Menulis Untuk Manusia, Bukan SEO Semata

Blog pribadi yang terlahir sebagai jurnal online pada dasarnnya memang ditulis dari manusia, oleh manusia dan untuk manusia. Blog berisi catatan pribadi tentang satu topik tertentu untuk dibagikan dan mendapat tanggapan dari kawan-kawan di berbagai penjuru dunia. Aktifitas ini akan menumbuhkan interaksi antar netter beserta efek-efek yang ditimbulkan. Baik untuk tujuan bisnis maupun non bisnis.

Jika dalam perkembangannya sebuah blog seolah menjadi mesin uang yang tertarget dalam sebuah sistem SEO, hal itu tidak masalah. Motivasi ngeblog setiap orang kan macam-macam. Namun, sebuah blog yang termonetisasi pun idealnya tetap berpijak pada anggapan semula bahwa pembaca utama adalah manusia, bukan spider yang rajin patroli perkembangan content blog Anda.

Lalu, artikel blog yang ditujukan untuk manusia itu yang bagaimana? Apa harus gabung jadi anak gaul dulu sebelum jadi blogger? Tidak. Bukan itu maksud saya. Prinsipnya, kita harus mampu olahrasa dan memanusiakan pembaca sebagaimana Anda ingin dihargai. Sehubungan dengan sifat tersebut, setidaknya hal-hal berikut bisa Anda perhatikan.

1. Jujur dan apa adanya.

Anda tentu tidak berharap diawal membaca artikel sudah terselip sejumlah kebohongan.  Internet itu canggih. Jangan dikira Anda bisa membohongi khalayak umum dengan mudah. Banyak satpol PP berkeliaran lho. Efeknya? Selain mengurangi kredibilitas sang penulis, ketidakjujuran akan menghambat kelanjutan proses personal branding blog Anda.

Lalu mengenai konsep kesederhanaan dan apa adanya, hal ini seolah menjadi syarat wajib untuk membangun komunitas blog yang kondusif dan tahan lama. Sudah bukan jamannya bertingkah allay ataupun berlebih-lebihan. Pembaca lebih suka tulisan yang mengalir dan bersedia mengajak ngobrol layaknya teman sepermainan.

2. Membangkitkan emosi pembaca.

Menulis adalah bentuk komunikasi manusia secara visual yang tertuang dalam bentuk lembar kertas, monitor laptop, hape dan sebagainya. Sebagai sebuah interaksi, tentu saja efek yang ditimbulkan beranekaragam. Ada sedih, senang, gembira, kecewa, semangat, depresi dan sebagainya.

Nah, artikel yang baik tentu saja yang bisa mengundang emosi pembaca untuk turut serta memasuki dunia ciptaan Anda. Hal ini bisa terjadi melalui pemilihan kata yang segar, gaya penyampaian mengalir, membumbui dengan peristiwa sehari-hari dan balasan komentar  yang mengundang pembaca ikut nimbrung serta.

3. Tidak menggurui dan bersedia diajak diskusi.

Meski ada anjuran untuk mengejar ilmu walau sampai ke negeri China, Anda pasti sependapat dengan saya bahwa tidak ada satu pun pembaca yang suka dengan artikel yang bernada menggurui. Saya pribadi lebih senang jika artikel yang saya baca memberi ruang untuk bertukar pikiran atau berdiskusi secara fair.

Jika ada penulis yang ngotot dengan asumsi pribadi dan seolah menolak segala masukan dari pembaca, ya anggap saja tuh orang terobsesi jadi mahaguru blogger karena gagal kesampaian cita-cita jadi PNS sekolah SD. Kan enak ya mengajar anak SD yang manut dan sedikit protes. Hehehe.

4. Bersedia menerima kritik dan saran atas kesalahan yang terjadi.

Nobody’s perfect, bro! Selalu ada celah dari seorang narablog untuk melakukan salah dan khilaf, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Misalnya salah ketik nama seseorang, salah tulis jabatan, salah memberi link, referensi tidak valid ataupun latar belakang profil yang sedang ditulis.

Kalau artikel sudah terlanjur dipublikasikan gimana? Tidak ada cara yang lebih baik selain minta maaf kepad pihak-pihak yang dirugikan. Saya pernah mengalami hal ini lho. Ingat artikel Adam Jawa pada saat penyelenggaraan Kontes Menulis beberapa waktu lalu? That’s it.

Karena setiap komunitas blog memiliki permasalan dan penyelesaian kasus yang berbeda-beda, maka sebenarnya masih banyak hal-hal humanity yang berada di sekitar kita yang layak diterapkan dalam blogging. Mungkin Anda mau menambahkan? Mari dibagi disini.

4 Replies to “Menulis Untuk Manusia, Bukan SEO Semata”

  1. Tulisan yang menarik. Ya, menulis memang untuk manusia, bukan untuk robot spider search engine. Saya sependapat. Bahkan kini saya sudah tak mau menyebut-nyebut SEO lagi. Kalau pun saya kini masih menerapkan cara-cara SEO itu pun sebatas cara-cara yang sesuai dengan cara pandang manusia, bukan sebaliknya pakai cara SEO untuk mengelabuhi manusia agar datang ke blog kita. Cara-cara Black Hat SEO atau yang berbau mengelabuhi dan rekayasa itu sudah cara kuno dan hanya bikin pengunjung kapok untuk tidak berkunjung lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *