Kenapa blogger harus melangkah ke wilayah bisnis? Ini hanya salah satu pilihan. Anda bebas menentukan arah laju ngeblog. Namun bisnis online adalah hal yang wajar dilakukan seorang blogger. Pertanyaan yang sering muncul adalah bisnis apa sih yang cocok buat saya? Bagaimana cara memulai bisnis tersebut? Kalau nanti ada masalah di kemudian hari, kepada siapa saya minta bantuan? Apa mereka bisa dipercaya? Dan seabrek pertanyaan lain yang susul menyusul di belakang.
Mencari ide bisnis bukan hal yang sulit jika Anda jeli melihat peluang. Apalagi jika Anda berasal dari lingkungan keluarga usahawan, wiraswasta, freelancer ataupun birokrat Pemerintah. Mau bikin ‘proyek’ apapun kemungkinan besar terlaksana. Tapi jika masih belum bisa menemukan passion yang tepat, beberapa model yang patut Anda pertimbangkan adalah sebagai berikut:
Terjun Langsung
Banyak yang memulai bisnis dengan cara trial and error. Segala sesuatu dilakukan sendiri berdasarkan naluri alam untuk bertahan terhadap tantangan lingkungan. Cara ini memang melelahkan dan menguji ketekunan. Anda harus menciptakan sistem dan cara mengatasi masalah sendiri. Namun bila cukup sabar menjalaninya, hasilnya akan dahsyat.
Karena memulai dari nol, maka setiap langkah mampu memberi kesan dan menjadi pelajaran terbaik untuk next step. Ilmu yang didapat biasanya awet dan menjadi modal bagus dalam menyempurnakan bisnis. Tapi ya gitu, memulai bisnis dengan mencoba-coba butuh pengorbanan yang tidak sedikit. Kalau nggak bangkrut aja sudah untung.
Mencari Mentor yang Tepat.
Manusia pada dasarnya suka meniru tingkah laku orang lain. Dengan menemukan mentor yang telah berpengalaman, Anda tidak lagi menebak-nebak apa yang terbaik yang patut dilakukan. Keteladanan sikap sehari-hari sudah cukup menjadi inspirasi yang tepat untuk melakukan duplikasi tingkah laku. Dengan prinsip ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) Anda bisa memotong jalur panjang yang tidak perlu.
Cara menemukan mentor adalah dengan memperluas pergaulan. Saat bertemu dengan berbagai karakter manusia, biasanya Anda akan menemukan satu orang yang klik di hati. Nah, orang ini nih yang nyambung kalau diajak ngomong dan bisa membimbing saya untuk mencapai impian-impian saya. Jika sudah ketemu, itulah waktunya membangun simbiosis mutualisme. Jangan sampai lepas.
Membaca Referensi Bisnis
Saat ini begitu banyak media yang menyediakan informasi seputar bisnis online dari dalam dan luar negeri, baik yang gratis maupun berbayar. Mulai dari buku, majalah tabloid, ebook, CD panduan, forum diskusi milis dan sebagainya. Anda tinggal memilih salah satu media yang sesuai dengan kecenderungan type belajar Anda: visual, auditor ataupun kinestetik.
Dalam hal ini Anda dituntut mampu membuat analisa dan mengambil kesimpulan yang tepat terhadap peristiwa terkini sehingga topik bisnis yang Anda pilih nggak ketinggalan jaman bisa langsung dieksekusi. Bagi Anda yang tidak sabaran dan malas membaca, cara ini tidak saya sarankan. Karena nanti akan banyak menguji kemampuan telaah bahasa dan kosakata asing yang memaksa Anda bolak-balik googling.
Mengikuti Seminar dan Pelatihan Bisnis Online
Dua hal yang tertulis di atas adalah berbeda, yaitu seminar dan training. Gambaran sederhananya, seminar mirip dengan talk show atau sharing antara pembicara dan peserta dengan mediasi seorang moderator untuk membahas satu masalah. Sedangkan kegiatan training (disebut juga pelatihan atau workshop) menitikberatkan pada praktek langsung secara teknis step by step. Type mana yang terbaik? Sekali lagi tergantung gaya belajar Anda.
Mengikuti training bisnis online bagi sebagian besar orang terbilang mahal. Namun investasi yang akan Anda tanam akan kembali berlipat-lipat. Terutama jika terdapat full support dan layanan pasca training. Duh mas, yang gratis kan banyak, ngapain bayar yang mahal? Memang benar, Anda bisa mendapatkan info gratisan via Googling. Namun apakah ada jaminan kalau informasi yang diterima benar-benar valid dan bisa dipercaya. Kalau nggak mata jereng plus kepala puyeng, pasti Anda stress sendiri dibuatnya.
Inilah beberapa tips yang bisa saya bagi kali ini. Ada yang mau menambahkan?




pertamaxxx kah ?
Jiaahh! Keduluan hahaha
Saya rasa memilih mentor yang tepat dan mengikuti pelatihan adalah jalan terbaik dan yang paling efisien dibandingkan dengan trial and error dgn pengetahuan sendiri. sebab bagaimanapun,kita ini adalah “pengikut”….minimal “pengikut” hawa nafsu . maka kita tinggal memilih, mau jadi pengikut para master yang sudah berpengalaman dan tau “jebakan jebakan” mana saja yang harus dihindari atau malah memilih untuk eksperimen sendiri.
mau dong bli, jadi mentee nya….
yup, memilih mentor memang bisa menghindarkan kita dari waktu yang terbuang sia-sia. tapi harga yang dibayar juga lumayan mahal. TDW kemarin menawarkan asistensi bisnis minta minimal 2,5 juta. tapi ya gitu, hasilnya jempolan punya.
saingan kang darin nih yang selalu pertamax duluan
Oh yeah, fuablous stuff there you!
Finally! This is just what I was looknig for.
internet Bali selalu kenceng nih. oke deh, pertamax aku kasih…
Pertamax dulu gan!
He he he….meleset sepersekian detik,Kang…
Poin ‘membaca referensi bisnis’ memang sengaja digantung mas?
Hmm, ya. Dengan mengikuti seminar, kita akan belajar tentang sistem yang sudah terbukti berjalan. Dan dari seminar juga kita bisa bertatap muka langsung dengan figur2 yg sudah melakukan trial eror sistem itu.
sorry, tadi publishnya terburu-buru. jadinya ada yang terlewat. barusan udah saya edit.
hahaha…
petromax udah habis gan
walaupun cuma 4 tapi ini jurus silat mantep banget yaks
tinggal prakteknya aja kang. itu yang nggak mudah…
Ingat nasehat kakekku dulu: jer basuki mowo beyo …
Biaya itu bisa berupa apa saja: uang, waktu, tenaga, kesempatan, dst.
Kita tinggal pilih mana yg bisa kita korbankan utk mencapai target.
Salam
bukannya Jer Basuki Mowo Panas ya Oom? hehehe.
Sepertinya memang ada yang kepotong tuh artikelnya mas..
maaf, barusan sudah saya revisi.
So that’s the case? Quite a rveletaion that is.
Kok seperti Tulisan ini de javu ya Mas…..he..he..he….
artikel jenis gini memang sudah pasaran kok mas. kalau nggak ada event khusus, saya juga nggak bakal nampilin. tapi besok ada lanjutannya lho…
aseeeekkkk udah mulai ngebahas bisnis nih
baca komeng di atas bakalan ada sekuelnya nih keknya
ditunggu artikel kelanjutannya mas
aduh, ketahuan nih. hehehe…
tunggu episode berikutnya ya
Lagi-lagi info yang bermanfaat,…..salam dari pekalongan
makasih kunjungannya Pak
laksanagan!!
singkat amat komengnya.
junker: detected.
thanks mas artikelny, sy juga termasuk masih bingun untuk memulai bisnis online dari mana
dari sini dong, masa dari Hongkong.
wew,, saya sih kepingin mas!
tapi masih ragu!
ngeblog aja dulu lah mas, cari traffik yang banyak, hihi,,,
oke deh, ngbelog juga termasuk investasi jangka panjang lho. selamat ngeblog ya…
Well I guess I don’t have to spend the weekend fiugring this one out!
pingin sekali kalau bisa seperti mas agus, cuman butuh waktu dulu untuk banyak belajar.
semoga segera terpenuhi
apanya yang dipengen dari saya. biasa aja kok mas.
Wah yang paling efektif adalah cari mentor yang tepat. Kalau bisa, mentornya ikut serta sebagai mitra bisnis kita. Sehingga mentoringnya bakal serius dan tepat sasaran.
Jadi inget acara Dragon’s Den di bbc…
mentor sekaligus mitra bisnis? perpaduan yang langka.
saya pengen komentari yang bagian ini mas Agus :
” Anda bebas menentukan arah laju ngeblog. Namun bisnis online adalah hal yang wajar dilakukan seorang blogger. ”
ini bener banget, karena yang namanya isnis online, mau bisa dioutsource sebagaimanapun, minimal banget sang pebisnis online harus ngerti dikit dikit tentang html, link dan istilah istilah bisnis online lainnya, yang. Dan itu semua pasti dimengerti dengan sendirinya, apabila sudah menjadi blogger untuk sekitar 1 tahunanlah. bahkan lebih cepat.
dan untuk pengalaman saya bisnis online, saya menggunakan yang “terjun langsung ” mas.
tapi sepertinya langkah pertama kalau menurut saya adalah : ” melihat lihat apa saja bisnis online itu, lalu menganalisanya menurut isnting dan enaknya sang pengamat itu “. setelah memilih, baru masuk ke yang langkah “terjung langsung “
wah, mas Khalid harusnya bisa bagi-bagi resep sukses disini nih…
saya nggak tahu apakah koment ini lolos moderasi atau tidak….
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
setidaknya semua kemabli ke pilihan dan intuisi masing-masing..intuisi bisnis tidak bisa di cari..insting bisnis sudah melekat berbeda pada masing-masing orang….
pun begitu dengan pelatihan bisnis..apakah juga ada jaminan kalau ikut pelatihan bisnis berbayar akan sukses?…tidak akan ada yang berani yang menggaransi ikut pelatihan berbayar akan sukses,bahkan sang mentor pelatihan itu sendiri,apapun pelatihannya…
semua kembali ke individu masing-masing,tanpa pelatihan pun jika memang insting bisnis kuat akan sukses,tidak percaya,silahkan datang ke tempat saya …6 rekan saya berhasil dalam bisnis tanpa ikut pelatihan apapun,belajar secara autodidak…
kalau memang basic awal tidak punya darah “insting bisnis” mau terjun di bisnis apapun akan gatot,dan faktor luck juga ikut ambil bagian…
pada intinya,semua point di atas saya sepakat,kecuali point paling akhir,jika ada yang berani menggaransi ikut pelatihan dan seminar bisa menjamin keberhasilan,saya ingin tahu bagiamana sosok sang mentor yang memberi garansi itu…
tokoh sekaliber Hermawan Kartawijaya saja tidak berani memberi garansi kalau ikut pelatihan berbayar bisa sukses…
makasih tambahannya.
Your artlcie perfectly shows what I needed to know, thanks!
YMMD with that asnewr! TX
Boy that rellay helps me the heck out.
Thanky Thanky for all this good infroamtion!
thanks for sharing
This post is very good.
nice info
awesome site
masih bingung juga bisnis online itu yang bagaimana…ya dalam rangka mencari mentor yang tepat
masih bingung? pegangan aja dulu mas…
hehehe…
apapun caranya terserah saja. Mau yg berbayar ataupun yg gratisan. Yang jauh lebih penting adalah pada tahapan selanjutnya, yaitu mengeksekusi ide. Ide brilian tanpa ada keberanian untuk menjalankannya hanya akan menjadi seonggok sampah.
Tips yang disampaikan di atas saya rasa sudah cukup. Untuk Kawan-Kawan yang akan terjun ke bisnis online perlu ditambahkan disiplin, kesungguhan hati dan pantang menyerah. Baik itu terjun langsung, mencari mentor atau ikut training, apabila Kawan-Kawan tidak disiplin, memiliki kesungguhan hati dan pantang menyerah, bisa jadi bisnis online-nya tidak jalan. Karena walau bagaimanapun bisnis online tetap saja bisnis. Mau offline atau online, bisnis tetap harus dijalankan dengan disiplin, kesungguhan hati dan pantang menyerah.
Disiplin mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari. Disiplin melakukan langkah-langkah berbisnis online yang diajarkan mentor atau coach (trainer), dll.
Wah, menarik nih mas…
komentar mas arief, memang betul.
Sudah banyak ide bisnis yang ada, tetapi belum tentu orang mau mengerjakannya.
Mungkin terbayang resikonya, atau lifestyle nya bakal terganggu ya?