Sawang Sinawang Dalam Blogging

Kata sawang sinawang kurang lebih berarti saling memandang, memperhatikan atau mengawasi antara dua orang manusia atau lebih. Memandang ini ada yang sambil lalu, ada juga yang benar-benar detail.

Hanya karena rajin update status dengan bahasa sedikit ‘berat’, orang lantas menganggap kita lebih berisi. Padahal, penampilan diri tidak selalu berbanding lurus dengan value atau kemampuan seseorang.

Contoh sederhananya, malam ini saya chatting sama kawan lama yang tidak ketemu selama tujuh tahun. Komunikasi baru terjadi selama 3 bulan terakhir melalui situs jejaring sosial facebook.

Saya masih ingat, kalimat pertama yang dia katakan adalah:

“Hebat ya, sekarang kamu sudah banyak uang. Kalau ada proyek, ajak-ajak kita dong biar ketularan sukses….”

Gubrak! Saya terbelalak. Apa yang mereka pikirkan tentang saya di luar sana? Kerja santai, banyak uang dan bisa nampang di facebook tiap hari? Oh tidak. Aslinya tidak seperti itu sodara.

Namanya saja sawang sinawang, yang terlihat di mata bukanlah seratus persen kenyataan. Kalau ada yang menganggap saya saat ini terlihat hebat, pasti itu orang masih baru di dunia internet. Saya juga seperti newbie lainnya. Sedang dalam tahap belajar. Ngangsu kawruh dari kawan-kawan senior blogger.

Jika ada yang menganggap saya terlihat wah, bisa jadi Anda telah tersihir oleh pesona saya. Atau jangan-jangan Anda ada rasa sama saya. Hahaha…

Sawang sinawang juga berlaku dalam bisnis online. Seorang internet marketer yang mempunyai ratusan list building mungkin terlihat sudah sangat sukses, padahal sejatinya tidak pernah ada kata puas dalam sebuah pencapaian ini. Maka yang terjadi bisa saja berupa promosi silang antar dua webmaster. Misalnya, saling menukar link pendaftaran milis, banner blog dan sebagainya.

Nah, selayaknya kita bisa bijak menempatkan diri dalam situasi sawang sinawang ini. Jadikan pujian dan sanjungan mereka sebagai motivasi untuk membuktikannya ke dalam bentuk nyata. Jangan sampai kita menjadi besar kepala, over pede dengan pencapaian sekarang dan lupa daratan.

Karena kalau kita banyak omong sementara minim aksi, persepsi baik yang telah menancap di pikiran mereka akan menjadi bumerang bagi langkah kita ke depan. So, mari bermain persepsi dan memanfaatkannya untuk kemajuan diri.

Tetap semangat blogger Indonesia…!

2 Replies to “Sawang Sinawang Dalam Blogging”

  1. Pingback: Upgrade Skills Untuk Menjawab Kompetisi Blogging | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
  2. The answer to this is positively a yes. We are all familiar with how we adapt our personal appearance to create an appropriate look for individual situations such as a wedding, a night out or a job interview. We are altering our physical presence to be perceived in a certain way appropriate to that situation and we do it without consciously thinking in terms of it being our personal branding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *