Menjadi Pembaca Kritis

Pembaca kritis. Hmm, label apa lagi ini? Yang pasti saya tidak sedang membahas kegiatan para pasien penghuni kamar ICU sebuah rumah sakit yang menyempatkan diri blogwalking jelang dioperasi oleh tim dokter. Kurang kerjaan banget ya!

Pembaca kritis disebut juga pembaca aktif. Kegiatan ini melibatkan lebih dari sekedar memahami apa yang penulis katakan. Membaca secara kritis berupa tindakan mempertanyakan dan mengevaluasi apa yang penulis katakan, dan membuat pendapat Anda sendiri tentang topik pembahasan.

Jadi pembaca yang kritis itu yang bagaimana sih? Berikut ini beberapa hal yang patut Anda lakukan untuk menjadi pembaca kritis.

Perhatikan konteks tulisan.

Anda mungkin membaca artikel yang ditulis oleh seseorang dari latar belakang budaya dan lingkungan yang berbeda dari Anda. Atau, bisa juga Anda membaca sesuatu yang ditulis beberapa waktu silam dalam konteks waktu yang berbeda dari Anda. Istilahnya, sudah nggak up to date lagi. Kalau sudah begini, Anda harus mengenali dan mempertimbangkan perbedaan antara nilai-nilai dan sikap mereka. Berbeda bukan berarti berseberangan pemikiran kan?

Pertanyakan pernyataan yang dibuat oleh penulis.

Jangan telan informasi yang Anda dapat secara mentah-mentah. Sebelum menerima apa yang tertulis dalam artikel, pastikan bahwa penulis mempunyai referensi yang kuat terhadap satu bahasan. Kalau bisa carilah fakta-fakta, contoh, dan statistik tandingan yang masih relevan dengan topik bahasan. Sangat menggelikan saat saya membaca komentar pengunjung yang cuma bilang: mantabs..! Mantab apanya? Nyepamnya?

Bandingkan apa yang tertulis dengan perbuatan nyata yang telah dilakukan.

Salah satu cara mudah mengukur kebenaran isi artikel dengan menyimak keseharian si penulis. Apakah sebagian besar kalimat yang tertulis memang telah dipratekkan atau hanya masih sekedar wacana dalam angan-angan. Yaa, kita sih nggak bisa memastikan 100 persen telah dilaksanakan. Karena repot juga kalau nulis artikel nunggu beres semua perkara. Tapi paling tidak si penulis telah berusaha menjalankan dalam tindakan nyata.

Menganalisa solusi yang ditawarkan oleh penulis.

Sebagian besar penulis punya misi pribadi agar selalu dipercaya setiap pernyataan yang dibuatnya. Dalam prakteknya, tujuan ini tidak secara langsung dinyatakan. Ini berarti Anda harus membaca dengan seksama untuk mengidentifikasi motivasi apapun yang terdapat di dalamnya. Setelah mengidentifikasi, selanjutnya Anda memutuskan apakah pernyataan tersebut valid atau tidak.

Mengevaluasi sumber yang digunakan penulis.

Dalam melakukan ini, pastikan bahwa sumber yang digunakan mempunyai kredibilitas. Sebagai contoh, Lutvi Avandi adalah sumber yang dapat dipercaya untuk artikel tentang tutorial WordPress. Juga memastikan bahwa masih ada sumber-sumber lain yang relevan. Selain nama di atas, Anda bisa bandingkan dengan nama lain. Marga Satrya misalnya.

Identifikasi kemungkinan perbedaan sudut pandang antar penulis.

Beda kepala, beda isi otak. Begitu pula dalam hal menulis. Perbedaan sudut pandang adalah hal yang sangat wajar dan tidak bisa dielakkan keberadaannya. Meskipun memakai topik pembahasan yang sama, dua orang yang memakai satu buku panduan pun bisa beda tulisan.

Manfaat menjadi pembaca yang kritis adalah Anda akan mendapatkan informasi yang lebih baik dan dapat mengubah pandangan Anda ke arah yang lebih baik. Selain itu, Anda tidak akan mudah terombang-ambing keganasan arus informasi yang makin liar ini. Selamat belajar!

Enjoy blogging, enjoy writing!

5 Replies to “Menjadi Pembaca Kritis”

  1. Menjadi Pembaca yang kritis memang agak sulit terkadang kita membaca tidak sampai selesai artikelnya.Namun alangkah lebih baik bila kita membaca sampai selesai

  2. Success in our lives is often about what happens at key moments, the job interview, the business pitch, the entertaining of clients, all key events that can mean a great deal of success, or frustration and lack of forward progress.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *