Sexy and Naughty Blogger

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda saat membaca headline di atas? Saya tidak sedang membicarakan aksi pemblokiran situs dewasa oleh beberapa provider internet di tanah air dalam bingkai internet sehat. Tidak juga sebagai perwakilan kekecewaan kakek sebelah rumah yang uring-uringan setelah situs favoritnya masuk kerangkeng Depkominfo karena ditengarai sebagai media perusak moral bangsa.

Ceritanya begini. Beberapa waktu lalu saya sempat chit chat dengan mas Fadly Muin lewat jejaring sosial Twitter. Dari update ringan tersebut, saya baru sadar kalau selama ini orang terlanjur memberi saya label blogger nakal. Nakal dalam arti positif ya, bukan nakal karena gemar melakukan tindakan mesum. Hahaha. Mungkin mereka berkomentar demikian sebagai wakil korban sentilan artikel panas yang saya publikasikan beberapa bulan lalu.

Kalau Anda buka-buka arsip blog ini, Anda akan temukan bahwa sebagian besar artikel saya terlahir sebagai bentuk protes seorang newbie yang merasa mendapat perlakuan nggak fair dari lingkungannya. Agak-agak curhat sih. Bahkan terkesan emosional. Tapi justru dari tulisan curhat ini menjadi cikal bakal kelahiran artikel yang mampu menyajikan tulisan lebih proporsional dalam memandang sebuah kasus dunia blogging.

Apakah bermanfaat?

Nggak perlu saya sebut siapa nama-nama kawan bloger yang pernah saya usilin. Yang jelas, banyak manfaat yang telah saya dapat dari silang pendapat antar blogger. Yang utama tentu saja keberanian berbicara dalam sebuah forum terbuka dengan menanggung segala resiko yang mungkin ditimbulkan.

Mungkin pada awalnya Anda merasa dikucilkan, ter-dzolimi, tersudutkan bahkan stress selama berhari-hari akibat perdebatan panjang lebar yang tidak ada penyelesaian. Tapi tenang saja, itulah salah satu bagian dinamika berpikir manusia. Anggap saja sebagai uji nyali untuk menjadi master di bidang yang Anda tekuni.

Sayangnya, banyak blogger pemula yang memilih jalur aman dalam mengendarai kendaraan online mereka. Posting yang ditampilkan kebanyakan memuja-muja tokoh tertentu sehingga kehilangan sisi obyektifitas dalam mengambil sudut pandang penulisan.

Stop…!

Mungkin saat membaca sampai paragraf ini akan masih berpikir: “Blog Agus ini penyebar ilmu sesat per-blogger-an ya. Maunya ngajak ribut melulu. Damai dikit kenapa…”

Oke, saya memaklumi jika ada sebagian blogger yang anti terhadap kata TIDAK. Mereka lebih suka akur daripada berantem. Tapi kalau saya kembalikan ke logika masing-masing, mustahil hal itu terjadi. Mana ada orang yang setuju seratus persen. Paling-paling juga ngegossip di belakang layar.

Jadi, apa maksud tulisan ini?

Meski terkesan tabu, saya sangat menyarankan Anda melatih sisi terdalam nurani Anda untuk lebih speak up dalam menulis artikel blog. Tulislah apa yang menjadi uneg-uneg hati Anda dan biarkan orang lain menanggapi secara transparan. Kalaupun terjadi aksi saling bantah argumen, nikmati saja dan jangan lari meskipun yang Anda hadapi seorang master.

Hal ini sangat membantu dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan komitmen untuk menghadapi masa-masa sulit dalam ngeblog. Kebiasaan menghadapi aneka masalah menjadikan motivasi Anda lebih powerful dan tidak keburu gulung tikar saat masalah pelik mendera blog.

Lho, sisi sexy-nya dimana? Sebenarnya agak out of topic. Hmm, kalau menurut saya pribadi sexy itu perpaduan pemikiran cerdas, andal mengatasi masalah dan mampu membawa diri dengan berbagai lingkungan yang ditinggali. Paling tidak, poin-poin yang saya sebutkan di atas masih nyambung dengan pengertian sexy tadi. Hahaha.

So, how sexy and naughty are you?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *