Mencatatkan Sejarah Diri Melalui Kegiatan Blogging

Bagi mereka yang suka menulis dalam blog pribadi, menulis itu penting dalam tiga hal. Yang pertama adalah sebagai tempat diskusi dan sosialisasi gagasan. Kedua, memberi sumbangan pemikiran dalam mencari solusi terhadap suatu permasalahan. Ketiga, sebagai sarana proses aktualisasi dan eksistensi diri. Dengan menulis dalam blog pribadi kita akan diketahui dan dinilai masyarakat pengguna internet di seluruh dunia. Penilaian tersebut adalah apakah kita termasuk orang yang penting dan layak dikenang, atau sebaliknya malah jadi orang yang tidak penting dan harus dihapuskan.

Oleh karena itu saya sarankan setiap blogger memiliki minimal satu blog gratisan (domain dan hosting gratisan) yang umurnya tidak tergantung kemampuan kita menyewa hosting. Misalnya di Blospot, WordPress.Com, Multiply, Blogdetik dan lain-lain. Keberadaan blog gratisan tersebut bisa jadi selama ini dipandang sebelah mata. Tapi nanti kita sudah tidak ada di dunia ini dan anak cucu kita tidak tertarik melanjutkan ngeblog domain kita, catatan tersebutlah yang akan banyak berbicara. Tentu saja dengan syarat tulisan kita tidak menyalahi TOS penyedia akun gratisan tersebut.

mencatatkan sejarah diri melalui kegiatan blogging 3

Seperti pernah ditulis oleh Haris Sumadiria, menulis adalah kegiatan produktif, ekspresif dan rekreatif kaum intelektual di mana pun. Medianya tidak terbatas pada buku cetak, surat kabar, majalah, portal berita maupun blog pribadi. Sebagai kegiatan produktif, menulis bisa menjadi sebuah profesi yang mampu menghasilkan uang layaknya pekerjaan lain. Sedangkan sebagai rekreatif kita bisa bermain-main dengan alam bawah sadar kita dan bersenang-senang dengan kreatifitas diri untuk menghasilkan tulisan yang lucu, menyentuh hati, menginspirasi atau bahkan menggerakkan banyak orang untuk bangkit dari keterpurukan.

Dalam kehidupan modern dewasa ini tak seorangpun dari kita bisa mengelak dari tulisan. Setiap hari kita dibombardir dengan jutaan informasi yang dikemas melalui tulisan media massa. Baik melalui siaran berita di televisi, surat kabar, timeline jejaring sosial dan lain-lain. Kita bebas memilih sesuka hati kita, menerima dan bahkan menikmatinya atau bahkan melupakannya. Apakah kita termasuk orang yang ikut menyetir arus informasi atau cuma duduk dan menikmati orang lain berhasil membuat karya.

Lewat tulisan, pengetahuan kita bertambah, social circle kita makin luas, daya analisa kita makin tajam, sikap kita makin bijak, rasa kemanusiaan kita makin peka, dan keputusan serta tindakan kita pun makin menuju ke arah yang benar. Nggak mungkin benar 100 persen lah, tapi dari sini kita belajar mendekati titik terbaik dalam pencapaian manusia. Hmm, mungkin masih banyak cara lain memaknai blogging dalam era informasi saat ini. Bagaimana dengan Anda?

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

30 Replies to “Mencatatkan Sejarah Diri Melalui Kegiatan Blogging”

  1. Kalau saya ngeblog nggak ngeblog pastinya nulis terus mas, lha wong memang pekerjaannya kok πŸ˜€
    Salam!

  2. Sepertinya saya satu ungkapan dengan mas marsudiyanto, ngeblog g ngeblog dan mau tidak mau saya pasti tetap menulis. Selain karena alasan yang disampaikan mas agus, kesibukan pribadi saya saat ini memang menulis. hehehe (pamer dikit ya mas).

    Kadang saya merasa kesulitan dalam mengolah kata-kata. Kadang bahasa blog kecampur dengan bahasa ilmiah dan sebaliknya. parah banget dah pokoknya. Tapi saya tetap semangat menguasai bahasa tulisan formal (buku, karya ilmiah) dan bahasa blogging.

  3. saya setuju bahwa sebaiknya mempunyai blog gratisan shg bisa terus eksis di internet. Tapi setahu saya itu pun bukan merupakan jaminan bahwa akan ada terus. Saya ingat Yahoo Photo dihapus, sehingga perlu pindahkan semua ke Multiply. Lalu tak lama 360 dihapus, Blog Catalog juga. Semoga saja WP, Blogspot dan Multiply tidak dihapus karena saya punya semua, meskipun dgn content yang berlainan.
    Harapan saya, anak cucu saya mau menyisihkan sedikit uang untuk membayar hosting dan domain saya πŸ˜€ Atau bayar utk 100th ke depan kalau bisa hihihi

    EM

    1. Hahaha…
      Mana ada hosting yang mau bayar di muka untuk 100 tahun ke depan. Karena bisa jadi harga sewa hosting di masa mendatang tambah murah, atau bahkan gratis. πŸ™‚

  4. apapun blognya, yang penting punya blog. Oh ya, mungkin menulis buku juga bisa jadi cara menjadikan kita sejarah yang tak terlupakan. Minimal untuk warisan generasi kita nantinya.

  5. Saya ingin mengutip kalimat berikut ini:

    Apakah kita termasuk orang yang ikut menyetir arus informasi atau cuma duduk dan menikmati orang lain berhasil membuat karya.

    Wah, saya bangga dan senang sekali rasanya bisa ikut mewarnai arus informasi di belantara dunia maya. Menjadi bagian yang ikut memberikan sesuatu bagi para pengguna Internet adalah sesuatu yang membanggakan. Itu pula yang saya rasakan semenjak masih ngeblog di blogspot hingga saat ini. Berikanlah sesuatu bagi dunia ini, walau cuma lewat postingan blog πŸ™‚

  6. hehe, gimana ya mas klo dunia internet trus hancur, jadi gak ada yang dikenang lagi. hehe, seandainya loh… namanya juga buatan manusia, tak akan pernah kekal kapanpun dan bagaimanapun. tapi menarik kalau blog gratisan, pengen buat juga ah… πŸ˜€

  7. I bear in mind like I’m constantly looking by reason associated with inviting items to pore more than close by numerous topics, but I succeed to incorporate your set up amongst my scans every lifetime since you provide delivery to persuasive records which i look on in order to.

  8. Attractive section of content. I just stumbled upon your website and in accession capital to assert that I get in fact enjoyed account your blog posts. Any way I will be subscribing to your augment and even I achievement you access consistently rapidly.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *