Tips Mengikuti Training Bisnis Online

Saya sengaja menuliskan kata training, bukan seminar. Karena pengertian keduanya berbeda. Seminar adalah pertemuan untuk membahas satu masalah tertentu dengan dipimpin seorang ketua sidang atau moderator. Sedangkan training atau dalam bahasa Indonesia disebut pelatihan adalah sama-sama sebuah pertemuan namun lebih ditekankan pada peningkatan kemampuan peserta terhadap satu topik yang telah ditentukan.

Satu hal yang sering saya dapatkan saat mengikuti sebuah seminar adalah informasi cepat menguap setelah kurang lebih 3 jam acara. Malam hari informasi yang tersimpan tinggal 50 persen, besoknya 30 persen dan berangsur-angsur hilang dalam waktu seminggu. Mungkin tulisan ini terkesan subyektif, namun supaya lebih fair bisa Anda bandingkan dengan pengalaman kawan-kawan lainnya.

Tips Mengikuti Seminar dan Training Bisnis Online

Lain halnya jika sejak awal acara tersebut dikemas sebagai training atau pelatihan bisnis online. Acara bercakap-cakap mungkin hanya sebagai pengantar saja. Waktu yang tersedia lebih banyak dihabiskan untuk praktek menanam script, edit kode html, JQuery dan sebagainya.Β Learning by doing (belajar sambil praktek) umumnya lebih memudahkan informasi nyanthol ke otak.

Agar lebih mantab memilih, beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum mengikuti training adalah:

  1. Jika Anda ingin mendapatkan pengetahuan praktis, pastikan bahwa konsep acara adalah training, bukan seminar.
  2. Pilih materi yang bersifat teknikal atau operasional yang dapat segera diterapkan, bukan sekedar wacana yang jauh ke awang-awang dan sulit dipahami orang awam.
  3. Topik training sesuai dengan kebutuhan. Kalau cuma ingin menjadi penggembira, lebih baik simpan dana Anda untuk kepentingan lain yang lebih utama.
  4. Cari informasi tentang kuota peserta yang tersedia. Logikanya, semakin sedikit jumlah peserta makin efektif proses transfer ilmu.
  5. Jangan mudah terpesona dengan nama besar yang sudah terkenal. Pengalaman dan keandalan praktek di lapangan lebih utama. Semakin spesifik kemampuan yang dimiliki, semakin baik dijadikan referensi.
  6. Tersedia fasilitas pendukung acara training. Misalnya: alat tulis, Personal Computer, koneksi internet, proyektor dan lain-lain.
  7. Sertifikat bukanlah parameter keberhasilan yang valid. Kemampuan Anda tidak ditentukan oleh berapa lembar sertifikat yang telah didapat. Apalah arti secarik kertas jika tidak bisa menambah potensi dan kompetensi diri.
  8. Terdapat layanan konsultasi langsung ataupun tidak langsung setelah acara training selesai dilaksanakan. Jika setelah training lalu ditinggal lari, waspadalah. Jika terjadi sesuatu di belakang hari Anda akan kerepotan sendiri.

Bagaimana dengan pengalaman Anda selama ini tentang menambah kemampuan diri? Apakah peranan seminar dan training bagi kemajuan hidup Anda? Silakan berbagi disini.

Sumber: CafeBisnis.Com

41 Replies to “Tips Mengikuti Training Bisnis Online”

  1. Kalau training tentang bisnis online saya akui belum pernah mas, Learning by doing itu sekarang yang sedang berlangsung karena tidak ada batasan waktu untuk selalu belajar asalkan hal itu bisa membawa perubahan. Dan harapannya selain bertambah skill dalam dunia bisnis online yang lebih dahsyat lagi bisa meningkatkan extra income.
    Karena sekarang Ini banyak sekali model bisnis diinternet yang ditawarkan mulai dari yang sangat terkenal model SMUO, MLM online, arisan online, reseller e-book, money game, dan masih banyak lagi… tentunya kudu hati-hati agar tidak kena tipu daya oleh bisnis – bisnis yang mengandung unsur penipuan.

  2. kalau training saya blm pernah mengikuti mas kecuali training sepak bola hehehe
    tp kalau seminar bisnis online dl pernah mengikuti..
    jujur bagi saya seminar itu penting jika dikemas dengan bagus dan rapi.. tp kalau tidak ya pasti membosankan πŸ˜€

  3. Saya belum pernah nih mengikuti seminar bisnis online, kayaknya mas Agus mau membuat acaranya. πŸ˜€

    Memang saya lebih suka yang cenderung ke training, workshop dll jika itu menyangkut hal teknis. Seminar yang bersifat sementara kadang diperlukan juga seperti seminar motiivasi saat kita sedang down perlu pemicu untuk lebih up lagi..

  4. Setuju mas. Saya sendiri lebih sering mengikuti seminar ketimbang pelatihan πŸ˜‰ Pernah juga sih ikutan pelatihan (ketika masih SMA dulunya). Pelatihan yang saya ikuti waktu itu yaitu pelatihan dasar kepemimpinan. Lamanya satu minggu. Kami sebagai peserta digembleng dari subuh sampai larut malam dan dikasih makan seadanya saja. Itu berlangsung setiap hari selama seminggu. Tempat pelatihannya waktu itu di sebuah pesantren.

    Habis pelatihan itu, badan saya jadi kurus kering…hahaha (tapi jadi pengalaman yang sangat berharga untuk menempa mental dan kepribadian saya).

    1. LDK seminggu di pesantren? yang nggak biasa mondok pasti menguji nyali itu. untungnya saya dulu LDK dengan kemah di pegunungan cuma 3 hari. tapi ya gitu, efek kepemimpinannya terasa cuma seminggu. karena 3 hari itu diisi acara jalan-jalan melulu. hehehe.

  5. Training dengan seminar memang berbeda mas, sama halnya dengan seminar dan workshop.

    Saya lebih berminat jika saja ada yang ngadain training bisnis online daripada sekedar ikut seminar mas.. he..he..

    Kapan dan dimana ya kira2 ada seperti ini mas?

    1. untuk training di kota Lamongan saya belum tahu pasti jadwalnya. coba googling aja, mungkin ada event lokal sejenis. namun ke depannya akan ada workshop rutin di Surabaya. nanti saya kontak kalau sudah siap.

  6. Beda dengan saya dulu saat jadi pengajar, kalo ikut seminar ato training itu suka banget ama sertifikatnya. Buat tambahan poin demi kenaikan salary haha… πŸ˜†

  7. Tambahan saja.

    1. Pastikan materi yang dibahas sesuai dengan tingkat skill kita. Kalau menurut kita terlalu gampang atau sebaliknya terlalu rumit, bisa-bisa kita cuma bengong. Sebelumnya pastikan kita juga sudah punya gambaran materi, walaupun secara garis besar, dengan cara ini waktu kita tidak sia-sia dengan belajar teknik yang terlalu sederhana.

    2. Training tidak selalu cocok buat semua orang. Ada beberapa orang yang lebih suka belajar sendiri, otodidak. Tipe ini sebaiknya sudah menyiapkan pertanyaan dari rumah.

  8. Training mengubah jalan hidup saya mas #halah.
    Kalau dulu saya ga ikutan Training Manajemen Mahasiswa, ga bisa jadi trainer disana. Banyak deh manfaatnya, dengan catatan kita ikut berpartisipasi aktif dan mempraktekkan apa yg diajarkan

  9. wah bagus tuh sharingnya mas…….untk komen sebelumnya maaf salah ketik nama!!!

    sayang di bali jarang tuh saya lihat ada seminar/training semacam ini!!!!!

  10. Untuk training secara teknis, saya sering. Terutama untuk bidang GIS dan keairan. Namun untuk bisnis online, hemm, ini sangat menarik. Kapan2 ah ikutan :))

  11. Kalau saya kebanyakan ikut trainingnya daripada ikut seminar. Bukan apa-apa kalau seminar biasanya, kan bayar dan rata-rata biayanya tak murah karena sering dilakukan di hotel-hotel berbintang, sementara kalau training seringkali saya dapatkan secara gratis karena dari kantor yang lakukan atau bayari.

  12. You can certainly see your enthusiasm within the paintings you write. The world hopes for even more passionate writers such as you who aren’t afraid to mention how they believe. All the time follow your heart. I have fun with, lead to I discovered just what I was looking for. You’ve ended my 4 day long hunt! God Bless you man. Have a nice day.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *