Bingung Mau Mendongeng? Ketahui 5 Tujuan Anda Bercerita dan Mendongeng

Mendongeng bukanlah pekerjaan mudah bagi sebagian besar orang. Masyarakat umum memandang pekerjaan mendongeng sebagai penampilan seni yang rumit.

Sebelum tampil, mereka sudah ditakuti oleh persiapan memilih kostum, membuat cerita, menyiapkan musik pengiring, dan lain-lain. Percayalah. Mendongeng tidak seribet yang Anda duga.

Bercerita dan mendongeng berarti melakukan proses komunikasi antara pencerita dengan pendengar. Proses ini berlangsung dengan atau tanpa media bercerita. Oleh karena itu bercerita dan mendongeng dapat dilakukan di semua tempat.

Jangan mempermasalahkan ketersediaan pengeras suara. Yakinlah suara Anda sudah tercipta cukup bertenaga untuk bercerita. Mendongeng di dalam dan di luar ruangan sama baiknya untuk anak-anak.

Tips Sebelum Mendongeng

Pahami tujuan mendongeng tidak sekedar aksi cari perhatian di atas panggung. Kalaupun nanti ada audiens yang merekam kegiatan Anda mendongeng, jangan anggap itu gangguan. Itu adalah bentuk dukungan seorang penggemar.

Bercerita dan mendongeng mempunyai lima tujuan. Tujuan tersebut adalah memberitahukan (informatif), menghibur (rekreatif), membujuk (persuasif), menyakinkan (argumentatif), dan tindakan (reaktif).

1. Informatif

Konsep awal bercerita dongeng bertujuan untuk memberitahukan. Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa isi cerita dianggap perlu untuk diketahui pendengar. Cerita dongeng dapat bersifat fiktif maupun non fiktif.

Dongeng dapat berisi cerita tentang kronologi satu peristiwa yang pernah dialami manusia atau dilihat. Contohnya cerita sejarah berdirinya kerajaan Majapahit di Mojokerto.

2. Rekreatif

Cerita dongeng juga bisa bersifat hiburan yang menyenangkan. Bercerita adalah bagian dari BCM dalam teknik pembelajaran di kelas. Cerita tentang dongeng misalnya berupa fabel, legenda, mitos, saga, dan lain-lain.

Bercerita untuk menghibur anak-anak adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Pendengar cerita dongeng diharapkan menjadi senang setelah mengikuti acara. Anda bisa mempraktekkan dongeng rekreatif untuk anak usia 3 sampai 10 tahun.

3. Persuasif

Dongeng persuasif artinya bercerita untuk membujuk audiens melakukan sesuatu. Untuk bisa membujuk audiens, Anda harus bisa menarik perhatian mereka terlebih dulu. Cara sederhana menarik perhatian audiens adalah memakai kostum mendongeng yang unik.

Cerita dongeng persuasif berkaitan dengan keunggulan, manfaat, dan kemudahan penggunaan suatu barang atau mengikuti suatu organisasi. Misalnya cerita dongeng Putri Pelukis dengan tujuan anak-anak membeli peralatan melukis yang sedang dipromosikan.

Dongeng Anak di Acara Pondok Ramadhan 2017 Murid-murid SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Dongeng Anak di Acara Pondok Ramadhan 2017 Murid-murid SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

4. Argumentatif

Bercerita dan mendongeng untuk tujuan argumentatif berarti pendengar diharapkan meyakini dan membenarkan isi cerita. Pendongeng menyertakan bukti-bukti foto dan benda agar audiens percaya.

Contoh cerita dongeng argumentatif adalah kisah empat orang sahabat Ashabul Kahfi dalam ajaran agama Islam.

Di bidang akademik, cerita argumentatif juga dapat berbentuk presentasi hasil penelitian, misalnya makalah, skripsi, tesis, dan sebagainya.

5. Reaktif

Contoh cerita yang bersifat reaktif adalah penyuluhan tentang cara membasmi hawa hama tanaman, cara menghilangkan jentik nyamuk demam berdarah, dan sebagainya.

Bercerita reaktif bertujuan untuk menghasilkan tindakan. Hal ini berarti pendengar diharapkan melakukan tindakan sesuai dengan isi cerita yang disampaikan pendengar.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa hakikat bercerita adalah menyampaikan isi cerita secara lisan. Bercerita dan mendongeng idealnya dilakukan secara tatap muka. Namun ada kalanya mendongeng dilakukan tanpa bertemu langsung berkat kecanggihan teknologi teleconference.

Bercerita termasuk keterampilan berbahasa lisan. Oleh karena itu bercerita termasuk ke dalam keterampilan berbahasa yang perlu pelatihan berulang. Anda bisa menjadi pendongeng hebat bila Anda bersedia belajar banyak hal tentang mendongeng.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda dalam menggali potensi diri sebagai pendongeng. Selamat berkarya.

Bagikan tulisan ini:

8 Replies to “Bingung Mau Mendongeng? Ketahui 5 Tujuan Anda Bercerita dan Mendongeng”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *