabkan, jangan sampai merugikan pihak lain, Memojokkan pihak2 tertentu atau menyebarkan informasi yang tidak benar… Go internet sehat

  3. Ping-balik: Skema Baru Swa-regulasi
  4. wah, ikut kompetisi semi SEO ya mas? mantab eu,,, tulisannya berbobot. hehe, ane lewat dulu deh, semoga sukses ya…

  5. Ping-balik: Komersialisasi Internet
  6. Ping-balik: Menuju Peraturan Internet
  7. Tidak bisa diingkari lagi. Saat ini sudah terlalu banyak orang menyalahgunakan internet untuk kegiatan kejahatan. Imbas kebebasan berekpresi membuahkan masalah baru yang belum kita duga sebelumnya.

    Tulisan yang sarat makna. Nice article.

  8. Mengapa nenek moyang kita dulu tidak menghadapi masalah seperti saat ini? Itu karena perkembangan budaya tidak bisa dipisahkan dari media. Internet bukanlah satu masalah kalau kita bisa mengendalikan setiap pihak untuk aktif berperan serta.

  9. Ping-balik: Kebebasan Berbicara Dalam Internet
  10. Ping-balik: Peraturan Pemerintah Tentang Hak Akses Internet
  11. Ping-balik: Arti Kebebasan Berekspresi di Internet
  12. jAMAN DEMOKKRASI..
    KEBEBASAN INTERNET SEKARANG JANGAN DI BATASI…
    JANGAN ADA PEMBERENDELAN LAGI…

  13. Ping-balik: Kewajiban Negara Terhadap Jaminan Hak Akses Internet
  14. Ping-balik: Internet Sebagai Ruang Publik
  15. Ping-balik: Kebebasan Berekspresi Cara Barat
  16. Ping-balik: Peraturan Konten Website
  17. Ping-balik: Kebebasan Pers di India
  18. Ping-balik: Diskusi Masalah: Self-regulasi Di Rumah
  19. Ping-balik: Program Pengembangan Jaringan Internet Secara Berkelanjutan
  20. Ping-balik: Sisi Plus dan Minus Hak Akses Internet
  21. Ping-balik: Kondisi Pengguna Internet Dunia Saat Ini
  22. Ping-balik: Laporan GNI: Melindungi Hak Asasi Manusia di Era Digital
  23. Ping-balik: Internet dan Berbagai Jenis Media Sosial
  24. Ping-balik: Penghapusan Konten Berbahaya di Internet
  25. Ping-balik: Perkembangan Internet di Korea Selatan
  26. Ping-balik: Jaminan Kebebasan Berbicara di Internet
  27. Ping-balik: Skandal Minerva dan Pengaruh Blogging Bagi Perekonomian Negara
  28. Ping-balik: Satuan Tugas NetFreedom
  29. Ping-balik: Anonimitas Dalam Kebebasan Berekspresi di Internet
  30. Ping-balik: Kebijakan Komisi Komunikasi Korea
  31. Ping-balik: Monitor Negara Terhadap Hak Akses Internet
  32. Ping-balik: Diskusi Masalah: Enkripsi
  33. Ping-balik: Penerapan Hukum Perlindungan Anak di Internet
  34. Ping-balik: Internet dan Kebebasan Berekspresi
  35. Ping-balik: Kebijakan Ketat Negara China Terhadap Sensor Internet
  36. Ping-balik: Kebijakan Amnesty International
  37. Memaknai kebebasan berekspresi di Internet? Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung 🙂 asal semua berekspresi dengan tetap berpegang pada aturan dan norma kenapa tidak? semoga sukses mas 🙂

  38. Ping-balik: Penutupan Century Cina
  39. Ping-balik: Komunikasi antara badan pengawas dan situs komersial
  40. Ping-balik: Sensor Keyword Dalam Akses Informasi Internet
  41. Ping-balik: Sensor Kata Kunci Internet di China
  42. Ping-balik: Sensor Keyword Tertentu di Internet
  43. Tulisan yang sangat bagus dan pantas juara 1 dalam lomba yang diadakan oleh internet sehat.
    Selamat atas keberhasilan ini, dan jadikan sebagai cambuk untuk berkarya lebih bai lagi di masa depan !

    Wassalam

    Basri Lahamuddin

  44. Fantastic write-up. Thank you for posting that. I was certainly not aware of your site, but definitely will come back more frequently now. Adding you to my personal RSS reader.

  45. Thank you for the good writeup. It in fact was a amusement account it. Look advanced to far added agreeable from you! However, how could we communicate?

  46. I was recommended this website by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my problem. You are wonderful! Thanks!

  47. Do you have a spam issue on this site; I also am a blogger, and I was wanting to know your situation; many of us have created some nice procedures and we are looking to exchange methods with others, why not shoot me an e-mail if interested.

  48. Hi are using WordPress for your blog platform? I’m new to the blog world but I’m trying to get started and set up my own. Do you require any coding knowledge to make your own blog? Any help would be really appreciated!

  49. My partner and I absolutely love your blog and find the majority of your post’s to be just what I’m looking for. can you offer guest writers to write content for you? I wouldn’t mind creating a post or elaborating on some of the subjects you write with regards to here. Again, awesome website!

  50. An stimulating discourse is couturier mention. I cogitate that you should make writer on this subject, it might not be a taboo subject but mostly fill are not enough to verbalise on specified topics. To the succeeding. Cheers like your Memaknai Kebebasan Berekspresi Internet | Catatan Motivasi Blogging Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *