Peta Desa Asem Gede Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang - Tempat KKNT UNHASY Tebuireng 2016 Kelompok 1

Persiapan KKNT UNHASY 2016 Posdaya Masjid di Desa Asem Gede Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang

Masjid memegang peran penting dalam kehidupan umat Islam sejak era Rasulullah SAW sampai sekarang. Meski demikian, perlu adaya revitalisasi fungsi dan peran masjid agar keberadaannya bukan hanya sebagai tempat ibadah kaum manula menjelang hari kematiannya, namun juga mampu memberikan manfaat dan menghadirkan solusi bagi jamaahnya. Oleh karena itu sangat tepat bila mulai tahun 2016 ini Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dengan tema Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Berbasis Masjid. Lokasi tujuan penempatan KKNT UNHASY 2016 adalah Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Inilah wilayah paling utara di Kabupaten Jombang sekaligus menjadi daerah perbatasan dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Lamongan.

Kecamatan Ngusikan adalah kecamatan yang usianya paling muda diantara 21 kecamatan lain di Kabupaten Jombang. Kecamatan Ngusikan adalah hasil pemekaran dari Kecamatan Kudu pada tahun 2001. Saat ini Kecamatan Ngusikan memiliki 11 desa yang tersebar di sepanjang wilayah Sungai Brantas sampai pegunungan Kendeng Utara. Saya dan 19 mahasiswa UNHASY lainnya tergabung di dalam Kelompok 1 KKNT UNHASY Tebuireng yang berlokasi di Desa Asem Gede Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Pembekalan KKNT UNHASY 2016 telah dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 18 dan 19 Juli 2016. Selanjutnya, pada Rabu, 20 Juli 2016 kemarin saya berkesempatan menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Desa Asem Gede. Emejing! Ternyata Asem Gede lebih jauh daripada Desa Cupak. Ini diluar perkiraan saya semula.

Bertugas mendidik masyarakat di wilayah pegunungan dan terpisah dari keramaian kota bukanlah kali pertama bagi saya. Saya pernah beberapa kali mengunjungi Wonosalam dengan kondisi topografi dan demografi yang hampir serupa dengan Ngusikan. Meski demikian, antusias saya selalu hadir mendahului langkah kaki saya. Asem Gede dan Wonosalam memiliki perbedaan karakteristik alam. Asem Gede cenderung beriklim panas khas pegunungan kapur. Kontur tanah bergelombang namun tidak seekstrim Wonosalam. Asem Gede hanya memiliki satu dusun, yaitu Dusun Asem Gede itu sendiri. Jarak Desa Asem Gede ke desa terdekat, yaitu Desa Cupak, kurang lebih 15 kilometer dan dapat ditempuh melalui kendaraan mobil selama 20 menit. Saya optimis program Posdaya Masjid di Asem Gede dapat berjalan sesuai harapan.

Beberapa fasilitas publik yang tersedia di Desa Asem Gede adalah sebuah masjid, dua buah Taman Pendidikan Al-Quran, sebuah sekolah dasar, sebuah PAUD, dan sebuah balai desa representatif yang dapat digunakan untuk beragam kegiatan masyarakat. Struktur organisasi perangkat Desa Asem Gede adalah Ibu Lastinah (Kepala Desa), Bapak Raseman (Kepala Dusun), Bapak Sukarmanto (Kepala Urusan Pemerintahan), Bapak Sukirman (Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat merangkap Sekretaris Desa), dan Bapak Suwito (Kepala Urusan Umum). 760 orang warga Desa Asem Gede semuanya beragama Islam dengan mengikuti beberapa aliran kepercayaan. Pada umumnya mereka berafiliasi dengan Islam aliran Nahdlatul Ulama (NU). Sebagian lagi masih memegang aliran Kejawen yang mempercayai adanya kekuatan gaib pada tempat-tempat tertentu dan pohon-pohon besar.

Sebagai salah satu wilayah terluar Kabupaten Jombang, Desa Asem Gede merupakan daerah yang memiliki beragam potensi alam. Masyarakat menanam padi pada musim penghujan. Sedangkan pada musim kemarau mereka memilih bertanam tembakau. Kunjungan saya ke Asem Gede beberapa hari lalu bertepatan dengan telah usainya masa panen tembakau. Sehingga saat ini sebagian besar kondisi tanah pertanian di Asem Gede sedang bero atau dalam masa istirahat. Saya sempat menyapa beberapa warga setempat disana. Mereka pada umumnya ramah dan bersikap terbuka terhadap kehadiran para mahasiswa. Saya memiliki keyakinan bahwa Posdaya Masjid yang akan dikembangkan di Desa Asem Gede dapat dijalankan dengan baik. Semoga Allah memudahkan setiap langkah kami disana. Aamiin.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *