Trilogi Ulat, Kepompong dan Kupu-kupu

Mencermati perkembangan blogging selama setahun terakhir ini sungguh menyenangkan. Aneka kejadian menarik berlangsung. Seru, tak terduga dan tentu saja membolak-balikkan perasaan. Dinamika blogosphere tak henti menyajikan aksi mencengangkan yang berupa keberhasilan, kegagalan, stagnan, pindah jalur ataupun joint venture blogger. Kalau boleh saya sebut, metamorfosis sempurna terjadi disini.

Ada blogger sejenis ulat. Dia adalah pendatang baru yang suka menebar ancaman kepada siapa saja yang mengusik. Tak tanggung-tanggung, hampir semua yang menghadang bakal dilabrak. Tak kenal kawan, tak tahu lawan. Hanya sedikit yang bersedia menempuh jalur damai agar keberadaannya diterima komunitas yang baru ditempati. Ini adalah seleksi awal. Banyak yang gugur dalam tahap ini. Penyebabnya kalau nggak kehabisan modal ya terjebak pada arus informasi yang keliru.

Berikutnya adalah blogger kepompong. Posisinya adalah ditengah-tengah. Mau bikin onar kok ya malu pada usia. Malu dong dijuluki bocah tua nakal. Mau naik level juga nggak mudah. Akhirnya jalan yang ditempuh adalah bertapa, menimba ilmu sebanyak mungkin hingga dirasa punya cukup nyali untuk bersaing di level atas. Di luar faktor benar dan salah, seekor kepompong juga bermanfaat dalam menunjukkan arah perjalanan.

Yang terakhir adalah penyempurnaan dari dua hal diatas. Sebagai seekor kupu-kupu, keberadaan seorang blogger jenis ini menarik perhatian banyak orang. Apalagi kupu-kupu yang baru menetas dari fase pupa, kemana langkah kaki selalu dikerubuti kumbang-kumbang. Harap maklum, yang dikonsumsi hanyalah madu informasi. Jadi setiap pernyataan yang keluar sudah melalui sejumlah saringan.

Seleksi alam selalu terjadi dan akan menyisakan pelaku yang memang sudah menyiapkan diri sejak awal seperti halnya menyempurnakan proses menjadi kupu-kupu. Perjalanan ke arah sana memang tidak mudah dan menguji fisik, nyali, mental dan menuntut banyak pengorbanan. Maka bagi kawan-kawan yang baru menapakkan kaki di jagad blogging, selamat menyongsong tantangan setahun ke depan. Semoga kita ketemu di pintu gerbang kesuksesan.

Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

54 thoughts on “Trilogi Ulat, Kepompong dan Kupu-kupu”

    1. Memang menyenangkan menjadi blogger kupu-kupu. Sepertinya selalu disanjung dan dipuja, padahal belum tentu semua kumbang2 itu punya niat yang sehati.

      Inilah dunia blogging. Dunia yang sama sistemnya dgn dunia nyata. Sama2 ada teori ‘siapa kuat dia bertahan’. Survival di tengah belantara ini, adalah sebuah modal sukses. Dan semoga kita2 ini salah satunya.

      Semoga posting pertama di tahun yang baru ini menjadi dentuman keras bagi blogger2 ulat dan kepompong untuk segera menjelma menjadi kupu-kupu.

      *Kupu-kupu yang lucu.. kemana engkau terbang.. #nyanyi

      1. yup, prinsipnya sama dengan kehidupan nyata. hanya ada sedikit tambahan bahwa internet makin pintar dalam mengelabuhi pemandangan atau anggapan orang. apa yang terlihat di layar monitor tidak selalu sama dengan aslinya. waspadalah. 🙂

      2. repotnya adalah, banyak org kesemsem melihat cantiknya kupu2, tapi ga mau melihat proses transformasinya mulai dari kepompong.

        Akibatnya mencari fast track yang malah membunuh dirinya sendiri 🙂

  1. Analogi yang mantabbb ,Mas. memang pada akhirnya, waktu juga yang akan menyeleksi secara alamiah, tentang siapa saja yang mempunyai dedikasi yang tingggi untuk Blogging dan berbagi pengetahuan, atau hanya sekedar nafsu sesaat ingin aktualisasi diri,tapi malah Profit semata yang dicari,setalah profit yang dinanti tak kunjung tiba ,akhirnya berhenti dan menghilang dari peredaran …

    1. jika sejak awal niatnya adalah sharing, maka akan selalu ada cara menggali ide dari kontak dengan pembaca blog. beda halnya jika tujuannya cari duit sejak langkah pertama, ia akan segera berlalu begitu tahu cari duit di interent nggak semudah anggapan orang.

  2. memang kita berharap bisa melalui proses menuju ke tahap menjadi kupu-kupu. namun terkadang saya berpikir apa yang terjadi setelah jadi kupu-kupu. terbangkah dia? kemana?

    Menjadi kupu-kupu justru tantangan terberat karena saat dia bisa terbang dan menembus dunia luar yang lebih luas dalam mencari bahan untuk madunya. dia berjuang melawan serangga, manusia, alam dan lainnya.

    engga banyak yang mampu menjadi kupu dengan waktu lama karena hanya kupu2 yang beruntunglah yang bisa selamat dari semua ujian perjalanannya. 🙂

    1. meski perjalanan itu nggak mudah, namun ada kepuasan tersendiri bila bisa menjadi diri sendiri seutuhnya. inilah yang membedakan dengan burung dalam sangkar. 🙂

  3. Saya merasa bahwa diri saya masih tergolong kelas pemula dalam dunia blogging, maka sesuai dengan apa yang telah mas agus bilang.. saya akan sialp menyongsong dan mengobrak-abrik dunia blogging indonesia.. ha..ha.. ha..

    Buat yang master, DILARANG NGEHALANGIN JALAN SAYA… he..he..

  4. Pertama saya sampaikan “Selamat” atas diperolehnya award dari Internet Sehat…
    Kedua…
    Selamat tahun baru
    Ketiga, Semoga Mas Agus tetap menjadi kupu2 yang indah sehingga saya bisa mengikutinya…
    Salam!

  5. wah, motivasi segar di awal tahun mas,

    kayaknya saya termasuk blogger ulat, masih newbie soal blog, tapi mudah-mudahan kehadiran saya gak merusak dan mengganggu orang lain,, 😀

    hihi,, 😀

  6. mas OOT ya…
    selamat tahun baru ya.. semoga harapan dan cita-cita kita tercapai di tahun 2011 ini

    kunjungan perdana di tahun 2011 😀

  7. Sebelumnya mau ucapin selamat tahun baru buat mas agus.
    Komen:
    Enaknya jadi semuannya yang pada akhirnya jadi kupu-kupu. Itukan proses.

    1. makasih ucapannya. menjalani proses memang suatu kaharusan. Tuhan saja suka proses kok. dari sel telur, janin, bayi hingga dewasa adalah sebuah keharusan.

    1. daur hidup seekor kupu-kupu yang alami memang nggak lebih dari satu bulan. tapi akan berbeda keadaannya kalau jasad kupu-kupu tersebut diawetkan. hehehe.

  8. Semoga pada tahun baru ini semakin banyak gerbang kesuksesan yg terbukan buat blogger Indonesia. Amiin.

    oia “Selamat Tahun Baru 2011” buat sampean Pak.

  9. bertapa enak nih kayaknya… nggak dihujat sana sini.. tapi ya, nggak populer. Kelamaan bertapa malah bikin jenuh klo nggak segera aktualisasi diri.. 😀
    Met taun baru mas Agus…
    koment perdana di awal tahun.. hehehe…

    1. selamat merayakan tahun baru juga buat mas Bobby. jangan lama-lama kalau semedi. bioskop XXI keburu ditutup FPI lho. 🙂

  10. memang enak jadi kupu-kupu..tapi kupu berasal darimana?…dan kembali lagi menjadi ulat…siklus..mungkin itu yang bisa menggambarkan..
    hilang satu tumbuh seribu,yang senior harus bisa memupuk ulat muda agar menjadi kupu-kupu cantik,toh kupu-kupu secantik apapun akan mati dan bermetamorfosis menjadi ulat lagi…
    ini seperti pertanyaan,duluan mana telur sama ayam….

    1. proses dan daur ulang kehidupan adalah hal yang tidak bisa kita hindari. namun tetap bisa kita akali dengan memaksimalkan potensi diri di saat usia emas menjelang. nah, kapan usia emas itu? mari kita bentuk sendiri.

  11. pertama -tama saya ucapkan selamat tahun baru 2011, buat semua nya,

    jadi Ulat, jadi kepompong, kemudian jadi kupu,,,,!!
    setelah Itu menjelma menjadi Buah muda yang tidak mateng2, biar tidak cepet busuk 😀

  12. Hmmm, saya ada diposisi mana ya? kayaknya dikepompong mas, udah nggak mood buat onar, mau naik pangkat, ndak naik-naik.

  13. Saya kepingin jadi blogger kupu-kupu yang lucu saja, Mas Agus. Walaupun tidak menarik perhatian banyak orang tapi sudah bikin gemes sebagian orang saja sudah cukup. Ha Ha Ha 🙂

  14. Ckckckckckkk… kata-katanya mas, bikin ngiri…
    Struktural bahasa dan penyajiannya bikin ga bosen baca….
    Sukses mas… smga tambah maju….

  15. Masih tetap jadi blogger ulat, masih butuh makan informasi sebanyak-banyaknya, sebagai bekal untuk menjadi kepompong. Menjadi kupu-kupu adalah impian semua ulat, meski tidak semua ulat menjadi kupu-kupu, banyak juga yang malah menjadi ngengat.

  16. Superb! it’s the word that comes in my opinion after i look at your blog and when I just read that which you have to state. Your opinions are extremely a lot alike my own. I happy that I chose to key in your website to see what you’re interested in.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *