Saeful Bahri, Polisi Muda Bandung Idola Masyarakat Dan Masalah Keteladanan

Bagaimana Kelanjutan Karir Shaheer Sheikh Setelah Mahabharata Usai?
Bagaimana Kelanjutan Karir Shaheer Sheikh Setelah Mahabharata Usai?

Saat remaja kehilangan panutan dan teladan dalam hidup, mereka akan mencari dalam sosok baru yang mendekati kondisi ideal. Minimnya keteladanan di masyarakat menyebabkan berbagai permasalahan pencarian jati diri.

Pada artikel kemarin saya menuliskan posting fenomena polisi muda ganteng Saeful Bahri yang tiba-tiba ngetop dan diidolakan anak muda, khususnya gadis ABG. Apa yang sebenarnya terjadi saat ini adalah kombinasi kebutuhan mendapatkan hiburan di tengah muculnya berbagai permasalahan hidup yang kompleks dan lemahnya sikap teladan di keluarga. Tidak ada yang salah ketika seorang anak gadis mengidolakan polisi tampan asal Bandung ini. Alasannnya sama dengan mereka yang kontra terhadap publikasi artikel yang membahas Saeful Bahri. Ini soal selera semata.

Meskipun demikian, saya melihat satu hal yang lebih penting daripada aksi nge-fans dan tidak nge-fans Bripda Saeful Bachrie asal Bandung, yaitu hilangnya keteladanan di masyarakat. Secara alami anak remaja akan mencari tokoh panutan atau teladan untuk mendapatkan karakter diri dalam hidup mereka. Sayangnya hal tersebut sudah jarang mereka dapatkan di lingkungan masyarakat, khususnya lagi pada lingkungan keluarga. Kita bisa tebak kelanjutnya. Akhirnya mereka mencari panutan pada orang yang mendekati bentuk ideal seperti yang mereka harapkan.

Saya yakin masih banyak anak muda yang mampu tumbuh dalam lingkungan keluarga yang harmonis, memiliki latar belakang agama yang kuat dan terbangun mental sehat untuk membangun masa depan. Namun kondisi bangsa Indonesia saat ini yang tengah dikuasai informasi perkembangan kasus korupsi pejabat sedikit banyak telah melunturkan kepercayaan anak muda terhadap itikad baik generasi sebelumnya. Buru-buru memberi contoh yang baik, mengatur perilaku sendiri saja sudah tidak bisa.

Membutuhkan Keteladanan Sikap, Bukan Sekedar Teori

Fenomena anak muda yang mengidolakan polisi muda ganteng Saeful Bahri asal Bandung kemungkinan besar tak ubahnya gelembung sabun. Cepat terangkat ke permukaan, tetapi juga cepat diredam oleh trend terbaru yang terus berkembang. Kondisi ini sama dengan beberapa tahun lalu ketika anak muda Indonesia mengalami demam Fantastic Four (F4), Akademi Fantasi (AFI), Justin Bieber, Inul Daratista, Ayu Ting Ting, Norman Kamaru dan sederet publik figur lainnya. Setiap masa ditandai dengan melejitnya artis tertentu.

Apa yang bisa dilakukan oleh para orang tua menyikapi timbul tenggelamnya karakter anak seiring perkembangan dunia informasi? Tidak ada jawaban yang lebih bijak selain memberi contoh tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Teori dan materi pelajaran yang anak dapatkan di bangku sekolah tidak cukup untuk menumbuhkan motivasi diri dalam berperilaku positif. Dibutuhkan aksi nyata di depan mata agar anak terpacu mengikuti perilaku teladan orang tua dan mendapatkan karakter diri yang benar dan sesuai nilai-nilai bangsa.

Briptu Saeful Bahri memang bukan seorang pahlawan, kontribusi polisi muda ganteng asal Bandung terhadap masyarakat pun masih dipertanyakan. Namun mengabaikan fenomena melejitnya popularitas Briptu Saiful Bahri dengan membiarkan anak berjuang sendirian mencari tokoh panutan, jelas merupakan satu langkah yang berbahaya. Sudah banyak contoh yang terjadi di masyarakat terkait perubahan karakter anak akibat internet dan era informasi. Orang tua bisa mencegah lebih dini kemungkinan cyberbullying melalui keteladanan sikap sehari-hari.

Bagaimana sikap Anda terhadap anak muda yang mengidolakan polisi muda ganteng Saeful Bahri asal Bandung? Apakah sosok polisi muda Saiful Bahri merupakan anggota satuan kepolisian RI yang patut diteladani? Silakan berbagi pendapat di kolom komentar.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

3 thoughts on “Saeful Bahri, Polisi Muda Bandung Idola Masyarakat Dan Masalah Keteladanan”

  1. Arttikel yang bagus kang agus, terkadang apa yang terjadi dimasyarakat kita selalu melihat kulitnya saja, tidak melihat dagingnya betul sekali yang ditulis seperti gelumbung sabun naik kepermukaan malahan sd terbang jauh begitu cepatnya tapi menghilang juga dengan cepatnya, ya mudah2an kita berdoa saja semoga saeful bahri dapat memberikan contoh tauladan yang benar benar dapat ditiru oleh generasi muda bukan hanya cari popularits saja,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *