Menanti Konsistensi Blogger Muda dalam Perkembangan Bisnis Online

Semakin mengenal dunia blogging, saya semakin menyadari betapa besar potensi yang dimiliki blogging sebagai bagian dari bisnis online. Peluang dan kesempatan meraih penghasilan dari blogging semakin besar. Sehingga saya tidak menyesal telah meninggalkan profesi Cost Analyst yang telah lima tahun saya geluti.

Saya tidak sedang berkampanye agar kawan-kawan menjadi fulltime blogger seperti yang sedang saya jalani. Ini adalah pilihan. Yang jadi pikiran saya akhir-akhir ini adalah konsistensi para blogger pemula, terutama yang masih ABG, dalam hal publikasi artikel.

Jujur nih, saya geregetan sendiri kalau lihat blog yang dimiliki anak muda (saya juga masih muda kok) tapi isinya nggak diurus. Tampilan blog ciamik, gaya menulis megang banget, mampu berpikir kritis dan memiliki semangat 65 dalam menulis. Tapi kok jarang-jarang aktif. Duh! Eman-eman sekali.

Saya maklum, mungkin mereka termasuk orang-orang sibuk dengan sekolah, les piano, les privat, nge-band, jadwal shooting, pemotretan, karang taruna dan lain-lain. Tapi nggak lucu juga kalau potensi mereka tenggelam di tempat yang nggak tepat.

Kidpreneurs - Young Enterpreneurs with Big Ideas book
Kidpreneurs – Young Enterpreneurs with Big Ideas book

Karena Moody, Hilanglah Kesempatan Emas

Sebagai salah satu anggota support tim sebuah produk panduan WordPress, saya berkenalan dengan banyak pebisnis online pemula. Seringkali saya dimintai tolong untuk membantu menulis artikel, pembuatan web, dummy blog, oprek blog dan sejenisnya.

Meski begitu, tidak semua tawaran saya ambil. Pertama, karena saya nggak bisa memenuhi semua job sendiri. Lalu yang kedua, kalaupun saya limpahkan pengerjaan kepada kawan-kawan blogger, saya nggak yakin akan konsistensi mereka.

Mengapa saya belum percaya? Alasannya simple. Mereka masih moody. Emosi yang belum stabil kerapkali membuyarkan rencana awal yang sudah dibuat dengan rapi. Mungkin kekhawatiran saya agak berlebihan dan terkesan sentimentil. Tapi kalau saya pantau timeline mereka di Twitter, kebanyakan mereka banyak mengeluhnya daripada semangat.

Butuh waktu agar kepercayaan tersebut tumbuh. Dan waktu juga yang akan menyeleksi siapa siapa blogger muda yang berkomitmen pada pilihan, stabil dalam emosi, berpikir jauh ke depan dan tentunya tetap enerjik layaknya pemuda yang menjelang kedatangan kekasih hati. Let see!

Bagaimana menurut Anda?

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

80 thoughts on “Menanti Konsistensi Blogger Muda dalam Perkembangan Bisnis Online”

      1. klo aku gimana eyang agus. Blogger muda nih.
        Sering juga koar-koar di twitter. *kalem*

        Saya pikir balik lagi deh ya ke visi blognya apa. Satu-satunya yang membuat saya bertahan ngeblog walaupun income lagi turun (kesita job offline) adalah tujuan awalnya, BERBAGI.

        Saya ingin dari blog saya orang bisa memetik manfaat dan membangun dirinya menjadi lebih baik. Senang rasanya melihat orang berubah dan kita adalah salah 1 bagian yang mendukung perubahan mereka.

        1. rasanya mungkin seperti mendapatkan hadiah yang tidak ternilai dengan materi.

          juga bisa dibilang mendapat durian runtuh 🙂

        2. sekali lagi semua kembali kepada pilihan. setiap orang mempunyai feel yang berbeda-beda terhadap sebuah profesi. saya tidak menyatakan blogger sebagai profesi paling dihormati diantara profesi lainnya. namun kalau sudah memilih, ya mestinya bertanggungjawab tho.

          untuk mas Arief, tidak masalah kalaupun ngeblog dilakukan setelah aktifitas offline (meskipun saya tahu biasanya suka curi-curi waktu ngeblog di jam kerja. hehehe… ) sepanjang niat sharing bisa dijalankan dengan benar.

          jadi blogger murni enak juga kok. kita bisa menulis tanpa perlu pertimbangan keyword density dan faktor-faktor monetasi lainnya. 🙂

  1. Mungkin tepat kalau saya kutipan perkataan Steven Snell.

    Jika blogging atau desain hanyalah sekadar hobi bagi Anda, maka bagus, nikmatilah. Tapi jika kamu ingin menjadikan itu sebagai karir, jangan biarkan permulaan yang lambar membuat Anda putus asa, tetaplah memperbaiki diri dan akhirnya Anda sampai pada tujuan.

    Munurut saya, blog yang hanya sekadar hobi atau pelarian sulit untuk berkualitas, karena memang energi untuk mengurusnya hanya sisa-sisa saja. Beda lagi dengan blogger pro yang memang penghasilannya dari blog.

    1. untuk yg satu ini saya kurang sepakat mas.
      Karena saya membangun blog juga dari hobi mas. Hobi menulis dan saya berusaha menjaga kualitasnya. Ga asal.

      Di sisi lain, contohnya seperti Raditya Dika. Di awal dia ngeblog, tulisannya sebagian besar adalah pelarian aktivitasnya. Hingga dibukukan dan menjadi best seller.

      Saya kira kita tidak bisa menjudge begitu saja. MUngkin lebih pas kalau dibilang blog asal-asalan dan tidak diseriusi. Karena blog hobi ataupun pelarian, ketika penulisnya serius disana hasilnya juga bagus 🙂

      Ini opini saya 🙂

      1. Sepertinya argumen saya belum selesai.

        Tapi jika kamu ingin menjadikan itu sebagai karir…

        Tidak berarti harus yang sudah jadi blogger pro, blogger yang belum menghasilkan sudah bisa saja bersikap professional. Kebanyakan blog sukses berawal dari hobi karena memang membangun blog besar butuh konsistensi.

        Saya tidak tahu tulisan awal Raditya Dika, namun saya pernah baca beberapa artikelnya setelah dia terkenal. Menurut saya, sepintas artikel blognya memang terkesan asal tapi itu memang hasil perhitungan matang. Tidak heran juga bisa laku seperti sekarang.

        Yang jadi masalah adalah blog yang murni sekadar hobi dan sama sekali tidak dijalankan secara professional. Tidak ada update rutin, artikelnya tidak melalui proses riset, tidak memperbaiki desain blog, dst.

        1. Memang konsistensi sebuah blog masih harus diukur dari desain ya bro? jujur blog ini merupakan blog yang paling tidak saya sukai desainnya… Tapi saya paling suka artikel yang disajikan didalamnya. Jadi menurut saya desain blog tidak termasuk didalamnya

          1. Kalau boleh tau, apa yang kurang disukai dari desain blog ini? Gak mungkin semuanya dong. Jadi harus dijelaskan secara detail apanya yang kurang disukai bro. Biar admin bisa memperbaikinya, seandainya memang perlu diperbaiki.

            Kalau menurut saya sih, desain blog ini (ketika komentar ini saya tulis) sudah cukup membuat saya nyaman.

        2. Yups. Saya sangat setuju dengan penjelasan detail mas Jeprie di atas. Jadi begitulah seharusnya kita menulis argumen/opini. Jangan sampai pembaca opini kita jadi salah tafsir gara-gara kita kurang detail dalam mengemukakan argumen.

          1. Yang saya kurang suka karena terlalu simple, apalagi desain kolom komentar yang kelihatan kurang rapi. Tapi itu bisa ditutupi dengan artikel yang disajikan. Padahal saya tahu narablog punya pengetahuan lebih soal desain blog. Tapi mungkin narablog tidak terlalu mempedulikan desain dari blog ini yang penting artikel yang disajikan adalah artikel yang bermutu.
            Yang tidak saya setujui dari komentnya bro Jepri yakni mengenai tidak memperbaiki desain blog apalagi blog yang dibuat sekedar hobi. Raditya Dika setahu saya pada awal mula ngeblog desain blognya biasa-biasa saja, tapi blognya bisa sukses hingga ke dunia nyata. Tapi saya sadar mungkin ini karena bro Jepri merupakan seorang desain grafis jadi sangat memperdulikan tampilan dari suatu blog

          2. @eser: simple is mine. hehehe.
            saya nggak suka kolom komentar terlalu lebar. karena setelah komentar keempat biasanya pokok pembicaraan sudah menyimpang dari awal.

            contohnya saja kali ini. membahas potensi blogger muda malah nyasar ke tampilan kolom komentar. hehehe.

    2. saya menilai mereka masih labil dalam pilihan hidup. semangat muda menggoda untuk mencoba-coba hal baru. kalau nggak cocok di blogging ya pindah ke bidang lain. apalagi era informasi menyediakan segala media untuk aktualisasi diri. bosan ini ya pindah kepada yang lain.

    1. memang demikian, akhirnya seleksi alam yang berperan. banyak contohnya blogger yang ‘dipaksa’ pensiun oleh lingkungan tempat tinggal. tidak bisa kita salahkan begitu saja orang tersebut.

      tapi satu yang pasti. energi internal mereka kurang mumpuni. sedikit hambatan bisa menjadi masalah berarti dalam merusak langkah ke depan.

  2. knjungan pertama mas agus :d. iy mas bnyk blog bgs tampilan aja tp g ada isinya.
    tulisan mas bahasanya bgus mas. mas pekerjaan cost analyst itu apa ? analisis keuangan gitu ?

    1. salam kenal juga mas. Cost Analyst adalah bagian dari sistem akuntansi perusahaan yang bertugas menciptakan standard operation procedure (SOP), mengawasi jalannya kegiatan dan membuat pernyataan plus dan minus sebuah fakta.

      makasih kunjungannya. semoga tulisan saya membawa manfaat.

  3. mod… mod tan…. seperti itu yang saya rasakan….. heheh,,,
    kadang2 malu sama para blogger yang sudah tua2 😀
    biarpun tua tatap saja semangat tinggi….

  4. Betul sekali. Apalagi di zaman ini, kaum muda sekarang diuntungkan dengan resources yang tak terbatas dan telah diperbarui. Ngga heran kalau anak SMP sekarang ngomong masalah Paypal, SEO dan canggih maintenance web.

    Masalahnya ya itu tadi, seperti yg diuraikan di atas. Mood-mood-an! 😀

      1. kalo saya punya jurus rahasia dari tanah sunda biar engga jadi budak mood-moodan…

        “ALLAHUMA DIPAKSAKEUN!”

        artinya: bisa engga bisa harus bisa 😀

    1. justru yang tua-tua (mungkin termasuk saya diantaranya) harus mengejar ketertinggalan dari adik-adik kecil itu. mungkin masalahnya adalah pada waktu. mereka nggak dibebani tugas menghidupi anak isteri dan mempunyai banyak waktu luang buka internet.

  5. Saya juga masih muda lho mas… hi..hi…

    Wah saya merasa abiz di “sentil” ne…. tapi saya harus belajar lebih banyak lagi ya ma mas agus,

    ngomong2 ttp “Job”, bisa ne mas sharing ma saya.. siapa tahu aj saya masuk kualifikasinya mas agus.. he..he..

  6. Maksud Mas Agus Blogger yang masih ABG ya? Sebenarnya memang ada 2 kategori yang disebut blogger Muda,
    Kategori pertama memang muda dalam hal usia sedangkan
    kategori kedua adalah muda dalam memulai aktifitas ngeblog.

    Saya sangat senang sekali banyak blogger yang masih belia & konsistent untuk mengurus blognya, jadi saya yang sudah tidak muda lagi bisa belajar dari mereka 😛

      1. Iya tuh. Bang Rudy tampaknya lebih sering mengutak-atik tampilan blognya ketimbang nulis posting 😆

        So, gak masalah sih sepanjang ngerasa enjoy-enjoy aja.

  7. sELAMAT Untuk Mas Agus atas komitmennya FULL TIME Blogging…

    Saya banyak terlewat nich…

    Insya Allah segera menyusul…

  8. Mungkin yg masih2 Muda masih terbagi waktunya, Mas…

    Semoga konsistensinya bisa menjadi media Berbagi Nilai Positif untuk banyak orang…

    1. loh, bukannya yang muda-muda punya lebih banyak waktu luang. justru yang sudah bapak-bapak ini nggak banyak santai karena sibuk cari duit buat menghidupi anak isteri. hehehe.

  9. wah…harus ikut tersinggung saya…supaya masuk kategori muda nih he3x..
    Betul gan, pengaruh mood masih cukup dominan dalam perbloggingan ABG..dan seharusnya bukan zamannya lagi menuhankan mood..seperti yang disampaikan mas Arief di atas…tapi gunakanlah kendaraan semangat..yang saya sendiri juga masih tergopoh-gopoh dalam mengendarainya….

    jadi, buang mood…gunakan semangat….

  10. saya termasuk blogger ABG mas.. di dunia blog saya jg masih pemula.. masih asal nulis.. yang penting blog terupdate secara baik 😀

  11. Kalau menurut saya sih, balik lagi kepada passion atau kecintaan akan aktivitas menulis di blog itu sendiri. Untuk blogger pemula, semangat untuk berbagi lewat posting blog mungkin belum begitu besar. Seperti yang pernah saya tulis mengenai tingkatan kasta penulis. Tahap pertama yaitu menulis untuk kesenangan pribadi dulu. Lama-lama bisa ditingkatkan (meningkat dengan sendirinya atau agak dipaksakan) untuk sarana berbagi.

    Kalau 2 tahap itu sudah berhasil dilalui dengan sukses, maka jalan untuk monetisasi blog akan bisa lebih mudah (walau belum tentu akan mulus-mulus saja). Toh, monetisasi blog punya syarat trafik dan juga kualitas konten.

    1. kalau baca kalimat di ujung komentar, sepertinya mas Is akan melakukan monetisasi untuk blog KafeGue.Com nih. hehehe.

    1. sepertinya nggak mengeluh, hanya curcol saja. apalagi curcolnya tentang patah hati karena ditinggal kekasih 😀

  12. Yang dikatakan bang Rudi Azhar saya termasuk kategori ke 2, walo umur dah kepala 3, jadi masih lom konsis juga, lom full juga, semangat ajalah.

  13. betul banget tulisan mas agus..
    saya sebagai blogger muda, ehhmmmm 😀
    mengakui dan menyadari sepenuhnya kalau mood yang jadi acuan untuk menulis posting atau sekedar mengurus blog 😀

    1. saya bingung baca komentar mas Ryan.

      …Saya banget itu om.
      Males banget kalo nulis posting.
      Padahal udah semangat banget….

      yang benar tuh malas atau semangat ya… 😀

  14. minta tolong nulis artikel malah membuat pemula males dan cenderung gak mau belajar. Saat ini saya lagi ngajarin saudara sepupu saya berbisnis di Kaskus dan mungkin salah satu pembaca setia blog mas Agus juga cuma gak pernah komentar.

    Saya bukan ngajarin step-stepnya untuk membuat lapak tapi cenderung memberikan pemahaman agar dia tau step-step lanjutannya. Emang gak gampang tapi ya namanya juga belajar hehe.

    Kadang juga dia gak mood buat belajar ya saya biarin, kalo dia nanya baru saya ajarin hehe.

  15. yah,walaupun sempat sudah hampir putus asa karena traffic gak pernah bagus,,setelah baca artikelnya mas agus n mas darin, bisa punya semangat lagi,

  16. wah mas,,bener banget mas,,
    tulisan mas kena banget..
    semoga saya juga menjadi seperti apa yang semua blogger handal harapkan,,
    salam kenal mas,,
    ijin kopi juga,,,
    hehehehehe

      1. maksutnya kena banget ke saya mas,
        masih males banget nulis mas,,
        mau ninggal kesibukan laen demi blog tapi masih belom bisa mas,,
        jadi masih bingung bagaimana ngatur waktunya,,
        mohon sarannya mas,,
        makasih sebelumnya mas agus,,

  17. saya juga sudah memutuskan,setelah lulus sma nanti akan menjadi fulltime blogger. drpd kuliah ga jelas,krna blajar bs dimana saja..

  18. Great job here. I really liked what you had to say. Keep going because you definitely bring a new voice to this subject. Not many folks would say what youve said and still make it interesting. Well, at least Im interested. Cant wait to see more of this from you.

  19. Right after reading this posting, I pondered the exact same point that I invariably wonder about when scanning new blogs and forums. Just what do I believe about this? Precisely how must it impact me? This and extra posts on your weblog right here absolutely give some stuff to think about. I basically ended up right here via Yahoo when I was initial performing some web investigation for some course perform that I’ve. Generally excellent times browsing via and I’m hopeful that you’ll maintain on writing new posts. Cheers!

  20. I would like to say thank you for the soul you put in to creating this page. I’m hoping for the same high quality page from you again sometime soon…? In fact your informative writing skill has inspired me to create my very own info website yesterday.

  21. Wow Great Blog! I am a Boston Taxidriver and I was doing a lookups for the keyword Boston Taxi when I found it. I must confess I revere the thoughts you have shared with us and look forward to coming back and more.Thank you so much!

  22. This website post is excellent, most likely because of exactly how nicely the topic was developped. I like some of the remarks too though I could prefer we all remain on the suject so as add value to the topic!

  23. This page rocks !. My spouse and i recurrently encounter a new generation & different there. Be grateful for in which documents.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *