Sejauh Mana Kebebasan Blogger Dalam Menulis Artikel?

Dalam menulis artikel di blog ini saya cenderung hati-hati mengeluarkan pernyataan. Meski berlabel blog pribadi namun sebenarnya nggak pribadi pribadi amat isinya. Saya sedikit sekali menuliskan artikel curcol di sini. Kebanyakan justru artikel tentang hal-hal umum yang dialami pengguna internet saat ini. Entahlah, saya kok nggak pede kalau nulis apa adanya berdasarkan seratus persen yang ada di pikiran saya.

Loh, blogger kan berhak nulis apa saja? Kok pakai dibatasi segala, ini kan bukan jaman ORBA lagi? Iya memang, benar blogger itu bebas menulis. Tapi sejauh mana kebebasan itu boleh dituangkan ke dalam ranah public. Kan setiap orang punya hak bersuara dan mengeluarkan pendapat? UUD 1945 aja sudah jelas menjamin hal ini, kenapa pakai takut segala?

Kalau saya pribadi bukan masalah takut atau nggak. Namun kalau kita bicara hak bersuara, sesungguhnya penerapan hak kita itu dibatasi oleh hak orang lain.

Misalnya: sebenarnya boleh saja saya nulis makian, umpatan, dan menyebutkan nama penghuni kebon binatang sebagai symbol orang-orang yang nggak pro sama ide saya. Itu kalau saya mau egois is is is.

Sejauh Mana Kebebasan Blogger Dalam Menulis Artikel

Namun waktu sudah pengen nulis saya kok mikir lagi efeknya. Kalau tulisan itu saya publish apakah nanti nggak merugikan dia secara non materi, kalau dibaca anak didiknya apa dia nggak jatuh wibawanya, kalau diambil hati sama anggota keluarganya apa dia nggak malu. Dan seterusnya.

Begitulah saya ini orangnya. Saya lebih suka berpikiran, ya sudahlah, ngeblog kan buat cari teman, buat apa saling sikut kanan sikut kiri. Feel free ajalah. Memang, kawan terbaik adalah yang bersedia menunjukkan kesalahan kita, tapi ada cara yang lebih elegant kan. Kalau pikiran dibebani aneka macam tujuan terselubung kesannya malah jadi perangkap keserakahan intelektual model baru.

Dipaksa atau Memaksakan Diri Untuk Menulis Artikel?

Terus ada juga kawan blogger yang complain sama saya: saya nggak mau nulis artikel kalau ada unsur paksaan, semua harus murni karena kemauan saya. Well, saya cuma senyum sendiri baca keluh kesahnya. Dalam batin saya berkata: Nih orang belum pernah terima pay out $500 dari Google Adsense makanya bilang gitu. Hehehe.

I tell you gan… Untuk pengelolaan sebuah blog pribadi memang sebuah wewenang individu masing-masing untuk nulis artikel atau nggak. Bahkan kalau Anda mau pensiun ngeblog hari ini pun Google nggak akan bangkrut seketika. Masih banyak blogger lain yang siap mengisi jagad blogosphere dengan artikel yang berkualitas dan jauh dari keluh kesah pemula banyak maunya. Sorry kalau terdengar kejam. Jangan merasa sok kuasa deh dalam hal ini.

Tapi… kalau kita bicara blog untuk sebuah profesi jangka panjang, apalagi kalau Anda punya ancang-ancang mau jadi fulltime blogger, maka sisihkan sejenak sikap moody dan childish tersebut. Mau nggak mau Anda harus rajin nulis artikel untuk publikasi di blog pribadi, blog utama ataupun dummy blog. Seringkali rutinitas update ini muncul karena adanya tanggungjawab pribadi untuk tetap aktif. Entah blognya menghasilkan duit jutaan atau cuma recehan nggak jadi soal. Yang penting upaya menunjukkan keberadaan diri itu tetap jalan.

Akhirnya posting kali ini saya akhiri dengan pantun terkenal di dunia dan akherat:
Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur panjang, boleh kita gali sumur bareng…? LOL πŸ™‚
Eh, bukan! Maksudnya yang ini…
Jambu Alas dari kota Blitar, yuk berbalas komentar…

113 Replies to “Sejauh Mana Kebebasan Blogger Dalam Menulis Artikel?”

  1. Kayaknya yang pertama nih saya πŸ™‚

    Kalo saya sih ngerasa sudah tidak sekejam dan seganas dulu lagi dalam menulis. Semenjak ngeblog menggunakan self hosting, saya berusaha lebih berhati-hati aja. Kalaupun ada yang sedikit lepas kendali, ya mohon dimaklumi saja mas. Yang jelas saya akan terus berusaha lebih dewasa lagi dalam menulis.

    1. Dan satu lagi yang saya khawatirkan dari publikasi artikel semacam ini adalah mengendurkan semangat ngeblog kawan-kawan. Mereka takut dibilang sok pinter, sok pamer dll padahal aslinya mau sharing. Tulisan motivasi itu nggak hanya menambah semangat, juga bisa membunuh kreatifitas. Waspadalah. πŸ™‚

      1. Berarti itu menjadi efek sampingnya ya mas…. Tujuannya memotivasi malah jadi mengendurkannya. Jadi kembali lagi ke individunya, sebagus apapun motivatornya kalo dalam diri tak ada kemauan untuk lebih baik ya sama saja..
        Kalau saya pribadi kebebasan dalam ngeblog baru pada tahap tidak asal menyudutkan person tertentu karena setiap orang punya 1 hal yg menjadi kelebihannya, menghargai karya orang juga tentunya.
        Menulis bisa untuk media dokumentasi pribadi, media aktualisasi diri jadi misal ada input yg pedas itu akan membangun diri kita untuk lebih baik…

  2. Tapi kalau kasus seburuk apapun diungkapkan tanpa menunjuk nama, identitas, ato lokasi misalnya, itu boleh aza kan? Dengan tujuan sebagai pelajaran tentunya πŸ™‚

    1. kalau diungkap ke publik lebih baik saya menahan diri. ada baiknya komunikasi lewat menu kontak. khawatir kalau dia nggak bisa fleksibel malah jadi perkara baru. saya jadi ingat pepatah Arab:

      “Jangan berdebat dengan orang pintar.
      Jangan berdebat dengan orang bodoh” πŸ™‚

  3. Saya sangat amat setuju dengan isi artikel mas agus, bagaimanapun juga kita sebagai blogger tidak boleh seenaknya menjejalkan ide2 kita ke otak orang lain. (bisa dipenjara nanti, karna unsur pemaksaan.. hehehe)

    1. kalau memaksakan ide sih nggak mudah mas, kan kita nggak mungkin mengontrol otak orang dalam detik ke detik. kalau mempengaruhi pemikiran pembaca, lha itu yang sangat mungkin terjadi secara bertahap. πŸ™‚

  4. Yang penting kita bertanggung jawab pada apa yang kita tulis. Kadang kan ada yang membuat blog isinya surhat-an melulu. Kalaupun saya meskipun curhat biasanya tidak menulis nama apalagi institusi tertentu.
    Wah pengen juga tuh dapat 500$ dari Ad sense hihihi. Cuma ya itu aku kan tidak full-blogger, profesiku full-housewive hahaha

    EM

    1. kalau full housewife dapatnya malah lebih dari $500 mbak…. πŸ™‚

      tulisan mbak Imelda khas ibu rumah tangga. namun uniknya adalah nggak asal nulis model cuap-cuap ibu-ibu PKK yang seringkali ngelantur kemana-mana. saya suka gaya penulisan yang cerdas, membumi dan berdasarkan realita seperti itu.

  5. Keren… Blog memang media paling asyik buat curhat-curhatan. yah termasuk juga buat caci memaki orang, produk atau instansi tertentu. Tapi saya gak ikut-ikutan lah mas. Saya cuma ingin blog saya berguna buat orang yang berkunjung mencari sesuatu.
    Ohya, saya juga gak merasa full blogger loh, tapi tetep aja setiap hari pantengin laptop sambil nyolokin sekalian internetan.. πŸ˜€

    1. Tiap hari pantengin laptop bukanlah hal istimewa. Siapapun bisa melakukannya, bukan hanya fulltime blogger. πŸ™‚ Tapi bedanya adalah habis colokin modem lalu online di situs mana itulah yang perlu dipertanyakan.

  6. Hmmmm… sama seperti yang dulu ditekankan pada kami waktu masih SMP dan SMA. Hidup bebas sih boleh aja, tapi kebebasannya tetap perlu aturan. Sebebas-bebasnya kita, tetap harus tunduk pada peraturan yang berlaku. πŸ˜€
    Begtu pula dengan kebebasan dalam berpendapat (termasuk dalam menulis). Ada kaedah2 etika yang harus diikuti. πŸ™‚

  7. Kritik buat diri sendiri saja….

    Yang jelas etika harus dikedepankan, bagimanapun semua adalah teman, masalah berbeda pandangan itu soal lain yang harus saling dihormati sebagai kekayaan blogger seluruh jagad maya ini.

    1. masalahnya, kalau mengkritik diri sendiri itu seringkali nggak obyektif. pendapat orang lain seringkali lebih menguatkan apa kekurangan kita. itu menurut saya. πŸ™‚

  8. Menarik banget mas, artikelnya. Saya sering temuin artikel dengan kajian yang perfeksionis. Seolah-olah penulisnya adalah seorang yang sempurna. Justru blog-blog dengan tulisan yang apa adanya, mendeskripsikan pribadi penulisnya sebagai orang biasa, justru yang lebih berhasil.

    (Ngomong-ngomong siapa yang lagi ngecat pagar, mas?)

    1. yang ngecap pagar itu tante saya, mau dikenalin? halah…. πŸ˜€

      yup, saya juga sering ketemu artikel yang bahasanya too high, tinggi ke awang-awang sampai pembaca nggak ngerti apa maksud artikel. blog pribadi sebagai media berbagi hendaknya lebih mengedepankan faktor interaksi antara penulis dan pembaca.

  9. artikel yang sangat menarik…yang menunjukkan sikap seorang blogger …bahwa untuk update posting itu adalah tanggung jawag kita masing masing…dan lebih menarik lagi yang berhubungan dengan masalah pribadi walaupun ngga full pribadi

  10. iya,bebas memang perlu tapi lebih baik tidak memberikan efek buruk sebisa mungkin untuk orang lain,kan tujuannya untuk berbagi juga membangun blog.Saya terkadang sempat berpikir juga mas bebas yang terikat itu kayak gimana ya,kan setiap orang punya pandangan sendiri tentang ini πŸ˜€

    1. masyarakat Indonesia memiliki karakter nggak sama dengan negara Barat (yang mengaku sebagai sumber paham demokrasi). meski kita bebas berpendapat namun kembali lagi bahwa pelaksanaan hak-hak kita dibatasi oleh hak orang lain. dan inilah ciri khas budaya kita dibanding negera Amrik.

  11. Yups, saya sependapat. Ngeblog itu untuk tujuan mencari kawan bukan lawan. Klau masalah menulis sih, ya cukup di sesuaikan dengan tema yg di ambil saja kadang2 memang klo saya menulis di luar tema yg biasanya saya tulis, ada perasaan yang gimana gitu :mrgeen:

  12. nyimak dulu kang agus soalnya jadi pingin koreksi diri ternyata ngeblok enak juga ya kalau tujuanya untuk cari teman…sayang nya blog otmatis jadinya g tau yg di publish dan g ada kunjungan hehehe..

  13. saya sangat suka kalimat “Yang penting upaya menunjukkan keberadaan diri itu tetap jalan.” dan kalimat-kalimat yang ada diparagraf itu.
    hmm.. always survive and not surrender πŸ™‚ untuk tekun nulis artikel

  14. Bebas pantas tapi tidak kebablasan ya mas, jadi bebas yang sesuai dengan budaya luhur bangsa kita…bukan bebas hambatan tanpa rem…

    Pokoknya kita harus tetap berpijak atau mengikuti nilai budaya bangsa kita dalam menulis artikel…he3x just my opinion…

  15. keasyikan menulis, sampai yang ngecat pagar anak sama isteri ya mas, saya termasuk gak punya motif/pola dalam menulis, dang kadang santun, dang kadang semaunya sendiri,… mungkin ini proses kali ya mas, suatu saat bisa baik seperti mas agus

  16. saya masih nyaman untuk curcol di blog, kalo ga disitu di mana lagi coba.. πŸ˜†
    beberapa kali juga pengeeen banget mengeluh sana sini, apalagi tentang kantor. tentang si boss, tentang rekan kerja, tentang peraturan, dll. Tapi agak2 ga berani juga, takut kebaca sm orang kantor, hehe..

    untuk gaya ngeblog dan konten blog seseorang, memang tidak bisa disamakan sih, karena bergantung motivasi seseorang untuk ngeblog itu apa. kalo masih sekedar menelurkan hobi menulis, dan belum menjadi mata pencaharian, dimaklumi juga kalo masih tergantung sm mood. imho

  17. baca artikelnya bikin sy lebih hati-hati nih, taku nyindir banyak orang.
    tapi kadang “mereka” diingatkan pakai lisan tidak bisa, ya pakai tulisana ja, gmn tu mas?

    1. Nggak masalah. Sebagian orang memang perlu diingatkan secara terus terang melalui tulisan yang dibaca publik. Namun itu saya pilih kalau sudah negosiasi pakai email dan chat nggak mempan. πŸ™‚

  18. khasanah perbedaan pendapat itu harus disyukuri menurut saya mas, baik dari blog sekalipun, jika kita melihat banyak blog yang isinya semaunya sendiri, itu merupakan keragaman jika ternyata memang kecerdasan seseorang dalam mengelola hatinya terlihat dari tulisannya, mungkin ada yang pamer, ada yang curcol, itu pun kekayaan hati manusia yang tidak dapat dipungkiri akan kita rasakan sendiri entah kapan waktu yang nanti menjawabnya. Jadi perlu atau tidaknya tulisan yang di sensor, tentu ranah privasi tetap diperhatikan, karena kita sendiri pun tidak ingin dibicarakan yang tidak baik kalau nyatanya tidak begitu. kalau ternyata benar? makian dan cacian itu sebenarnya harus lebih bijak, karena cermin seseorang itu dari apa yang di tuliskan dan di ucapkan. duh, panjang lebar. hehehe.

  19. Wah…untung saya artikel yang saya tulis hanya sebatas tentang pengetahuan umum saja tanpa ada unsur menyinggungnya, soalnya pada blog yang terdahulu pernah menyinggung seseorang meskipun hanya sedikit. Akhirnya ribut deh, hehehehe….

  20. Salut atas kejujuranya yang kurang pede.. πŸ™‚ tapi apapun itulah yang namanya “Be Your Self”. Bukankah menjadi diri sendiri itu lebih enak..? Setiap orang tentulah memiliki karakter yang berbeda, Karakter ini juga bisa ditangkap dari gaya penulisan di blognya.
    Saya menulis artikel diblog mengalir sajalah, karena saya menyadari kemampuan setiap orang toh berbeda, Di atas langit ada langit, di bawah langit ada kesombongan.. πŸ˜€ Tetapi kembali masalah etika itu memang perlu ..sampaikan kritik atau saran secara elegant. Jadi inget theme wordpress nih Elegant Blue…wkwkwk.

  21. saya setuju bngt mas, etika dalam ngeblog nih, walupun kebebasan uda d jamin namun kita tdk boleh menyalahgunakan kbebasan itu.
    sukses mas…
    saya pasang link site nih di blog saya

  22. πŸ˜€
    nyindir orang nih kayanya mas πŸ˜€
    ya secara garis besar sih memang seperti itu mas, apalagi yang masih baru-baru pasti berpikir blog blog gue ngapain lw protes”…
    nah disinilah nanti tuntutan sebenarnya dari seorang yang katanya seorang blogger karena ya seperti yang mas bilang kalo dia ilang juga belum tentu semua orang rugi masih banyak blogger yang beseliweran untuk mengantikan slot yang tak pernah kosong dalam jagat blogsphere πŸ™‚

  23. Betul sekali mas apa yang diungkapkan mas Agus Siswoyo. Kebebasan kadangkala sebanding dengan resiko… Yang penting tetap saling menghargai satu sama lain agar suasana blogging juga bisa nyaman dan santai dan juga tetap menghasilkan. Hehehehe…

  24. wah kalau saya sih nulisnya masih rada moody dan sadar hal ini merupakan sifat negatif untuk menuju blogger yang sukses :), tapi saya tetap yakin dengan proses untuk lebih matang dalam menulis khususnya make money blogging…dan menurut saya salah satu hal yang membatasi antara hak kita dan hak orang lain justru ego kita sendiri….pengen maju ya harus open source eh maksudnya open minded πŸ˜€ btw salam kenal mas dan salam blogger

    1. Salam kenal juga mas Boim πŸ™‚
      Setiap orang pasti punya sifat moody, bukan hanya blogger pemula. Tapi moody tidak serta merta kita turuti. Coba ingat-ingat lagi motivasi apa yang melatarbelakangi kita ngeblog. Saya yakin kalau ingat tujuan ngeblog akan terasa ringan nggak ada beban.

  25. Lama ga komen di sini..

    Saya masih gitu mas Agus. Saking pribadinya itu blog..
    Jadi dapat pelajaran..

    Makasih..

  26. Kalau saya bebas tanpa paksaan (niat dari dalam hati) πŸ™‚
    Walaupun kadang-kadang saya suka memaksakan diri untuk terus menulis, untuk perkembangan blog saya sendiri!
    Tetapi tetap update menjadi hal yang paling utama yang harus di persiapkan para blogger, untuk perkembangan blog tadi!
    Salam kenal dan tetap memberi motivasi bagi semua blogger di Indonesia (nice posting)! πŸ˜€

  27. I used to be recommended this web site via my cousin. I’m now not certain whether this put up is written through him as no one else know such certain about my trouble. You are wonderful! Thanks!

  28. My partner and i never quite possibly expertise When i dawned, having said that i believed this kind of post was initially shrewd. All the best!

  29. Hmmm it appears like my first comment hasn’t been validated it was maybe too long so I guess I’ll just sum it up what I submitted and say, I really enjoy your blog.

  30. Thanks for this great article. I am trying to read some more posts but I cant get your website to display properly in my Opera Browser. Thanks again.

  31. Fantastic beat ! I wish to apprentice at the same time as you amend your site, how could i subscribe for a blog site? The account aided me a appropriate deal. I have been tiny bit familiar of this your broadcast provided shiny transparent concept

  32. Just one more great way to save lots of income upon auto tires is always to employ payless coupon codes. You can choose a lot of discount coupons regarding different elements. You’ll find inexpensive exhaust coupon codes and affordable auto deals while successfully which can be employed for car repairs.

  33. The talk within the finest toughened cellular phone repayment for traffic is built to be even again fiercely asserted amidst consumers. There are lots of brands from which to prefer with a lot of models. Then you scarcity capabilities to walk off into account, and also battery. In the motivation you obligated to select the one that’s good on you, and also fit’s your own private bit of style.

  34. Fantastic beat ! I would like to apprentice even as you amend your website, how can i subscribe for a weblog site? The account aided me a acceptable deal. I have been a little bit familiar of this your broadcast provided vivid clear concept

  35. It is my great enjoyment to talk to your web site and also to appreciate your superb post right here. I like that greatly. I’m able to feel that you compensated a lot interest for all those articles, because these seem sensible and therefore are very helpful. Many thanks a lot for discussing.

  36. A remarkable reveal, Recently i given this on to the friend who was simply performing a little analysis in this. After which he in fact purchased me personally breakfast every day since I ran across it with regard to him.. smile. So let me reword which: Thnx for the deal with! But yes Thnkx with regard to investing whenever to go over this, I find myself highly about this and adore reading regarding this particular subject. If at all possible, as you grow expertise, can you thoughts upgrading your website that has a lot additional information? It is very ideal for me personally. Large thumb upward due to this brief article!

  37. I’ve been exploring for a little bit for any high quality articles or blog posts on this sort of area . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this web site. Reading this information So i am happy to convey that I have a very good uncanny feeling I discovered just what I needed. I most certainly will make sure to do not forget this site and give it a look regularly.

  38. Wow that was unusual. I just wrote an very long comment but after I clicked submit my comment didn’t appear. Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyways, just wanted to say superb blog!

  39. Attractive section of content. I just stumbled upon your website and in accession capital to assert that I get in fact enjoyed account your blog posts. Any way I will be subscribing to your augment and even I achievement you access consistently rapidly.

  40. Thanks for making the effort to speak about this, Im fervently about this and I appreciate learning this subject. Make sure you, as you acquire information, make sure you revise this website with increased info. Ive found it very useful. There has to be charging stations everywhere.

  41. Thanks for making the effort to speak about this, Im fervently about this and I appreciate learning this subject. Make sure you, as you acquire information, make sure you revise this website with increased info. Ive found it very useful. There has to be charging stations everywhere.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *