Mendongeng Untuk Orang Dewasa? Siapa Takut!

Dongeng Anak Islami di Kabupaten Jombang
Dongeng Anak Islami di Kabupaten Jombang

Idealnya, pelajaran mendongeng hanya layak diberikan kepada anak-anak playgroup, taman kanak-kanak dan tiga tahun pertama jenjang sekolah dasar. Namun apa jadinya kalau ternyata Anda harus menyampaikan dongeng anak Islami secara massal di hadapan audiens orang dewasa yang berstatus bukan orang tua anak-anak tersebut? Jangan khawatir. Walau beragam usia audiens harus Anda hadapi, namun itu bukan halangan bagi Anda untuk berkreasi dan memberi inspirasi bagi orang lain.

Menyampaikan dongeng anak Islami dengan audiens anak-anak yang bercampur dengan orang dewasa memang sebuah dilema. Jika gaya bahasa menggunakan gaya orang dewasa, maka anak-anak kesulitan menangkap isi cerita. Sebaliknya, jika cara mendongeng Anda terlalu kekanak-kanakan maka para orang tua cepat menjadi bosan. Pakailah cara tengah. Bolehlah sesekali Anda menggunakan bahasa resmi dan berwibawa untuk audiens orang tua. Namun alangkah baiknya jika Anda memulai dongeng dengan cara berbicara anak-anak yang lucu dan cerita.

Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah memilih tema cerita dongeng. Ada banyak cerita dongeng populer yang dikenal anak-anak. Namun tidak semua cerita dongeng anak tersebut menarik bagi audiens orang dewasa. Lebih baik Anda membuat cerita dongeng baru dengan menggabungkan kemampuan berbahasa sekaligus menggunakan slide presentasi. Slide show bukan sekedar media visualisasi pemikiran Anda, tetapi juga memusatkan konsentrasi audiens terhadap pesan moral cerita dongeng.

Rileks dan Fokus

Pilihlah tema-tema dongeng yang universal. Artinya, pembicaraan Anda bisa diikuti oleh anak-anak maupun orang dewasa. Tema dongeng tersebut misalnya kesabaran dalam hidup, manfaat menjaga kebersihan dalam hidup, hikmah menjalankan sholat lima waktu secara berjamaah, perintah berbakti kepada orang tua, dan lain-lain. Selama Anda mampu berkomunikasi dengan santai dan wajar, saya yakin tema-tema berat dapat Anda sampaikan dengan cara lugas, terasa ringan dan mudah dicerna.

Gambar-gambar unik dan lucu perlu ditampilkan dalam slide show selama mendongeng. Akan lebih menarik lagi jika gambar tersebut menampilkan salah satu wajah audiens, baik anak-anak maupun orang dewasa. Adanya wajah yang mereka kenal akan menghasilkan chemistry atau ikatan emosional antara cerita dongeng dan audiens. Tidak masalah jika foto tersebut bercampur-baur dengan publik figur. Justru itu akan memberikan satu kesan tersendiri bagi audiens yang merasa wajahnya ada di dalam gambar slide show.

Intinya adalah Anda harus tetap percaya diri menghadapi beragam situasi yang tidak terduga sebelum dan selama Anda membawakan dongeng anak. Keyakinan Anda terhadap kemampuan diri sendiri akan banyak membantu Anda merasa rileks dan lebih kreatif berkomunikasi di depan publik. Dengan demikian Anda tidak akan panik jika tiba-tiba terdapat sekumpulan bapak-bapak pejabat bergabung dengan anak-anak di acara dongeng anak Islami.

Semoga tips mendongeng anak Islami ini bisa bermanfaat untuk Anda. Selamat menginspirasi dunia! Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

2 thoughts on “Mendongeng Untuk Orang Dewasa? Siapa Takut!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *