Menulis Kejujuran Ketika Seharusnya Diam

Masih perlukah kita rajin update artikel blog di tengah kesibukan? Lalu, apakah masih perlu blogwalking wira-wiri antar kota antar propinsi? Dua pertanyaan ini memang ibarat dua sisi mata uang. Aktifitas offline tetap menjadi sandaran pendapatan kontinyu. Lalu di sisi lain kita tertarik berinvestasi di dunia maya melalui blogging.

Pembahasan ini ibarat sebuah retorika abadi sejak dunia blogging lahir. Menulis artikel jenis ini pun kadang terlalu membosankan, tanpa penyelesaian akhir dan berpotensi menimbulkan konflik antar pelaku offline-online yang kekeuh pada pendapatnya masing-masing.

Seringkali terjadi, setelah mempertimbangkan resikonya, Anda memilih tutup mulut mengenai satu masalah. Seperti halnya mas Darin yang mulai mempersempit perspektif blogging yang dijalani, tentu tidak mudah mempublikasikan artikel jenis begini. Tantangannya adalah kemungkinan mendapat cap blogger eksklusif yang hanya mau berteman dengan orang-orang tertentu yang masih satu ‘aliran pemikiran’.

Dalam hal seperti itu lebih baik tidak mempermasalahkan isu yang tidak akan pernah menemukan solusi pasti.Β Tetapi disini ada batu sandungan yang terbesar. Yaitu menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kondisi ‘kewajaran’. Setiap orang punya sejarah yang tidak pernah dicatat yang menunjukkan permasalahan apa yang layak ditangani dan apa yang sebaiknya dikesampingkan saja.

Bagi satu orang, sebuah hal bisa jadi sebuah masalah penting dan masuk skala prioritas untuk diselesaikan segera. Tapi bagi yang lain bisa sebaliknya. Blogwalking dan update artikel menjadi ban serep ketika pintu-pintu promosi yang lain tertutup, atau setidaknya belum memberi kontribusi dalam pencapaian target.

Maka, saya tak heran setelah mendapati kenyataan beberapa kawan lama mulai meninggalkan jagad blogging dan menyandang status ‘pensiunan blogger’ dengan senang hati. Let’s make a choice!

27 Replies to “Menulis Kejujuran Ketika Seharusnya Diam”

  1. Pakai intensedebate tapi masih pake notifier email juga. Apa tidak berlebihan?

    Mau berhenti ngeblog buat saya tidak jadi masalah. Masih ada banyak resource tersedia di internet. Memang ada beberapa blogger yang sangat berkualitas sehingga sulit tergantikan, tapi itu minoritas.

    Seandainya saya atau Mas Agus berhenti ngeblog, saya yakin tidak akan jadi masalah besar. Pengunjung akan beralih ke situs lain.

  2. Masalah update, blog saya belum teratur sih frekuensinya. Maklum, alasan klasik (gak ada ide). Yang penting bagi saya tetep rajin baca dan rajin nulis, walau cuma berbentuk komentar.

  3. Yeah, kenyataan memang begitu Mas, ada beberapa kawan yang blognya bagus, tulisannya berbobot tapi sudah lama tidak ada update artikel tanpa pemberitahuan apa mereka akan pensiun atau sekedar Hiatus saja. Memang ada satu dua yang menyatakan dirinya pensiun dari dunia blogger. Semua itu patut kita hargai.

  4. Berkecimpung di sebuah komunitas yang memiliki kecocokan dapat mempertajam ide-die dan kegiatan yang sejalan.
    Melanglang buana ke komunitas yang berbeda dapat dimanfaatkan untuk mencari ide 'keren' yang mungkin belom terpikirkan sendiri dan berpeluang untuk dikembangkan dan memperkaya ide awal yang muncul di komunitas sendiri πŸ™‚

  5. kalau saya y meski tak bisa serutin dulu updatenya, karena blogger telah membesarkan saya, sebagai ucapan terima kasihnya dengan cara saya update postingan saya y meskipun tidak rutin, blokwalking jiga tetap saya lakukan karena itu sudah menjadi keharusan buat saya pribadi,

  6. saya ngeblog pada dasarnya karena hobby mas.. jadi mgkn gak ada istilah pensiunan blogger..
    di sela2 kesibukan saya, saya akan ttp berusaha mengupdate blog πŸ˜€

  7. Pingback: Menulis Kejujuran Ketika Seharusnya Diam - Bisnis Pulsa Online Gratis
  8. Saya melihat fenomena blogging di Indonesia lebih kepada social networking. Seseorang berusaha ngeksis lewat media blog. Itulah masalahnya.

    Sebenarnya tidak ada yang harus dipermasalahkan dengan konten pada sebuah blog personal, frekuensi update, hiatus, menghilang atau apalah namanya. Yang jelas, dikembalikan saja pada esensinya sebagai blog personal. Mau nulis apa dan gimana pengelolaannya juga terserah yang punya. Kita sebagai pembaca ada baiknya tidak usak banyak tingkah, kalau menarik ya dibaca dan diikuti, kalau tidak ya lupakan.

    Seperti juga kalau kita memberikan tips blogging yang baik dan benar. Yang jelas kita punya niatan bagus dengan berbagi. Perkara mau digunakan atau tidak ya luweh, terserah pada orang yang membacanya.

    OOT ya? haha, sepertinya saya kurang paham… πŸ˜€

    1. Yups, saya cukup setuju dengan komentar mas ArdianZzZ. Menurut saya sih, esensi ngeblog (saya pakai bahasa Indoensia aja) sebenarnya lebih kepada penyaluran hobi menulis. Jika kemudian frekuensi update tidak teratur, hiatus, atau malah menghilang, ya mungkin saja ia sudah punya saluran menulis lainnya yang dianggap lebih cocok. Atau bisa jadi karena kesibukan offline yang memang harus diprioritaskan.

      Jadi yang penting blognya masih bisa memberikan manfaat saja (masih dikunjungin atau masih ada yang baca, walau terkesan tidak terurus).

    2. “Kita sebagai pembaca ada baiknya tidak usak banyak tingkah, kalau menarik ya dibaca dan diikuti, kalau tidak ya lupakan” <– Agree! Take it, or leave it.. πŸ˜€

  9. Artikel mangtabs mas Agus, walaupun saya baca ada nada sindiran u/ blogger eksklusif…pisss akh !
    Kalau saya senang blogwalking, tapi kadang saking enaknya baca artikel n praktek jadi lupa posting komentar…hehehe…hehehe πŸ™‚

  10. Kejujuran memang sulit diungkapkan.. karena kadang “kita” mempunyai “sedikit” rasa senang untuk dibohongi, lewat sanjungan atas apa yang kita lakukan. Mungkin suatu saat nanti kita akan mempunyai kejujuran dan sadar diri, untuk memutuskan berhenti jadi seorang Blogger atau tetap Exist, tentu saja dengan segala konsekuensinya.. Namanya juga sekedar hobby dan menjadi seorang Blogger bukanlah paksaan..? Bicara Blog Walking adalah bicara kunjungan.. bagaimana bila blog kita tak ada yang mengunjungi..? Menurut saya Blog Walking masih sangatlah perlu. Berharap dengan mengunjungi, kita akan dikunjungi… Apapun itu btw Postingan ini sangatlah “Berbobot” Salam Kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *